Meski sudah Divonis Bersalah, Terdakwa Andi Irawan Pelanggar UU ITE tidak Langsung Ditahan - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 13 February 2019

Meski sudah Divonis Bersalah, Terdakwa Andi Irawan Pelanggar UU ITE tidak Langsung Ditahan

  4 kali


Terdakwa Andi Irawan Bin Mochtar usai menjalani sidang putusan di PN Batam, Rabu (13/2/2019).

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Andi Irawan Bin Mochtar pemosting ujaran kebencian terhadap instansi Kepolisian Republik Indonesia di grup Facebook (FB) P4WB “Bakti Bumi Madani” divonis 4 bulan penjara denda Rp 1 juta subsider 1 bulan kurungan penjara, oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (13/2/2019) sore.

Oleh majelis hakim diketuai hakim Chandra didampingi hakim Polosia dan hakim Jasael, dalam amar putusan yang dibacakan, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 45 ayat (3) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 Jo Pasal 27 ayat (3) UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Terhadap putusan itu, terdakwa yang tidak ditahan selama proses sidang itu menyatakan, pikir-pikir.

"Pikir-pikir yang mulia," kata terdakwa kepada majelis hakim.

Begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ryan Anugrah juga diberikan hakim dengan hak yang sama.

Vonis yang dijatuhkan oleh hakim terhadap terdakwa yakni lebih ringan 3 bulan dari tuntutan JPU sebelumnya yang menunut terdakwa 7 bulan penjara.

Tak hanya itu, pantuan media ini usia sidang, meski terdakwa sudah dinyatakan terbukti bersalah dan divonis 4 bulan penjara, namun terdakwa tidak langsung ditahan seperti  terdakwa lain.

Selain itu, hakim Candra juga kembali mengingatkan terdakwa agar kedepannya tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Tak hanya itu, hakim Chandra juga memberikan edukasi, kata dia, bijak-bijaklah menggunakan media sosial.

Terkait terdakwa tidak langsung ditahan usai sidang, jaksa Ryan ketika dikonfirmasi awak media udai sidang mengatakan, kata dia itu karena terdakwa masih menyatakan pikir-pikir.

"Kita tunggu saja, masa pikir-pikir terdakwa diberikan hakim selama tujuh hari. Jika terdakwa banding, berarti proses lanjut ke Pengadilan Tinggi, jika tidak ada responnya, maka Kejaksaan segera mengeksekusi memaksukankannya ke dalam penjara," ucap jaksa Ryan memastikan.

Sebelumnya, terdakwa diamankan polisi
pada hari Minggu tanggal 13 Mei 2018 di Perumahan Buana Vista, Belian, Batam Kota, Batam, Kepri.

Ia diamankan karena diduga telah dengan sengaja menyebarkan ujaran kebencian yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap instansi Kepolisian dengan menshare link sebuah berita lama dari Detik News tertanggal 08 Juni 2016 yang berjudul “Polri ajukan tambahan Rp 1,9 T untuk pemberantasan Terorisme”.

Lalu di dalam unggahan (upload) atau postingan tersebut, terdakwa juga mengetikkan status “Bentrok Mako Brimob dan Bom Surabaya menghasilkan ini.Fahamkan?" dengan mengakhiri hashtag #2019GantiPresiden, dan mensharenya ke group FB P4WB.

Setelah postingan update, anggota polisi yang membacanya pun merasa kecewa apalagi dihubungkan dengan berita bom kejadian di Surabaya.

Postingan itu dinilai telah menjatuhkan martabat Kepolisian Negara Republik Indonesia, sehingga para polisi yang membaca postingan itu pun membuat pengaduan, dan mengamankan Andi Irawan untuk proses hukum.

Dalam perkara sidang pelanggaran UU ITE, seperti Ahok, Ahmad Dani, Elsandry, Simanjuntak, Jonru, Roria Siregar, Dina Harleni, Dendi Juniardi dan yang lainnya, diketahui semuanya ditahan baik dari selama proses persidangan maupun usai vonis dijatuhkan.

Beda dengan yang satu ini, tidak di mana istimewanya, terdakwa Andi Irawan terlihat tidak ditahan, baik selama berjalannya proses sidang maupun setelah vonis dijatuhkan.

Tak hanya itu, hukuman yang dijatuhkan hakim terhadap terdakwa juga terpaut jauh lebih ringan dari tuntutan JPU.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?