Sidang Kasus Solar di PN Batam jadi Perhatian, Pelangsir di Sidang, Tapi Bosnya Bebas Berkeliaran - DINAMIKA KEPRI

Friday, 25 January 2019

Sidang Kasus Solar di PN Batam jadi Perhatian, Pelangsir di Sidang, Tapi Bosnya Bebas Berkeliaran



Saat penangkapan beberapa waktu lalu, Polisi tengah memeriksa isi bagasi mobil pengangkut BBM Solar di Batam. (F/Ist)

Dinamika Kepri, Batam - Modus pencurian solar menggunakan kartu Brizzi dari BRI untuk membeli Bahan Bakan Minyak (BBM) solar ke SPBU bersubsidi marak di Batam, kendati marak, namun para dalangnya atau aktor utamanya, tidak ditangkap alias DPO.

Meski ada yang ditangkap, tapi hanya pekerjanya saja, sedangkan bosnya tidak, anggota atau suruhan yang ditangkap diduga hanya sebagai ditumbal dari permasalahan itu.

Pantuan awak media ini, itu terungkap saat dipersidangan terdakwa Cipto Erianto Hutagalung di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (18/12/2018) lalu.

Saat pemeriksaan keterangan terdakwa Cipto Erianto Hutagalung mengatakan, ia mendapat tugas dari Alexander Moris Manalu (DPO).

Ia dibekalinya dengan 30 kartu Brizzi dan mobil Toyota Corolla yang sudah dimodifikasi dengan tangki tambahan di bagasi belakang mobil.

Modifikasi tanki mobil dilakukan katanya supaya bisa menampung lebih solar ketika diisi, yang mana satu tangkinya bisa memuat 236,95 liter BBM solar.

Kepada hakim diterangkannya, aksi itu sudah berlansung sejak September 2018.

Untuk mengisi solar ia berkeliling di SPBU BatuAji, SPBU Tanjunguncang, SPBU Paradise, SPBU Tiban III dan berakhir di SPBU Vitka Tiban Ayu.

Akunya, setiap SPBU, ia membeli solar menggunakan Brizzi dengan jumlah maksimal 30 liter.

Diketahui, untuk 1 kartu Brizzi, pembeli hanya dapat membeli 30 liter dalam sehari, sesuai SK Wali Kota Batam No.201/2011 Puskopkar.

Hal yang sama juga dilakukan terdakwa Alberd. Terdakwa mengakui ia dibakali terdakwa 27 kartu Brizzi dan mobil Toyota Corolla yang juga sudah modifikasi.

Dalam kesaksiannya, dari DPO ia mendapatkan upah Rp 300 ribu.

Sebelumnya, kedua terdakwa tersebut diamankan polisi di SPBU Vitka.

Anehnya, walaupun Alexander Moris Manalu bos pemain minyak solar dijadikan DPO, namun kenyataanya dia (Alexander Moris) diduga masih berkeliaran di Batam, seakan tidak tersentuh hukum yang berlaku di negara ini.

"Menurut infonya, Alexander Moris Manalu itu ada di Batam. Harusnya ditangkap juga, jangan cuma dijadikan DPO, kasihan kedua terdakwa itu, mereka hanya suruhan yang mengharapkan imbalan," ujar seseorang yang tak mau disebutkan namanya, Jumat (25/1/2019) sore.

Sedangkan untuk kedua terdakwa, pekan depan, akan menjalani sidang tuntutan.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?