Bawa Sabu Pekerja Gelper Disidangkan - DINAMIKA KEPRI.COM

Thursday, 21 February 2019

Bawa Sabu Pekerja Gelper Disidangkan

  Dibaca: 1 kali


Terdakwa Susi Susilawati (baju merah)  saat dikawal petugas Kejari Batam usai sidang di PN Batam, Kamis (21/2).

Dinamika Kepri, Batam - Meski terancam hukuman tinggi, terdakwa Susi Susilawati Sukmala Bin Tatang Rudiana kurir sabu dengan barang bukti seberat 425 gram yang juga pekerja Gelanggang Permainan (Gelper), kepada majelis hakim, tetap menolak untuk menggunakan jasa penasehat hukum untuk mendampinginya dipersidangan.

Meski berkali-kali ditawarkan majelis hakim dan mengatakan gratis, terdakwa tetap menolaknya.

"Terdakwa ini tuntutan hukumannya sangat tinggi. Kami menyarankan agar terdakwa didampingi penasehat hukum.  Jika tidak ada, kami akan menunjuk penasehat hukum untuk mendampingi suadara terdakwa, bagaimana? Gratis tidak dibayar karena dibayar negara, tapi itu hak terdakwa, tapi kami majelis menyarankannya," kata hakim Setyanto Hermawan yang memimpin sidang, Kamis (21/2/2019).

" Tidak usah yang mulia," jawab terdakwa Susi  memastikan.

Dari penolakan itu, sidang dakwaan terhadap terdakwa pun dilanjutkan oleh majelis hakim.

Terdakwa Susi didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan ancaman pidana pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Setelah pembacaan dakwaan, sidang lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi penangkap dan dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa.

Dalam perkara ini, 2 orang saksi penangkap petugas Asvec Bea Cukai Bandara Hang Nadim, dihadirkan.

Saksi Nurani Febrianti mengatakakan, terdakwa sebelumnya diamankan di Bandara Hadim Nadim Batam saat hendak pergi ke Surabaya.

Katanya, terdakwa diamankan saat melewati area Security Check Point (SCP). Tak hanya itu, saksi juga mengatakan telah merasa curiga dengan benjolan di celana terdakwa.

Meski benjolan itu disebut terdakwa waktu itu softek karena ia sedang menstruasi, namun setelah diperiksa, terdakwa kedapatan menyimpan dua bungkus plastik bening berisi kristal diduga sabu dibalut lakban disembunyikan di celana dalam terdakwa.

Dari temuan itu, untuk proses lebih lanjut, terdakwa lalu diserahkan ke Polresta Barelang. Atas keterangan saksi, terdakwa membenarkannya.

Kepada majelis hakim, terdakwa mengaku sabu itu bukanlah miliknya. Kata dia, sabu itu milik tantenya yang menyuruhnya untuk membawakannya ke Surabaya.

"Bukan punya saya. Itu punya tante Rehulina Sinulingga (DPO). Waktu itu kami sama-sama berangkat, tapi dia berhasil melarikan diri setelah melihat saya ditahan," kata terdakwa.

Kepada hakim, terdakwa yang mengaku pekerja di salah satu Gelper di Batam itu, tidak mengetahui akan dibayar berapa oleh tantenya, namun ia mengetahui apa resikonya jika ketahuan membawa barang haram itu.

Setelah usai melakukan pemeriksaan terdakwa, majelis hakim lalu menunda sidang satu minggu ke depan dengan agenda sidang tuntutan.

Terkait penolakan terdakwa memakai jasa penasehat hukum untuk mengawal sidangnya, ketika dikonfirmasi awak media ini, terdakwa tidak mau menjawabnya, namun seorang kerabat terdakwa kepada media ini mengatakan, terdakwa takut karena tidak punya uang untuk membayarnya.

Tak hanya itu, terdakwa yang mengaku janda anak satu itu, juga terlihat senyum-senyum seperti tidak ada beban saat digiring petugas ke dalam sel tahanan.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...