Di Nota Pembelaan Terdakwa Hotman Hutapea, PH Sebut Barang Bukti tidak Sah - DINAMIKA KEPRI

Tuesday, 26 March 2019

Di Nota Pembelaan Terdakwa Hotman Hutapea, PH Sebut Barang Bukti tidak Sah

  4 kali


Terdakwa Ir. Hotman Hutapea.

Dinamika Kepri, Batam - Dalam nota pembelaan (pledoi) terdakwa Hotman Hutapea di sidang perkara dugaan tindak pidana Pemilu, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Parulian Situmeang dalam sidang membacakan bahwa alat bukti praga berupa jam dinding dan kartu nama yang didapatkan dari warga, dan tidak menghadirikannya menjadi saksi, tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti yang untuk menjerat terdakwa.

Selain itu, Parulian juga mengatakan bahwa pasal yang dikenakan jaksa terhadap terdakwa tidak layak digunakan untuk menjerat terdakwa.

"Kita juga mempertanyakan, apakah surat edaran lebih tinggi dari UU, yang mana pasal 280 ayat (1) huruf h UU itu, tidak ada unsur pidananya. Selain itu barang bukti jaksa penuntut juga tidak sah karena barang bukti berupa kartu nama milik terdakwa, tidak tahu siapa orang yang memberikannya ke pihak Bawaslu. Selain itu, barang bukti jam dinding yang diambil dari rumah samping gereja, yang memberikannya juga tidak tahu dan tidak dihadirkan untuk bersaksi dipersidangan," baca Parulian Situmeang, Selasa (26/3/2019).

"Terdakwa juga datang ke gereja itu bukan inisiatif sendiri melainkan atas undangan dari penanggung jawab pihak gereja. Diketahui bahwa terdakwa juga adalah penasehat pembangunan gereja tersebut,” sambung Parulian.

Terkait nota pembelaan itu, kepada majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menanggapinya hari ini dengan cara tertulis.

“Kita akan menjawabnya secara tertulis yang mulia, dan kami butuh waktu untuk itu,” kata jaksa penuntut, Rumondang Manurung.

Mendengar itu, majelis hakim lalu menunda sidang hingga pukul 17:00 Wib.

“Ok, kita tunggu sampai pukul 17:00 Wib ya, sementara ini sidang kita skor dulu sampai JPU menyelesaikan jawabannya,” kata Ketua majelis hakim, Jasael Manullang.

Pada sidang kemarin, Senin (25/3/2019), oleh JPU, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar tindak pidana tentang Pemilu sebagaimana diatur di pasal 521 juncto pasal 280 ayat (1 ) huruf h dengan ancaman pidana 6 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun denda  Rp 10 juta subsider 1 bulan kurungan.

Sebelumnya, perkara ini berawal pada awal Januari 2019 silam, terdakwa Ir. Hotman Hutapea calon tetap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau, nomor urut 1 dari Partai Demokrat Daerah Pemilihan  (Dapil) 5 itu, diduga melakukan tindak pidana Pemilu di rumah ibadah (Gereja) di HKBP Munson Lyman di Dapur 12, Sei Langkai, Sagulung, Batam, yang mana foto-foto kegiatan itu dimuat di Facebook, lalu dikasuskan oleh pihak Bawaslu Kota Batam. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?