Meski Sudah Dimutasi, Mantan Wakil Ketua PT Pekanbaru Masih Ditunjuk Tangani Perkara Baru Banding Terdakwa Erlina - DINAMIKA KEPRI.COM

Thursday, 10 January 2019

Meski Sudah Dimutasi, Mantan Wakil Ketua PT Pekanbaru Masih Ditunjuk Tangani Perkara Baru Banding Terdakwa Erlina

  Dibaca: 1 kali


Dinamika Kepri, Batam - Menurut penelusuran awak media ini situs Badilum milik Mahkamah Agung RI, meski sudah dimutasi ke Pengadilan Tinggi (PT) Banten sejak tanggal 27 November 2018 lalu, mantan Wakil Ketua PT Pekanbaru, Syafrullah Sumar ternyata masih menyidangkan perkara baru yakni perkara banding terdakwa Erlina dari Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Menurut data di SIPP PT Pekanbaru, berkas memori banding terdakwa Erlina didaftarkan pada tanggal 27 Desember 2018 dan penetapan majelis hakimnya ditetapkan pada tanggal 4 Januari 2019 yang mana hakim Syafrullah Sumar adalah salah satunya.

Tak hanya menjadi ditunjuk menjadi majelis hakim di No. Perkara 396/ PID.B/ 201 8/ PT PBR  itu, Syafrullah Sumar juga menjadi ketua majelis didampingi 2 anggota hakim Herman Nurman dan hakim Heri Susanto.

Sedangkan untuk panitera banding pengganti dalam perkara dugaan penggelapan dalam jabatan kerugian bunga uang Rp 4 juta di BPR Agra Dhana ini yakni digawangi oleh Panitera Muda (Pamud) Perdata Ratnayani yang selama ini ikut menandatangani surat pengantar penetapan perpanjangan penahanan terdakwa Erlina dari PT Pekanbaru.

Apa istimewanya perkara Erlina ini ? Kerugian yang dituduhkan pelapor Bambang Herianto yang telah kabur entah kemana itu hanya Rp 4 juta, itupun kerugian bunga bukan pokok.

Pertanyaan kenapa harus Wakil Ketua PT yang sudah dimutasi yang harus menyidangkannya?

Tentu pertanyaan tersebut timbul dibenak hati setiap yang mengetahui kelanjutan sidang perkara banding ini.

Pantuan awak media ini selama persidangan di PN Batam, hakim yang akan mutasi biasanya masih tetap melakukan sidang, tapi itu untuk menyelesaikan sidang perkara sebelumnya, bukan untuk menyidangkan perkara yang baru.

Terkait komposisi hakim Banding Erlina, apakah ada tujuan lain? Apakah karena yang melaporkannya dari pihak "Bank" ? Atau bagaimana?

Untuk jawaban dari semua rasa penasaran itu, tentunya tidak bisa dijawab oleh manusia, sebab hanya Tuhan yang kuasa yang bisa mengetahuinya.

Sebelumnya saat terdakwa sidang di PN Batam, Hakim Mangapul menggugurkan dakwaan jaksa penuntut   yang mendakwa Erlina dengan pasal alternatif yakni pasal Perbankan.

Meski pasal yang digunakan jaksa digugurkan, namun hakim Mangapul tetap memvonis terdakwa bersalah dengan menggunakan pasal penggelapan dalam jabatan.

"Sesuai dengan ketentuan pasal 63 ayat (2) KUHPidana disebutkan, jika suatu perbuatan yang masuk dalam suatu aturan pidana yang umum, diatur pula dalam aturan pidana yang khusus, maka hanya yang khusus itulah yang diterapkan. Ketentuan ini sesuai dengan Asas Hukum Lex Spesialis Derogat Lex Generalis," kata Penasehat Hukum terdakwa, Manuel P Tampubolon.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...