Friday, 14 December 2018

Ketua Bawaslu Batam: Walikota tidak Bersalah

  1 kali

Saat Konfrensi Pers di Kantor Bawaslu Kota Batam, Jumat (14/12/2018).

Dinamika Kepri, Batam - Terkait laporan HA ke Bawaslu yang sebelumnya menduga Wali Kota Batam H.M Rudi dan anggota DPR RI Nyat Kadir dari Partai Nasdem telah melakukan pelanggaran terhadap aturan undang-undang Pemilu dengan melakukan money politik, dijawab Bawaslu ternyata tidak terbukti.

"Terkait laporan saudra HA mengenai dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh Wali kota Batam dan Nyat Kadir, setelah diperiksa, tidak terbukti dan tidak ada usur yang dilanggar," kata Reza Saylendra, Ketua Bawaslu Kota Batam memastikan saat melakukan konfrensi pers, Jumat (14/12/2018).

Ia juga mengatakan, dari hasil laporan yang sudah yang masuk ke Bawaslu dan hasil pemeriksaan, baik pelapor dan terlapor maupun saksi-saksi bahkan sudah diplenokan dan hasilnya, tidak ditemukan adanya pelanggaran Pemilu.

"Hasil rapat Pleno Bawaslu menyatakan bahwa Walikota Batam H.M Rudi dan Nyat Kadir tidak terbukti. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada unsur melakukan pelanggaran Pemilu seperti yang dilaporkan saudara HA ke Bawaslu," tutupnya.

Sebelumnya pada hari Selasa tanggal 19 November 2018,  Walikota Batam dan Nyat Kadir melakukan pertemuan dengan masyarakat Sei Beduk dalam program penerimaan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Aula MPH Batamindo, Mukakuning, Batam.

Saat itu pelapor HA melihat kedua pejabat diduga melakukan kampanye terselubung dengan membagi-bagikan uang (money politik) kepada masyarakat dan melaporkannya ke Bawaslu Kota Batam.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?