Pencuri Papan Bunga Marvel Florist Disidangkan, Saksi: Kerugian Rp 7,5 Juta - DINAMIKA KEPRI

Wednesday, 27 February 2019

Pencuri Papan Bunga Marvel Florist Disidangkan, Saksi: Kerugian Rp 7,5 Juta

  4 kali


Kedua terdakwa (baju merah) saat sidang di PN Batam, Rabu (27/2/2019).

Dinamika Kepri, Batam - Dua orang terdakwa, Darmawan dan Osias Gaudenssius perkara pencurian papan bunga milik Toko Bunga Marvel Florist,  diadili di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (27/2/2019).

Keduanya disidangkan diduga karena telah mengambil barang sesuatu kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum dengan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP tentang pencurian.

Dipimpin hakim tunggal hakim Chandra, setelah usai pembacaan dakwaan, JPU menghadirkan empat orang saksi, satu orang polisi, satu orang Satpam Ruko Oscarina dan dua orang pekerja dari toko bunga Marvel Florist.

Kepada hakim, saksi polisi mengatakan, kedua terdakwa sebelumnya ditangkap berdasarkan dari laporan pemilik papan bunga.

"Setelah menerima laporan itu keduanya lalu ditangkap di salah satu pemukiman rumah liar di Batam, Selasa tanggal 18 Desember 2018 sekira pukul 04:00 Wib. Sebenarnya mereka ini ada tiga orang, dan yang satunya masih DPO," kata saksi polisi.

Kata saksi Satpam, kedua terdakwa terlihatnya mengambil papan bunga yang sedang terpanjang dengan menggunakan mobil.

"Waktu saya tanya mau dibawa kemana papan bunga itu, terdakwa bilang mau dipindahkan. Saya lihat mereka ada tiga orang, mereka membawanya pakai mobil," kata saksi Satpam.

Menurut saksi pekerja papan bunga, selama pihaknya sudah sering kehilangan papan bunga.

Dalam kasus ini pihaknya telah kehilangan 5 papan bunga dengan kerugian Rp 7,5 juta di mana harga perpapannya, katanya seharga Rp 1,5 juta.

"Mereka mengambil papan bunga itu hanya untuk mengambil aluminiumnya, lalu menjualnya ke besi tua," kata saksi pekerja papan bunga.

Selain itu, hakim juga berulang menanyakan berapa kerugian pihak korban atas kejadian itu.

"Kerugiannya Rp 7,5 juta di mana perpapannya seharga Rp 1,5 juta sebab itu papan bunga itu memakai aluminium yang mulia," jawab saksi lagi.

Setelah usai mendengarkan keterangan saksi, kepada hakim kedua terdakwa membenarkannya keterangan para saksi.

"Benar yang mulia," kata kedua terdakwa.

Usai mendengar ucapan dari terdakwa, hakim lalu menunda sidang satu minggu kedepan dengan agenda pemeriksaan kedua terdakwa.

Atas perbuatan terdakwa, JPU mendakwanya dengan ancaman pidana dalam pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP tentang pencurian.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?