Terdakwa Stenny Erick: Saya tidak bersalah, Harusnya Dedi yang Bertanggung Jawab - DINAMIKA KEPRI

Saturday, 23 February 2019

Terdakwa Stenny Erick: Saya tidak bersalah, Harusnya Dedi yang Bertanggung Jawab

  4 kali


Terdakwa Stenny Erick (baju merah).

Dinamika Kepri, Batam - Kepada majelis hakim, terdakwa Stenny Erick mengaku tidak bersalah seperti apa yang telah dituduhkan pihak PT. Altrak 1978 terhadap dirinya telah menggelapkan uang perusahaan hingga Rp 1 Miliar.

Hal itu disampaikan terdakwa usai majelis hakim yang diketuai hakim Taufik Abdullah Nenggolan melakukan pemeriksaan saksi Haryo Tuwanggono Dewanto tim auditor perusahaan PT. ALTRAK 1978 Jakarta.

"Saya tidak bersalah yang mulia, harusnya Dedi yang bertanggung jawab soal itu," kata terdakwa, Kamis (21/2).

Mendengar itu, hakim lalu memberikan jawabannya. "Jika benar saudara tidak bersalah seperti pengakuan saudara itu, bagaimana mungkin saudara bisa duduk dipersidangan ini? Tapi terserahlah, karena ada kami majelis akan menilainya. Dan karena saudara sudah mengaku tidak bersalah, berarti keterangan saudara sebagai terdakwa tidak perlu lagi dilakukan," kata hakim Taufik mengantikan hakim Syahlan.

Sebelum menunda sidang ke agenda berikutnya, Penasehat hukum terdakwa mengatakan, di sidang selanjutnya akan menghadirkan saksi meringankan (a de charge) untuk terdakwa.

Dalam perkara ini, terdakwa diduga telah melakukan perbuatan pengelapan uang perusahaan kurang lebih kurang Rp.1.009.427.670 Milyar dengan modus mengeluarkan barang dari perusaahan dengan menggunakan order diduga palsu mengatasnamakan beberapa nama perusahaan besar diantaranya, PT. Saipem Indonesia, PT. Lighton Holding, PT. ASL dan PT. Bredero Shaw Indonesia.

Atas perbuatannya, terdakwa didakwa Jaksa penunutut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 374 KUHPidana.  

Sebelumnya, Stenny Erick bekerja sebagai karyawan  PT. Altrak 1978 Batam sejak  tanggal 1 April 2011, kemudian diangkat sebagai Customer Support Officer (CSO) sejak tanggal 1 April 2014 sampai dengan sekarang.

Di perusahaan yang bergerak di bidang distributor alat berat dan servise alat berat itu, tugas Stenny Erick bekerja tugasnya untuk mencari customer baru, menjaga hubungan baik dengan customer/ pelayanan purna jual, menerima order customer dan memastikan barang pesanan sampai ke alamat tujuan serta sampai ke penagihan.

Stenny Erick sebelumnya dilaporkan ke polisi karena melakukan transaksi manual dengan membuat Purchase Order yang seolah- olah permintaan dari customer dengan tujuanya agar barang dapat keluar dari gudang.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?