Pekerja Gelper Akui Hokki Bear Game Lakukan Praktek Judi - DINAMIKA KEPRI.COM

Monday, 21 January 2019

Pekerja Gelper Akui Hokki Bear Game Lakukan Praktek Judi

  Dibaca: 1 kali


Suasana sidang pemeriksaan saksi dan terdakwa terkait Gelper Hokki Bear Game, di PN Batam, Senin (21/1/2019).

Dinamika Kepri, Batam - Sembilan terdakwa tujuh pekerja Gelper, Jhon Paul Pangihutan Pasaribu, Fitri Ade Ayu Rosanti, Yesi Oktafiani, Febrioyunaldi, Yanto, Teriwinta Sembiring, Suyudin dan dua pemain, Yudi Hermanto, Sinta Narici, saat pemeriksaan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, kepada majelis hakim mengakui bahwa di lokasi arena Gelper Hokki Bear Game lantai II Mall Top 100 Tembesi, Batam, ada praktek judinya.

Tak hanya dari pengakuan para terdakwa, dua saksi penangkap dari   Ditreskrimum Polda Kepri, juga membenarkannya, kepada  hakim mengatakan, di Gelper tersebut didapati ada unsur judi.

"Ada unsur judinya, kalau pemain menang, kredit dicansel dan bisa ditukarkan ke uang," kata saksi, Senin (21/1).

Begitu juga terdakwa Teriwinta Sembiring yang mengaku berperan sebagai petugas tukar kredit ke uang di Gelper tersebut, membenarkannya.

Baca jugaSembilan Terdakwa Judi Gelper Hokki Bear Tembesi Disidangkan

Tak hanya itu, mengenai siapa pemilik Gelper itu, hakim juga berulang kali menanyakannya, baik ke saksi penangkap maupun kepada para terdakwa.

"Tidak tahu yang mulia," jawab saksi.

Diduga merasa penasaran, hakim terus mempertanyakan siapa pemilik Gelper itu ke terdakwa Jhon Paul.

Karena ditanya berulang kali, pengawas Gelper Hokki Bear Game itu akhirnya mengakui bahwa pemiliknya bernama SE.

Begitu juga dengan terdakwa Fitri Ade yang berperan sebagai kasir, kata dia, ia di gaji oleh SE.

Terkait barang bukti uang Rp 56 juta yang diamankan polisi dari kasir Gelper itu, ketika ditanya hakim ada di mana, Jaksa Rumondang Manurung menjawab, ada tapi tidak ditunjukan kepada hakim.

Lalu, setelah usai mendengarkan pengakuan dari para terdakwa, majelis hakim yang diketuai hakim Setyanto Hermawan didampingi hakim Marta dan hakim Chandra, menunda sidang satu minggu ke depan dengan agenda untuk pembacaan tuntutan.

Dalam perkara ini, di dalam dakwaan jaksa penuntut sebelumnya, para terdakwa ini didakwa dengan ancaman pidana pasal 303 ayat (1) ke 2 KUHP tentang perjudian.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...