Andi Irawan Pemosting Ujaran Kebencian Terhadap Kepolisian di FB Dituntut 7 Bulan Penjara - DINAMIKA KEPRI

Thursday, 17 January 2019

Andi Irawan Pemosting Ujaran Kebencian Terhadap Kepolisian di FB Dituntut 7 Bulan Penjara

  4 kali


Terdakwa Andi Irawan usai menghadiri agenda sidang tuntutan di PN Batam, Rabu (16/1/2019) sore.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Andi Irawan Bin Mochtar diduga pemosting ujaran kebencian yang menyinggung instansi Kepolisian Republik Indonesia di grup Facebook (FB) P4WB “Bakti Bumi Madani”  dituntut jaksa 7 bulan penjara, dan meminta agar terdakwa untuk segera ditahan.

Tuntutan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsul Sitinjak menggantikan jaksa Ryan Anugrah dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (16/1/2019).

Dalam tuntutan itu, terdakwa Andi Irawan dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 45 ayat (3) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 Jo Pasal 27 ayat (3) UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Terhadap tuntutan itu, kepada majelis hakim yang diketuai hakim Chandra, terdakwa yang tidak ditahan selama proses persidangan itu mengatakan,  akan melakukan pembelaan.

Lalu, sebelum menunda sidang ke agenda berikutnya pada tanggal 23 Januari 2019 mendatang, dalam sidang terbuka untuk umum itu, hakim Chandra juga mengingatkan, katanya agar tidak terjerat pidana UU ITE, harus bijak dan hati-hati dalam menggunakan media sosial.

Sebelumnya, terdakwa diamankan polisi
pada hari Minggu tanggal 13 Mei 2018 di Perumahan Buana Vista, Belian, Batam Kota, Batam, Kepri.

Ia diamankan karena diduga telah dengan sengaja menyebarkan ujaran kebencian yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap instansi Kepolisian dengan menshare link sebuah berita lama dari Detik News tertanggal 08 Juni 2016 yang berjudul “Polri ajukan tambahan Rp 1,9 T untuk pemberantasan Terorisme”.

Lalu di dalam unggahan (upload) atau postingan tersebut, terdakwa juga mengetikkan status “Bentrok Mako Brimob dan Bom Surabaya menghasilkan ini.Fahamkan?" dengan mengakhiri hashtag #2019GantiPresiden, dan mensharenya ke group FB P4WB.

Setelah postingan update, anggota polisi yang membacanya pun merasa kecewa apalagi dihubungkan dengan berita bom kejadian di Surabaya.

Postingan itu dinilai telah menjatuhkan martabat Kepolisian Negara Republik Indonesia, sehingga para polisi yang membaca postingan itu pun membuat pengaduan, dan mengamankan Andi Irawan untuk proses hukum.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?