Di Duplik PH Dorkas Lominori Tetap Tolak Dakwaan JPU, Apa Kata Hakim? Besok Sidang Putusannya - DINAMIKAKEPRI.COM

Wednesday, 9 January 2019

Di Duplik PH Dorkas Lominori Tetap Tolak Dakwaan JPU, Apa Kata Hakim? Besok Sidang Putusannya

  4 kali

Suasana sidang terdakwa Dorkas Lominori di PN Batam, Rabu (9/1/2019) sore.
Dinamika Kepri, Batam - Sidang lanjutan terdakwa Dorkas Lominori dengan nomor perkara 882/Pid.B/2018/PN Btm, sidang perkara dugaan penipuan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (9/1/2019).

Sama seperti di nota pembelaan (pledoi) di dalam nota duplik, Penasehat Hukum (PH) Dorkas Lamenori, Kaspol Ibrahim, Netty Manik dan Sofumboro Laia, tetap menolak semua dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Frihesti Putri Gina.

Selain menolak semua dakwaan, kepada majelis hakim PH Dorkas Lominori juga meminta agar memutuskan perkara dugaan penggelapan itu dengan seadil-adilnya.

Adapun kesimpulan isi dari nota duplik tersebut menyatakan bahwa terdakwa tidak terbukti bersalah dalam perkara dugaan penipuan tersebut .

Tak hanya itu sebelum agenda sidang duplik berakhir, kepada majelis hakim yang diketuai hakim Yona Lamerosa Ketaren didampingi hakim Taufik Abdul Halim dan hakim Rozza El Afrina, terdakwa Dorkas juga kembali menyatakan, kalau dirinya tidak bersalah dalam itu.

"Demi Tuhan yang mulia, saya tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan," ucap Dorkas memastikan.

Setelah mendengar penegasan dari terdakwa, majelis hakim lalu menunda sidang dan menjadwalkan sidang agenda putusannya besok pada hari Kamis 10 Januari 2019.

"Karena semua sudah selesai, maka untuk sidang agenda duplik ini kita tutup, dan sidang agenda putusannya akan dilakukan besok hari Kamis 9 Januari 2019," ucap hakim Yona.

Dalam perkara ini, Dorkas Lominori dijadikan terdakwa karena diduga melakukan penipuan uang pembelian lahan sejumlah ratusan juta dari Hartono.

Dalam perkara ini, sebelumnya JPU mendakwa terdakwa dengan pasal pidana tentang penipuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHPidana atau kedua pasal 372 KUHPidana tentang penggelapan.(Ag)


Editor: Agus Budi Tambunan.

Apa reaksi anda tentang artikel ini?