Selain Oknum Lapas Diduga Ingin Bermain-main, Surat Penetapan Perpanjangan Penahanan Erlina dari PT juga Terkesan Janggal - DINAMIKAKEPRI.COM

Monday, 31 December 2018

Selain Oknum Lapas Diduga Ingin Bermain-main, Surat Penetapan Perpanjangan Penahanan Erlina dari PT juga Terkesan Janggal

  4 kali

Surat penetapan perpanjangan penahanan terdakwa Erlina dari Pengadilan Tinggi Pekanbaru.

Dinamika Kepri, Dinamika Kepri - Oknum pegawai Lapas Perempuan Kota Batam, diduga ingin bermain-main dengan masa penetapan perpanjangan penahanan terdakwa Erlina. Dugaan itu dilakukan dengan cara membohongi pihak keluarga terdakwa.

"Erlina tetap ditahan karena surat penetapan perpanjangan penahanan terdakwa Erlina selama 60 hari dari PT sudah kami terima tanggal 14 Desember 2018 lalu, dan pihak keluarga terdakwa pun sudah kami beritahukan soal itu. Kalau pengacaranya mau ambil suratnya, silahkan saja," jawab Agustina Kasi Pembinaan Lapas Perempuan Kota Batam saat dikonfirmasi awak media ini melului selularnya, Minggu (30/12) siang.


Katanya pihak Lapas sebelumnya telah memberitahukan tentang adanya surat penetapan perpanjangan penahanan  Erlina selama 60 hari dari Pengadilan Negeri (PT) Pekanbaru, padahal nyatanya tidak ada.

"Kapan pula disampaikan, itu tidak benar. Tiap hari saya jenguk istri ke Lapas, dan seingat saya, mereka tidak pernah ada menyampaikannya ke saya," kata Hendrik suami terdakwa Erlina singkat saat dikonfirmasi awak media ini.

Menurutnya, ia juga baru tahu soal adanya penetapan perpanjangan penahanan kedua dari PT Pekan Baru itu, karena selama melakukan rutinitas menjenguk istrinya ke Lapas, terdakwa Erlina pun tidak pernah membicarakan soal perpanjangan penahanan itu kepadanya.


"Kalau memang ada disampaikan, pasti istri saya akan memberitahukannya kepada saya," tutupnya.

Mengingat masa penahanan terdakwa Erlina selama 30 hari ditingkat banding pertama yang sudah berakhir sejak pada tanggal 30 Desember 2018 pukul 00:00 Wib yang lalu, harusnya terdakwa sudah dikeluarkan dari sel tahanan, namun itu tidak dilakukan oleh Mulyani Kalapas Perempuan Kota Batam.

Saat ini, terdakwa Erlina perkara dugaan penggelapan dalam jabatan di Bank BPR Agra Dhana dengan kerugian Bunga uang Rp 4 juta yang sebelumnya menolak (banding=red) putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, sampai saat ini masih tetap ditahan.

Penahanan itu dilakukan oleh Kalapas menggunakan surat penetapan perpanjangan penahanan kedua selama 60 hari oleh PT Pekan Baru yang terkesan sangat janggal.

Kejanggalan itu terlihat karena surat penahanan terdakwa Erlina tidak dilegalisir oleh PN Batam.


Dan parahnya lagi, dilembaran surat penetapan itu dibuat oleh 2 pejabat berbeda di PT Pekanbaru, ada Pelaksana Harian (Plh) Ketua PT dan ada Wakil Ketua PT.

Surat penahanan Erlina dikeluarkan pada tanggal 14 Desember 2018, dengan bunyi setelah membaca surat berkas perkara banding terdakwa Erlina. Padahal sampai tanggal 18 Desember 2018, berkas banding Erlina belum sampai ke PT Pekanbaru.

"Tanggal 18 Desember 2018 yang lalu saya sudah ke PT Pekanbaru untuk mengecek berkas itu, dan kata petugas SIPP PT Pekanbaru, berkas itu belum sampai ke mereka, kalau berkas banding belum sampai, lantas apanya yang dibaca?," kata Manuel P Tampubolon penasehat hukum terdakwa, penasaran.

Ada dugaan surat itu salah ketik, karena dalam surat menyurat terkait penahanan terdakwa Erlina, sudah terbiasa yang namanya salah ketik. Oknum yang salah ketik, orang lain yang menderita.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?