Sia-sia, Gedung Pasar Rakyat Senilai Rp 1,8 Miliar di Tiban Kampung Jadi Sarang Nyamuk - DINAMIKA KEPRI.COM

Thursday, 10 January 2019

Sia-sia, Gedung Pasar Rakyat Senilai Rp 1,8 Miliar di Tiban Kampung Jadi Sarang Nyamuk

  1 kali


Kondisi Gedung Pasar Rakyat Tiban Kampung, Sekupang, Batam, Rabu (9/1/2019).

Dinamika Kepri. Batam – Kurang lebih 2 tahun, Gedung peruntukan pasar rakyat tradisional  yang dibangun parmanen di Kelurahan Tiban Kampung, Sekupang, Batam, Kepri, terlihat menjadi sarang nyamuk, karena sampai saat ini bangunan itu tak kunjung dimaamfaatkan, Rabu (9/1/2019).

Akibat tak dimaafaatkan sesuai fungsinya, kondisi bangunan yang dibangun dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 1,8 miliar pada tahun 2016 itu, terlihat sudah sangat memprihatinkan, karena selain lantai bangunan sudah retak-retak, dinding bangunan juga dihiasi coret-coratan dari tangan-tangan jahil, sehingga kondisi bangunan tersebut terkesan kumuh tidak terurus.

Terkait hal itu, Rabu (9/1/2019) siang, awak media ini mencoba ingin mempertanyakannya ke Lurah Tiban Kampung, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Firman Hidayat, SE, namun saat disambangi ke kantornya, Lurah tersebut sedang tidak berada di tempat.

Menurut pegawai di kelurahan itu, katanya Lurah sedang melakukan sosialisasi gedung pasar itu kepada para pedagang yang ada Tiban Kampung.

“Bapak dari mana? Oh, kebetulan pak Lurah sedang sosialisasi gedung pasar ke pedangang di Gedung serbaguna Tiban Kampung. Kalau mau, langsung saja ke sana,” kata pegawai itu menganjurkan.

Meski sudah disambagi ke tempat sosialisasi itu, awak media tidak bisa mendapatkan jawaban karena yang bersangkutan dan pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kota Batam saat itu, sedang membahas soal gedung pasar rakyat tersebut dengan pedangang para pedagang pasar pagi yang ada di Tiban Kampung.

Sebelumnya, pihak pengambil kebijakan dalam pembangunan gedung pasar rakyat itu adalah  di bawah wewenang Rudi Sakyakirti yang saat itu tahun 2016 ia sebagai Plt Kepala Dinas Perindustrian, Disperindag ESDM Kota Batam.

Sedangkan saat ini, Rudi Sakyakirti sendiri telah ditunjuk Walikota Ratam menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam.

Ada dugaan dengan telah menjabat sebagai Kadisnaker Kota Batam, ia telah melepaskan tanggung jawabnya mengenai permasalahan yang terjadi pada pembangunan gedung pasar rakyat tersebut.

Menurut informasi dari masyarakat setempat, katanya bangunan pasar rakyat itu belum rampung sepenuhnya, karena meja-meja untuk tempat berjualan belum ada.

 “Meja tempat berjulannya saja  tidak ada, makanya pedagang tidak mau pindah ke sana,” katanya.

Tak hanya itu, bangunan yang dibangunan oleh CV. Sonica Jaya itu, juga dibangun diduga tidak sesuai dengan Besteknya, sehingga kondisi bangunan itu lantainya terlihat retak-retak.

"Dari pantuan saya selama ini sejak bangunan itu didirikan, memang tidak sesuai dengan besteknya dan tidak sesuai Standart Nasional Indonesia (SNI). Contoh kecilnya saja,tanah itukan dulunya banyak sampah, kalau menurut besteknya, itu sampahnya harus digali dibuang, diganti dengan tanah bouksid, tetapi saya lihat itu tidak ada, tapi sampah itu ditimpa begitu saja, makanya sekarang lantainya itu jadi retak-retak. Mungkin sebentar lagi bangunan akan runtuh itu," kata Muchlis warga setempat yang juga mengaku seorang aktivis pemerhati lingkungan hidup (LKKHI).

Selain itu, dari penelesuran awak media ini, CV. Sonica Jaya selaku kontraktor atau pemenang tender proyek membangun gedung itu, juga tidak lagi berkantor seperti di alamat yang dicantumkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemko Batam.

Kesannya sia-sia, gedung itu dibangun dengan biaya mahal, tapi tidak difungsikan sesuai kegunaannya, akibatnya gedung itu saat ini menjadi sarang nyamuk.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?