Lima Kali Dijadwalkan, Terdakwa Eddy Sidang Perkara Dugaan Pelanggaran Kesehatan Tak Kunjung Dituntut Jaksa, Ada apa ya? - DINAMIKA KEPRI

Saturday, 16 February 2019

Lima Kali Dijadwalkan, Terdakwa Eddy Sidang Perkara Dugaan Pelanggaran Kesehatan Tak Kunjung Dituntut Jaksa, Ada apa ya?

  4 kali


Ilustrasi alat kosmestik ilegal tampa izin edar.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Eddy dengan nomor perkara 1118/Pid.Sus/2018/PN Btm, sidang perkara dugaan pelanggaran kesehatan, sampai saat ini tak kunjung dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jumat (15/2/2019).

Selain di sidang  pertama terdakwa tidak hadir, sidang tuntutan sudah 5 kali dijadwalkan, namun tak kunjung dilakukan oleh jaksa penunut Rumondang Manurung. Ada apa ya?

Akibat tak kunjung dituntut jaksa dan divonis majelis hakim, masa perpanjangan penahanan terdakwa akhirnya diperpanjang Hakim oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Batam, Dr. Syahlan, SH.,MH sejak  tanggal 19 Januari 2019 hingga tanggal 19 Maret 2019.

Untuk sidang agenda tuntutan selanjutnya dijadwalkan dan akan dilakukan pada hari Rabu tanggal 20 Febuari 2019 mendatang.

Terdakwa Eddy didudukan di kursi pesakitan diduga karena telah mengedarkan atau menjualbelikan produk kosmetik di wilayah indonesia tanpa memilki izin edar dari Badan POM RI sesuai dengan peraturan perundang-undangan yaitu pasal 106 ayat (1) undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. 

Kasus ini berawal sebelumnya pada hari Selasa tanggal 26 September 2017 sekitar pukul 11:30 Wib.   PPNS Balai POM RI datang melakukan pemeriksaan di Toko San’z House, di Jalan Mangga 1 No. 14 A, Baloi Blok II, Batu Selicin, Lubuk Baja, Batam, milik terdakwa.

Saat menyambang toko itu, Tim Balai POM mendapati pintu depan toko sekaligus rumah dan gudang itu, terlihat keadaan tertutup dan terkunci.

Tak mau balik arah tanpa hasil kerja, petugas BPOM kemudian memanggil Ketua RT setempat bernama William  dengan meminta agar memnhubungi pemilik rumah, beberapa menit kemudian RT itu menghubungi pemilik rumah, namun tidak diangkat Eddy.

Karena diduga kuat di rumah tersebut terjadi tindak pidana, petugas Balai POM akhirnya memutuskan untuk melakukan upaya paksa dengan membuka paksa pintu rumah dengan bantuan tukang kunci.

Pintu rumah Eddy pun dibongkar paksa disaksikan ketua RT tersebut. Setelah pintu dibuka, Petugas Balai POM didampingi RT lalu melakukan pemeriksaan di dalam rumah tersebut.

Setelah melakukan pemeriksaan, petugas Balai POM menemukan produk kosmetik yang tidak memiliki izin edar di lantai 1, 2 dan 3 rumah milik Eddy.

Produk kosmetik tersebut kemudian didata dan dilakukan penyitaan. Lalu sekitar pukul 12:00 Wib, Eddy datang, kemudian petugas Balai POM menunjukkan surat tugas dan menjelaskan tujuan pemeriksaan dan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan.

Dari hasil pemeriksaan itu, Balai POM menemukan sebanyak 78 item (merk) dengan sejumlah 8824 picis komistik berbagai merk tanpa izin edar, buku stok barang, buku penjualan sebanyak 4 buah, nota pembelian, nota penjualan dan Resi pengiriman penjualan secara online.

Untuk barang bukti komestik yang disita itu terdiri dari berbagai merek diantaranya, EZ Flow Super dry Top Coat American International, Ouseer,Beshyne Nail Gel USA, Keystone UV Gel Top Coat, OQO, Lina UV Top Coat, EZ Flow Q Monomer, Kutek tanpa label, Lina UV Gel, BSN Mirror Chrome, Honey Girl Soak off gel, Yangsheng Nail Polish Remover, CND Color Coat, Mexico, Supernail Buffing Cream American Intl Ind, EZ Flow A Polymer Powder USA, Honey Girl UV Gel Polish, Keystone UV Gel White, Eco Protein 2 Welcos Korea, L Glutathione Rose Korea, EZ Flow A Polymer Powder Clear USA, BSN P 23,  X & D UV Gel Polish, Lina Cleanser Plus, IBD Builder Gel USA, Lina Base Gel, Ibd Intense Seal USA, Ibd Prime Bonder USA, A.B.D Top Coat, Searo Nail Color Dry Spray Shenzen Sea Aerosol, Beshyne Nail, New Flow Nail Decoration, Gel Color OPI USA, Honey Girl Soak Off Gel Polish, Gelish Soak Off Gel Polish, Ez Flow Natural Nail Primer American Intl Ind, EZ Flow A Polymer Clear Powder USA, Keystone, EZ Flow Q Monomer, EZ Flow A Polymer Powder USA, Junyu Acrylic Remover, X & D UV Gel Polish Hitam, Eco Protein 1Korea, Jan Jing Acrylic Remover, Babygirl Polish Remover, EZ Flow Botol, Babygirl Gel Remover, Babygirl Acrylic Remover, O.P.I Nail Lacquer, Honey Girl 3D UV Gel, 212 pot, Be’ Shyne Top It Off, Hot Design Nail Art Pens, Gelish Soak Off Gel Polish Exito, Pembersih Kutek Tanpa Label, Honey Girl LED & UV Gel, 472 pot, Be Shyne UV Gel Prime Nail System, EZ Flow A Ploymer Powder Pink, Zhuzi Nail Polish, Cai Meng, Vini May, A.B.D Top Coat, Vinimay Painted Nail Gel, Vinimay LED UV Gel, OPI UV Gel Polish, X & D Nail Lacquer, Blume Shampoo Conditioner Germany, Blume Straight Hair Moisturising Spray Germany, Aitcon Motorcles, Blume Color Paste Germany, Hair Manicye, Chaoba Hair Treatment, Blume Regeneration Cream Germany, Legitime Intensive Trinexil Solution Korea, Legitime Deep Cleansing Shampoo Korea, DL Keratin Treatment Korea 576 Tube, Mugen Rich Volume Texture Korea, Scalp Hair Capsule Mask Korea 288 Tube, The M Curling Essence Koreas dan Legitime Scalp Air Tonic Korea.

Sedangkan untuk Estimasi barang bukti yang disita oleh PPNS Balai POM Batam itu, diperkirakan senilai lebih dari Rp 1 milyar.
 
Atas perbuatannya, terdakwa Eddy diancam pidana dalam pasal 197 undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?