Merasa Terancam, Arizki Wartawan Data Riau Laporkan Ardi Wijaya ke Polisi - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, 15 February 2019

Merasa Terancam, Arizki Wartawan Data Riau Laporkan Ardi Wijaya ke Polisi

  4 kali


Surat bukti laporan Arizki.

Dinamika Kepri, Natuna - Merasa terancam dengan keselamatannya, Arizki Fil Bahri seorang wartawan media online Data Riau di Natuna, melaporkan Ardi Wijaya salah seorang pengurus Persatuan Pemuda Anak Tempatan ke polisi, Jumat (14/2/2019).

Laporan Arizki diterima polisi dengan Nomor : STLP/14/II/2019/SPKT - Natuna.

Arizki melaporkan Ardi Wijaya lantaran telah melakukan pengancaman dengan mengajak berkelahi.

Ajakan kelahi oleh Ardi Wijaya itu ditenggarai rasa ketidaksenangan atas pemberitaan yang ditulis Arizki berjudul "Persatuan Pemuda Tempatan Natuna Silahturahmi Bersama Bupati" di media Data Riau.

Padahal, di mana - mana, siapapun orangnya pastilah senang jika kegiatannya, apalagi kegiatan pertemuan dengan kepala daerah diliput dan diberitakan oleh wartawan, tapi ini tidak malah sebaliknya, Harusnya mengucapkan terima kasih, tapi ini malah mengajak bertarung, ada apa ya?

Kronologisnya, menurut Arizki yang lebih akrap disapa Ari, pada Rabu 13 Februari 2019 sekitar pukul 22.00 Wib, Ardi bersama sejumlah rekan-rekannya menyambangi tempat tinggalnya, di Kantor DPC Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI) Natuna, Jalan Pramuka, Ranai, Natuna, Kepri.

Pintu kantor terdengar digedor-gedor. Melihat ada yang datang, dengan wajah kurang bersahabat, Ari membuka pintu dan  mengajak para tamu itu masuk, namun Ardi dan rekannya tidak mau lebih memilih berbincang di teras kantor.

Dari hasil perbincangan itu, Ari baru mengetahui apa tujuan kedatangan Ardi.

Kata dia, Ardi tidak terima dengan berita yang ditulisnya itu. Ardi tidak setuju jika pertemuan organisasinya dengan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, dipublikasikan.

"Dia mengatakan tidak terima berita dipublikasikan. Dia tampak emosi mengatakannnya. Bahkan Ia mengajak saya untuk berantam, satu persatu dengan Ardi dan rekan-rekannya," kata Ari kepada rekan media di Kantor AJOI Natuna.

"Rekan-rekan Ardi saat itu ada sekitar 4 atau 5 orang," sambung Ari.

Melihat ada gelagat tak beres saat itu, Ari mengaku hanya diam dan tak mau melawan. Kejadian itu juga sempat diketahui sejumlah warga sedang ngopi malam di Warung Mangga Dua, depan Kantor AJOI Natuna.

 "Saya melihat kejadian itu, tapi saya tak tahu apa masalahnya, waktu itu saya karena lagi nongkrong di Mangga Dua," ujar Bernad rekan korban.

Atas kejadian itu, Ketua DPC AJOI Natuna Roy Sianipar segera mengadakan rapat pengurus.

Dalam rapat pengurus, atas persetujuan DPD AJOI Kepulauan Riau diputuskan, Ari segera melapor kejadian tersebut pada Satreskrim Polres Natuna.

"Sudah saya diajak berantam, Ardi pun meminta menghapus berita silahturahmi organisasinya dengan Bupati Natuna," kata Ari, dalam rapat pengurus.

 "Jelas, saya tak mau hapus berita telah dipublikasi."tambahnya

Menurut Roy Sianipar, permasalahan Ari, sudah mengganggu AJOI Natuna. Sebab pengurus organisasi tak mau dipublikasi silahturahmi dengan Bupati Natuna itu, telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dihalaman kantor.

Apalagi dipermasalahkan hanya sebuah pemberitaan serimonial.

 "Dimana letak salah berita itu. Hanya berita silahturahmi, tak perlu dipermasalahkan," kata Roy.

Apalagi sambil mengancam meminta berita dihapus, jelas melanggar Undang-Undang Pers 40/1999," timpal Ari.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, BAB VIII Ketentuan Pidana, Pasal 18 ayat (1) tertulis, setiap orang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Pasal 4 ayat 2 tertulis, terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Ayat 3, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.(Ril)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?