Setelah di OTT, Uang Pungli dari Wali Murid saat Penerimaan di SMP Negeri 10 Batam Dikembalikan - DINAMIKAKEPRI.COM

Setelah di OTT, Uang Pungli dari Wali Murid saat Penerimaan di SMP Negeri 10 Batam Dikembalikan

 

Press release pengembalian uang pungli, di Kejari Batam, Kamis (21/3/2019).
Dinamika Kepri, Batam - Kejari Batam mengadakan press release pengembalian Barang Bukti (BB) uang sebesar Rp 473.930.000 dari terpidana Rahip, SP.d dengan kawan-kawan kepada orangtua/wali murid SMP Negeri 10 Batam, di Kantor Kejaksaan Kota Batam, Kamis (21/3/2019).

Pengembalian itu turut dihadiri Kejari Batam Dedie, Kasi Pidsus M Yunus SH, Kasi Pidum Filfan F. D Laia SH, Kadisdik Kota Batam dan beberapa perwakilan orangtua siswa SMPN 10 yang jadi korban pungli.

Dalam sambutannya, Kejari Batam mengucapkan terima kasih kepada orangtua wali atau murid yang telah berani mengungkap kasus ini, karena tanpa adanya laporan dari orangtua/wali tindak pidana itu tidak bisa diungkap.

"Kami sangat berterima kasih kepada orangtua/wali siswa yang telah berani melaporkan kasus ini sehingga diproses hukum, karena tanpa adanya laporan itu, kasus ini tidak bisa diungkap," ujar Dedie.

Dari pengungkapan itu, Kejaksaan Negeri Batam menyita Rp.473.930.000 hasil pungli SMP N 10 terhadap 476 orangtua siswa.

”Kita akan mengembalikan uang para orangtua siswa yang bervariasi, ada yang Rp.500 ribu dan ada juga yang Rp. 1 juta," katanya.

Saat ini, orangtua siswa yang datang ke Kantor Kejaksaan Kota Batam untuk mengambil haknya dikatakan Kejari Batam hanyalah beberapa perwakilan dari orangtua siswa saja, dan selebihnya Iagi akan mereka datangi ke SMP N 10 Batam.

"Senin kita akan mendatangi SMPN 10 untuk menyerahkan uang hasil OTT yang dilakukan oleh terpidana kepada orangtua siswa,'' ujarnya.

Sementara itu, Kadisdik Kota Batam mengatakan, untuk saat daya tampung sekolah Negeri di Batam memiliki batasan, untuk itu dia menghimbau agar pihak sekolah jangan memaksakan untuk menerima siswa jika daya tampungnya tidak memungkinkan.

"Begitulah akibatnya jika dipaksakan, akan rentan terjadinya pungli," ujarnya.

(Ril)




Scroll to top