Beli Solar di Laut, Tomy Barata, Mashari dan Agus Anwar Tangkapan Satgas Migas Mabes Polri Disidangkan - DINAMIKA KEPRI

Friday, 29 March 2019

Beli Solar di Laut, Tomy Barata, Mashari dan Agus Anwar Tangkapan Satgas Migas Mabes Polri Disidangkan

  4 kali


Sidang tiga terdakwa Tomy Barata, Mashari dan Agus Anwar di PN Batam, Kamis (28/3/2019). 

Dinamika Kepri, Batam -  Tiga terdakwa kasus pembelian BBM solar illegal dari kapal Tug Boad di tengah laut peraiaran Batuampar, Batam, Tomy Barata Kepala Operasional PT. Bahari Berkah Madani, Mashari alias Heri Nahkoda Kapal MT. Alhikam dan Agus Anwar Sanusi sebagai penghubung yang ditangkap oleh Kepolisian Satgas Migas Mabes Polri pada bulan Januari 2019 lalu, menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (28/3/2019).

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsul Sitinjak, ketiga terdakwa didakwa dengan dakwaan primer ancaman pidana Pasal 53 huruf b Jo. Pasal 23 UU Nomor 22 tahun 2001, tentang Minyak dan Gas Bumi jo. Pasal  55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, Subsidier Pasal 53 huruf d Jo. Pasal 23 UU Nomor 22 tahun 2001, tentang Minyak dan Gas Bumi jo. Pasal  55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, atau kedua Pasal 480 ayat  (1 ) ke-1 KUHPidana jo. Pasal  55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Setelah usai mendengarkan dakwaan dari JPU, majelis hakim diketuai oleh hakim Syahlan didampingi dua hakim anggota, hakim Taufik Abdul Halim Nenggolan dan hakim Yona Lamerosa Kataren, lalu menunda sidang satu minggu ke depan dengan agenda sidang pemeriksaan saksi penangkap dari Kepolisian Satgas Migas Mabes Polri.

Sebelumnya, para terdakwa ini ditangkap oleh anggota polisi Satgas Migas dari Mabes Polri pada hari Minggu tanggal 13 Januari 2019 lalu di Dermaga PT. Bahari Berkah Madani (BBM) Teluk Nippah Telaga Punggur, Nongsa, Batam, Kepri.

Para terdakwa ditangkap diduga karena melakukan perbuatan membeli dan mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar tanpa Izin Usaha Pengangkutan dengan cara membeli BBM Solar dari kapal di tengah laut dari Tug Boad dengan menggunakan kapal MT. Alhikam yang mana kapal tersebut tidak dilengkapi dokumen pengangkutan/izin usaha pengangkutan minyak dan gas bumi sehingga melanggar pasal 1 angka 12 UU RI No. 22 tahun 2001, dengan barang bukti BBM Solar sebanyak 15 KL (lima belas kilo liter) atau 15.000 L (lima belas ribu Liter) yang sudah dipindahkan ke Kapal LIMIN  XVII jenis tongkang GT 760 No 1128/PPm milik PT. Bahari Berkah Madani  yang rencananya akan dijual kembali

PT. Bahari Berkah Madani dalam izin usaha terdaftar sebagai pengangkutan minyak dan gas bumi nomor 90/1/IU/ESDM/PMDN/2017 tanggal 24 Mei 2017 yang mana izinnya hanya untuk armada darat berupa kendaraan mobil, bukan armada kapal angkutan laut.

Ada dugaan terdakwa mengangkut dan membeli solar dari kapal di tengah laut untuk mendapatkan keuntungan lebih besar, karena harga BBM solar hasil kencingan dari Kapal di laut, lebih murah harganya ketimbang dari harga BBM solar di darat.

Solar 15.000 liter itu dibeli terdakwa seharga Rp.61.500.000 dengan harga persatu liternya Rp. 4.100 yang mana pembayarannya, dibayarkan kepada terdakwa Agus Anwar Sanusi.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?