Mahasiswa Minta Walikota Batam Mundur dari Jabatannya - DINAMIKA KEPRI.COM

Tuesday, 5 March 2019

Mahasiswa Minta Walikota Batam Mundur dari Jabatannya

  Dibaca: 1 kali


Zainal Abidin saat menyambut kedatangan pengunjuk rasa di depan kantor DPRD Batam, Selasa (5/3/2019).

Dinamika Kepri, Batam - Puluhan Mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Batam, mendatangi kantor DPRD berunjuk rasa untuk meminta kejelasan tentang kesepakataan kerja sama kesepahaman untuk memerangi tindak korupsi di Batam, Selasa (5/3/2019).

Pendemo mengatakan, meski aksi yang mereka lakukan sudah berulang kali, namun tidak ada respon dari anggota |DPRD Batam.

Dalam aksi tersebut Mahasiswa  kembali membuat pernyataan sikapnya di depan wakil ketua I DPRD Batam, Zainal Abidin.

Adpun pernyataan sikap para mahasiswa itu yakni meminta kepada Jaksa sebagaimana yang di amanatkan Undang-undang (UU) No.16 tahun 2004, jaksa sebagai salah satu penyidik, agar lebih pro aktif dalam penanganan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kota Batam.

Meminta Walikota mundur dari jabatannya karena tidak mampu mencopot Sekda Kota Batam. Meminta kepada DPRD menjalankan amanat UU No 32 Tahun 2015 tentang pemerintahan daerah yang terdapat pada pasal 42 ayat (1) butir D yang berbunyi " Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah/wakil kepala daerah kepada Presiden melalui Mentri dalam negeri bagi DPRD Propinsi kepada Menteri dalam negeri melalui Gubernur bagi DPRD Kabupaten atau Kota" karena Walikota Batam tidak mampu mengurusi tubuh dari pemerintahan salah satunya dengan memberi tindakan Jefridin Sekda Kota Batam.

Setelah pernyataan sikap itu dilontarkan para mahasiswa, Zainal Abidin yang menemui pengunjuk rasa dengan meminta diberikan waktu 3 hari untuk membahasnya.

"Pimpinan sedang berada di luar. Saya minta kepada adek-adek berikan kami waktu tiga hari, agar masalah ini kami rapatkan dulu dengan pimpinan," ujar zainal.

Seolah tidak puas dengan jawaban dari  Zainal, Mahasisawa kembali pun beradu argumen dengan minta konsekuwensinya apabila penyampaianya itu tidak dilaksanakan.

"Ini waktunya sholat, saya mau sholat dulu. Beri saya waktu tiga hari," tutup Zainal sembari pergi meninggalkan pengunjuk rasa.

Dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian, unjuk rasa itu berjalan damai sampai berakhir. (Ril/K5).

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...