Caleg Kepri Hotman Hutapea Jalani sidang Pertama - DINAMIKA KEPRI

Thursday, 21 March 2019

Caleg Kepri Hotman Hutapea Jalani sidang Pertama

  4 kali


Suasana sidang terdakwa Hotman Hutapea di PN Batam, Kamis (21/3/2019).
Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Ir. Hotman Hutapea calon tetap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Kepulauan Riau dengan Nomor Urut 1 Partai Demokrat Daerah Pemilihan  (Dapil) 5 tersandung dugaan kasus tindak pidana Pemilu di rumah ibadah Gereja HKBP Munson Lyman di Dapur 12, Sei Langkai, Sagulung pada awal Januari 2019 silam, hari ini menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (21/3/2019).

Pada sidang perdana ini, terdakwa Hotman Hutapea didampingi tiga orang penasehat hukumnya.

Selain itu, Jaksa Penunut Umum (JPU) Rumondang Manurung, Samsul Sitinjak dan Friesti Putri Gina menghadirkan empat orang saksi yakni Pendeta Gereja Munson Lyman Andri Tridimensi Simorangkir, Relawan dari Jasarmen Purba Krisman Sihaloho dan dua orang dari Bawaslu Kota Batam, Mangihut dan saksi Bosar Hasibuan.

Kepada majelis hakim yang diketuai hakim Jasael Manullang didampingi dua hakim anggota, Polosia dan Candra, Pendeta Andri Tridimensi Simorangkir mengatakan, bahwa ia tidak sama sekali mengetahui tentang adanya acara tahu baruan yang dilakukan tim Hotman Hutapea di Gereja HKBP Lyman waktu itu.

"Saya tidak tahu kalau ada acara tahun baruan itu di gereja. Saya tahunya setelah acara sudah berlangsung," ucap Andri Tridimensi Simorangkir kepada majelis hakim.

Mengenai soal jam dinding yang diamankan pihak Bawaslu menjadi barang bukti, kata Pendeta, Jam dinding bergambar terdakwa itu sebelumnya dipasang di kantin gereja bukan di dalam gereja.

"Jam itu diamankan dari Kantin, bukan dari dalam gereja," ucap Pendeta.

Menurut saksi dari tim relawan Jasarmen Purba, Krisman Sihaloho, kegiatan itu bukan kampanye tapi acara tahun baruan dan makan bersama.

" Yang saya ketahui itu acara tahun baruan, di mana setelah itu lalu makan bersama, setelah kami lalu  pulang," terang Krisman.

Beda dengan saksi dari Bawaslu, dalam kesaksiannya dinilai jaksa seakan saksi menyimpulkan bahwa terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pemilu dengan memperlihatkan barang bukti berupa alat praga seperti kelender, jam dinding bergambar wajah terdakwa, surat kertas pemilih dan menunjukan foto-foto kegiatan yang diambil saksi dari akun Facebook milik terdakwa.

Tak hanya itu, Jaksa Rumondang juga sempat memperingatkan saksi pihak Bawaslu agar tidak menyimpulkan.

"Jawab saja apa yang kami tanyakan, anda jangan menyimpulkan," kata Rumondang.

Terkait perkara itu, pihak saksi Bawaslu juga mengatakan, perkara itu bukan delik aduan, tetapi delik temuan.

" Ini bukan aduan tapi temuan," ucap saksi.

Pada sesi tanya jawab Penasehat Hukum (PH) terdakwa dengan saksi dari pihak Bawaslu juga sempat terlihat alot, pasalnya saksi Bosar Hasibuan seperti terlihat gugup saat menjawab pertanyaan PH, sehingga saksi Mangihut berusaha memotong pembicaraan rekannya, namun tidak diizinkan oleh PH terdakwa.

"Maaf bukan saudara yang saya tanya, nanti giliran saudara, saya tanya," kata PH.

Setelah mendengarkan keterangan dari para saksi, majelis hakim lalu menunda sidang dan akan dilanjutkan kembali pada hari Jumat 22 Maret 2019 besok dengan agenda pemeriaksaan saksi berikutnya.

Dalam perkara ini, dalam dakwaan terdakwa Ir. Hotman Hutapea diancam pidana dalam Pasal 521 Jo Pasal 280 ayat (1) huruf h UU No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, yang mana setiap pelaksana, peserta, dan atau tim kampanye Pemilu dilarang melakukan Kampanye Pemilu menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

Pantuan awak media ini di ruangan sidang, para Caleg dari Partai Demokrat yang ada di Batam juga turut hadir untuk memberikan dukungan moral terhadap terdakwa. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?