Dikenakan Dakwaan Ketiga, Terdakwa J.Rusna Dituntut Jaksa 1 Tahun 6 Bulan Penjara - DINAMIKA KEPRI

Tuesday, 29 January 2019

Dikenakan Dakwaan Ketiga, Terdakwa J.Rusna Dituntut Jaksa 1 Tahun 6 Bulan Penjara

  4 kali


Terdakwa J.Rusna.
Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa J.Rusna Direktur PT. Tugas Mulia, perkara dugaan tindak pidana yang sebelumnya didakwa dengan pasal Perdagangan Orang (TPPO) dituntut 1 tahun 6 bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan penjara dikurangi selama masa penahanan.

Pembacaan tuntutan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Pangaribuan saat sidang agenda tuntutan tardakwa di Pengadilan Negeri (PN), Selasa (29/1).

Baca juga: Di sidang Terdakwa Paulus, Ibu Korban dan Direktur PT. Tugas Mulia Bersaksi

Oleh JPU, terdakwa J.Rusna dinyatakan terbukti bersalah melanggar dakwaan ketiga sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 88 Jo Pasal 76 I Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terhadap tuntutan itu, setelah melakukan kordinasi dengan penasehat hukumnya, kepada majelis hakim yang diketuai hakim Marta, terdakwa meminta agar hukumannya diringankan.

Baca jugaPertanyakan Kasus Direktur PT Tugas Mulia, 8 Organisasi "Safe Migran" Datangi Subdit IV PPA Polda Kepri

"Saya bersalah yang mulia, mohon hukuman saya diberikan keringanan," pinta terdakwa.

Setelah mendengarkan permintaan terdakwa, sidang kembali ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada hari Rabu tanggal 6 Frebuari 2019 mendatang dengan agenda pembelaan terdakwa.

Sebelumnya JPU mendakwa terdakwa J.Rusna dengan ancaman pidana dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 17 undang – undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini terungkap di mana setelah 8 organisasi kemanusia di Batam yang tergabung dalam "Safe Migran" yakni KKPPMP, Yayasan Embun Pelangi, Rumah Faye, Dunia Viva Wanita, Lintas Nusa, Libak, Gerhana dan P2TP2A melaporkannya ke Polisi.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?