Terdakwa Irfani BB 1 Kilo Sabu Divonis 18 Tahun Penjara Denda Rp 1 Miliar - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 27 February 2019

Terdakwa Irfani BB 1 Kilo Sabu Divonis 18 Tahun Penjara Denda Rp 1 Miliar

  Dibaca: 1 kali


Terdakwa Irfani (baju merah) usai menjalani sidang putusan di PN Batam, Selasa (26/2/2019).

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Irfani Faizi alias Fani sidang perkara Narkotika jenis sabu dengan Barang Bukti (BB) seberat 1.008 gram, divonis 18 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidier 6 bulan kurungan penjara, oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (26/2/2019).

Dalam amar putusan, majelis hakim memyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan perbuatan melanggar hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yaitu dengan tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram.

Terhadap putusan itu, kepada Majelis hakim diketuai hakim Renni Pitua Ambarita didampingi dua hakim anggota Marta dan Egi Novita, terdakwa  Irfani menyatakan, menerima putusan itu.

Sama halnya dengan Jaksa Penuntut Imum (JPU) Samuel Pangaribuan, kepada hakim juga menyatakan demikian.

" Terima," jawab Samuel.

Diagenda sidang tuntutan sebelumnya, Irfani dituntut JPU 18 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidier 1 tahun kurungan penjara.

Irfani asal Aceh itu sebelumnya ditangkap petugas Bea Cukai di pintu X-Ray (SCP) Lantai I Bandara Hang Nadim, Batam, Rabu tanggal 10 Oktober 2018 pagi.

Rencananya sabu itu akan dibawa ke Balikpapan, Kalimantan Timur dengan menaiki pesawat sesuai perintah dari seseorang bernama Ayi (DPO).

Kata terdakwa, jika sabu itu sampai ke tujuan, dirinya akan mendapat upah sebesar Rp 40 juta.

Saat pemeriksaan dirinya sebagai terdakwa di sidang sebelumnya, Sabu 1 kilo itu kata dia diterimanya dari seseorang bernama Bang Tam (DPO) di sekitar toko Indomaret di daerah Batuaji, Batam.

Dari pengakuannya, Irfani sendiri bukanlah warga Batam. Ia datang ke Batam khusus hanya untuk mengambil sabu itu dan membawa ke Balikpapan.

Tak hanya itu, ternyata bukan kali ini saja, sebelumnya, Irfani juga sudah pernah masuk ke penjara dalam kasus yang sama.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...