Postingan Oknum Wartawan yang Menyudutkan Media Online di FB Ditanggapi Serius AJO Indonesia - DINAMIKA KEPRI

Friday, 8 March 2019

Postingan Oknum Wartawan yang Menyudutkan Media Online di FB Ditanggapi Serius AJO Indonesia

  4 kali


Jonni Pakkun.
Dinamika Kepri, Batam - Postingan menyudutkan yang ditulis oknum wartawan bernama Muhammad Riza Fahlevi di akun laman Facebooknya dengan menyebutkan untuk mendirikan media online cukup bermodalkan Rp 100 ribu, dan sempat viral di media sosial, ditanggapi oleh para pengusaha media online di Batam.

Para pengusaha media online (daring) yang tergabung di Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Kepri menanggapinya dengan menyatakan, bahwa isi postingan itu asal tulis tidak pada faktanya dan telah menyakiti hati para pemilik media online.

" Untuk membuat media online tidaklah semudah seperti yang disampaikan oknum wartawan itu. Dari mana pula rumusnya Rp 100 ribu bisa buat media online, yang  benar sajalah," kata Jonni Pakkun, Ketua Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) DPD Kepri, Jonni Pakkun menanggapi, Kamis (7/3/2019).

Menurutnya, selain tidak mudah, dalam pembuatan media online juga mengeluarkan biaya besar dan juga harus memenuhi persyaratannya, agar bisa diterima di Dewan Pers.

Lanjut dia, untuk saat ini di AJO Indonesia sendiri ada sekitar 160 media online tergabung di mana yang tergabung itu legalitasnya sudah jelas, bahkan sebagian besarnya, kata dia, telah terverifikasi di dewan pers.

"Intinya jika ingin membuat opini silahkan tapi jangan tendensiuslah seperti itulah. Saya baca postingan itu sangat berpotensi membuat konflik bagi sesama pengusaha media. Postingnya di facebook pula, FB itukan bisa dibaca semua orang. Kalau sudah seperti itu, itulah namanya jeruk makan jeruk. Sebagai wartawan yang sudah senior, harusnya mendidik dan mengayomi wartawan yang lain bukan malah ingin membuat konflik," ucap Jonni Pakkun lagi.

Senada dengan Ketua DPD AJOI Kepri, Pimred Batam Times. co, Budi Karya juga mengatakan,  katanya sebagai wartawan senior, harusnya tidak membuat opini apapun tentang media daring, apalagi mengatakan cukup bermodalkan Rp 100 ribu media online sudah jadi.

“Serarus ribu rupiah itu baru domain saja bos, belum lagi jenis webnya. Jika pesan web pro, harganya bisa sampai jutaan. Belum lagi untuk buat akte perusahaan dan izin usaha lainnya dan terakhir persyaratan verifikasi dewan pers," ucapnya.

Budi juga berharap agar oknum wartawan yang berkerja di media cetak di Batam, tidak mengulanginya.

"Jika tidak mengetahui detail bagaimana pembuatan perusahaan media online, jangan pernah memberikan opini yang tidak jelas. Sekali lagi, apapun itu namanya, jangan pernah mengatakan bahwa membuat media online itu mudah. Apalagi menjelek-jelekan media online. Kita harus menerima perkembangan jaman. Saya berharap semoga hal seperti ini tidak terulang kembali," tutup Budi Karya.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?