Pemalsu E-KTP dan Ijazah SMA Disidangkan - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, February 22, 2019

Pemalsu E-KTP dan Ijazah SMA Disidangkan

  Dibaca: kali

Terdakwa Nelson Mandela dan Andri Metro Pardede.
Dinamika Kepri, Batam - Dua terdakwa Nelson Mandela dan Andri Metro Pardede kasus pemalsuan E-KTP dan Ijazah palsu, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (21/2/2019).

Para terdakwa didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pasal 263 ayat (1) KUHP, dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara.

Saat pemeriksaan dua saksi korban selaku pemesan KTP dan Ijazah, kepada majelis hakim, kedua terdakwa membenarkan semua keterangan saksi.

Saat melihat barang bukti puluhan E-KTP, majelis hakim juga sempat terheran-heran, karena E-KTP palsu hasil buatan kedua terdakwa, tidak ada bedanya dengan yang asli.

"Wah, pintar betul kalian berdua membuat ini. Persis sama dengan aslinya," kata hakim Renni Pitua Ambarita saat memimpin sidang penasaran.

Merasa penasaran dengan kemahiran membuat E-KTP palsu itu, hakim juga mempertanyakan lulusan pendidikan terakhir dari kedua terdakwa.

"Hanya lulusan SMA," jawab terdakwa Andri Metro Pardede ke majelis hakim.

Selain menunjukan barang bukti puluhan E-KTP palsu, di sidang pertama ini, JPU Ritawati Sembiring juga memperlihatkan barang bukti bundelan ijasah palsu dan alat pencetaknya.

Majelis hakim saat melihat barang bukti E-KTP palsu buatan terdakwa. 
Setelah mendengarkan keterangan saksi, hakim lalu menunda sidang itu satu minggu ke depan dengan agenda periksaan dari saksi penangkap.

Sebelumnya, kedua terdakwa ditangkap polisi di bulan September tahun 2018, di Perumahan Taman Cipta Indah 2 Blok N No.02 Batuaji, Batam.

Semua barang bukti diamankan polisi dari rumah dari terdakwa Andri Metro Pardede.

Dalam melakukan aksinya, terdakwa mempromosikan jasanya melalui media sosial Facebook (FB) dengan menawarkan bisa membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan membuat Ijazah SMA.

Sedangkan seseorang yang bernama Siburian diduga pemasok Blangko E-KTP kepada para terdakwa tersebut, masih DPO.(Ag)


Apa reaksi anda tentang artikel ini?