6 Pelaku Pembunuh Ronny Friska Hasibuan Terancam Hukuman Mati - DINAMIKA KEPRI

Wednesday, 20 March 2019

6 Pelaku Pembunuh Ronny Friska Hasibuan Terancam Hukuman Mati

  4 kali


Para tersangka.

Dinamika Kepri, Batam - Enam tersangka pelaku pembunuhan berinisial MS, DS, RT, M, HS alias A dan HS alias J terhadap korban Ronny Priska Hasibuan (44) yang mayatnya sebelumnya ditemukan di jurang depan perumahan Tiban Permai, terancam pidana hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup, demikian terang Kabid Humas Polda Polda Kepri, Kombes Pol S. Erlangga, Selasa (19/3/2019).

Keenam tersangka telah berhasil ditangkap polisi dari berbagai tempat di Batam, kecuali tersangka MS yang sudah sempat berusaha melarikan diri keluar Batam, MS berhasil ditangkap di Cileungsi, Bogor saat berbelanja, dan saat ini telah ditahan di Polresta Barelang.

Kasus ini terungkap berawal dari adanya laporan masyarakat yang melihat sesosok mayat di dalam jurang depan Perumahan Tiban Permai, Sekupang pada hari Rabu tanggal 27 Februari 2019.

Setelah menerima laporan itu, kemudian Opsnal Reskrim Polresta Barelang di Backup Subdit III Jatanras Polda Kepri dan Opsnal Polsek Sekupang mendatangi TKP.

Kemudian Opsnal Reskrim Polresta Barelang di Backup Subdit III Jatanras Polda Kepri, Opsnal Polsek Sekupang dan Opsnal Polsek Batam Kota melakukan penyelidikan lapangan dan pada hari Sabtu tanggal 09 Maret  2019 mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di Tanjung Uncang dan di Ruli Baloi Kolam.

Tak menunggu lama, Opsnal Reskrim Polresta Barelang dibackup Subdit III Jatanras Polda Kepri, Opsnal Polsek Sekupang dan Opsnal Polsek Batam Kota yang  dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan lalu melakukan penangkapan terhadap para pelaku di PT Naninda, Tanjung Uncang dan di Ruli Baloi kolam, kemudian para pelaku berhasil diamankan, selanjutnya Pelaku dibawa ke Polresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sedangkan untuk barang bukti yang diamankan polisi dalam kasus ini yakni berupa satu potongan tali tampar warna putih kusam sepanjang lebih kurang 5 meter dan satu potongan tali tampar warna putih kusam sepanjang lebih kurang 3 meter yang digunakan mengikat pada kedua tangan korban, satu picis baju kemeja lengan pendek merk Bonia warna biru dongker yang melekat pada badan korban, satu picis baju kaos oblong merk dagadu warna biru dongker yang melekat pada badan korban dan satu picis kaos dalam merk HING size 30 warna putih kusam yang ditemukan yang masih melekat pada badan korban.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda yang sudah dimodifikasi menjadi becak barang beserta sisa-sisa material besi holo dan seng gerobak yang sebelumnya menyatu pada becak barang yang dipakai sebagai alat transportasi pada saat melukai korban dan diduga dipergunakan untuk membuang korban ke tempat ditemukannya mayat korban.

Pelaku melakukan perbuatan tersebut dengan didasari Motif rasa sakit hati dengan korban yang telah menyelingkuhi istri pelaku karena dari sejak awal pelaku mengetahui bahwa istrinya selingkuh dengan korban.

Pelaku lalu penasaran ingin bertemu dengan korban, namun berulang kali dipancing untuk datang bertemu tetapi selalu tidak berhasil, hingga akhirnya pada saat pelaku keluar dari rumah dan ketika pulang ke rumah, ternyata korban sempat datang menjumpai istri pelaku dan berjanji bertemu di halte pada saat kejadian.

Setelah itu pada hari Senin tanggal 18 Februari 2019 sekira pukul 23:30 Wib pelaku dan korban bertemu bertemu di seberang pinggir jalan raya tepatnya di depan Pom Bensin, Baloi Kolam. Dari pertemuan itu lalu terjadi pengeroyokan dan berakhir pada pembunuhan, lalu mayat korban dibuang ke jurang Tiban Permai, Sekupang.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 340  Jo Pasal 170 Ayat (2) Ke – (3) KUHPidana dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun penjara. (Ril)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?