Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Tua ini Divonis 12 Tahun Penjara - DINAMIKA KEPRI

Wednesday, 30 January 2019

Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Tua ini Divonis 12 Tahun Penjara

  4 kali


Warneri alias Uwak Heri (baju merah) usai menjalani sidang putusan di PN Batam, Rabu (30/1/2019).

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Warneri alias Uwak Heri pelaku cabul terhadap anak di bawah umum, divonis 12 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (30/1/2019).

Oleh majelis hakim yang diketuai hakim Efrida Yanti didampaingi hakim Mangapul Manalu dan hakim Jasael Manulang, dalam amar putusan, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 81 ayat(1) UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Terdakwa terbukti bersalah dengan menjatuhi hukuman 12 tahun penjara denda  Rp100 juta subsidair selama 6 bulan kurungan penjara, dengan hukuman dikurangi selama masa penahanan," baca hakim Afrida Yanti dalam amar putusan.

"Apabila tidak terdakwa tidak membayar denda, maka hukuman terdakwa ditambahkan 6 bulan penjara," sambung hakim Afrida Yanti.

Terhadap putusan itu, didampingi penasehat hukumnya Eliswita dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH), usai melakukan kordinasi, kepada majelis hakim, terdakwa mengatakan, pikir-pikir.

Hukuman yang dijatuhkan terhadap terdakwa yakni lebih berat 2 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya yang menutut terdakwa 10 tahun penjara denda  Rp100 juta subsidair selama 6 bulan kurungan penjara.

Mendengar terdakwa menyatakan pikir-pikir, Rumondang Manurung jaksa pengganti Samsul Sitinjak, kepada hakim juga mengatakan, pikir-pikir.

Sebelumnya Warneri alias Uwak (61) ditangkap polisi pada bulan Juni 2018 malam di Ruli Jalan Lumba-Lumba KK No.3 Kelurahan Sei Jodoh Kecamatan Batuampar, Batam, Kepri.

Warneri alias Uwak yang sudah berumur lanjut itu ditangkap karena melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD).

Sebelumnya kepada media ini, menurut orang tua korban, aksi pencabulan itu sudah berlangsung cukup lama, namun si korban sebut saja Bunga, tidak mau melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya, karena takut selalu diancam oleh pelaku.

Ketua Komisioner KPAI Daerah Wilayah Kepri, Erry Syharial
"Kejadiannya sudah cukup lama berlangsung. Tetapi anak saya itu tidak mau mengatakannya pada kami orang tuanya. Kami mengetahuinya dari tetangga. Bahkan sebelum kelakukan pelaku terbongkar, saya pernah curiga padanya, sebab pelaku pernah datang ke sekolah anak saya, pas saya tanya waktu itu, katanya ia sedang dikejar buser dari Polresta Barelang karena ia suka mengisap ganja. Itu alasannya wakti itu, namun setelah ketuahuan begini, ternyata ia waktu itu mau menjemput anak saya," ucap ayah korban waktu itu, saat memantau jalannya sidang terdakwa di PN Batam, sedih bercampur kesal.

"Kurang ajar dia itu, percuma kami sudah kenal lama, tapi anak saya digituan juga. Padahal hari-hari dia duduk di warung saya, bahkan anak saya itu, sudah menganggap sebagai kakek, tapi dia tega melakukannya," tutupnya.

Terkait hukuman 12 tahun itu, Ketua Komisioner KPAI Daerah Wlilayah Kepri,  Erry Syharial yang selalu hadir memantau jalannya proses persidangan tersebut, kepada media mengatakan, mengapresiasi majelis hakim yang telah menjatuhkan vonis lebih tinggi dari tuntutan JPU terhadap pelaku.

"Saya mengapresiasi majelis hakim yang telah menjatuhkan hukuman lebih tinggi dari tuntutan jaksa. Harus begitu, supaya ada efek jeranya dan pembelajaran bagi lain. Terima kasih buat majelis hakimnya," katanya.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?