Tiga Terdakwa Sidang Perkara Perlindungan Pekerja Migran Divonis 2 Bulan Penjara - DINAMIKA KEPRI

Thursday, 10 January 2019

Tiga Terdakwa Sidang Perkara Perlindungan Pekerja Migran Divonis 2 Bulan Penjara

  4 kali


Suasana sidang putusan ketiga terdakwa di PN Batam, Kamis (10/1).

Dinamika Kepri, Batam - Tiga terdakwa Abdul Wahap, Mohammad Makrub dan Agus Sholehuddin sidang perkara tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, masing-masingnya divonis 2 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, Kamis (10/1/2019).

Dalam amar putusan, majelis hakim yang diketaui hakim Setyanto Hermawan didampingi hakim Taufik Abdulah Nenggolan dan hakim Jasael, ketiga terdakwa dinyatakan terbukti bersalah sebagaimana diatur di dalam pasal 81 Jo pasal 69 undang-undang No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan pekerja Migran Indonesia Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Putusan vonis 2 bulan penjara tersebut, yakni sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) jaksa pengganti Friesti Gina menggantikan jaksa Susanto Martua sudah pindah tugas ke Lingga.

Terhadap putusan itu, kepada majelis hakim, ketiga terdakwa mengatakan menerima vonis tersebut.

"Terima yang mulia," jawab para terdakwa yang tidak ditahan selama persidangan itu.

Begitu juga dengan jaksa penuntut, menjawab menerima.

" Terima yang mulia," jawab jaksa.

Sebelumnya, Abdul Wahap, Mohammad Makrub dan Agus Sholehuddin ditangkap Polairud pada tanggal 23 Desember 2017 di lantai II Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam sekitar pukul 14:00 WIB saat menuntun para pekerja migran, Yayat, Ismail, Nuraeni, Asmawi, Rika Asriana, Titin Sumarni, Nining dan Rehulina Barus mengantri masuk ke Kapal.

Sedangkan Aceng sendiri selaku penjemput para Pekerja migran dari Bandara Hang Nadim, sampai saat ini, masih Dalam Pencarian Orang (DPO).

Ketiganya ditangkap polisi karena melakukan percaloan pembelian tiket para pekerja migran dengan mengambil keuntung Rp 30 ribu pertiketnya dengan cara membeli tiket Rp 220 ribu ke agen resmi dan menjualnya kembali ke pekerja migran seharga Rp 250 ribu.

Dari penangkapan itu, kemudian ketiganya dan barang bukti berupa uang dan paspor para pekerja migra ke Malaysia itu, dibawa ke kantor polisi untuk penyidikan lebih lanjut.

Adapun yang memberatkan para terdakwa tersebut yakni karena tidak memiliki Surat Izin Perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia dari Menteri (SIP3MI),  karena selaku orang perseorangan tidak dibenarkan menempatkan pekerja migran Indonesia untuk bekerja diluar negeri tanpa ada izin resmi dari Pemerintah.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?