Dituntut 2 Tahun, Andi Arwis Divonis 1 Tahun Penjara - DINAMIKAKEPRI.COM

Thursday, 13 December 2018

Dituntut 2 Tahun, Andi Arwis Divonis 1 Tahun Penjara

  4 kali

Andi Arwis Bin Daeng.
Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Andi Arwis Bin Daeng Paranai, Nakhoda kapal KM Jasa Tania GT 29 sidang perkara tentang kejahatan pelayaran yang sebelumnya dituntut jaksa Mega Tri Astuti 2 tahun penjara denda Rp 25 juta subsidier 2 bulan kurungan penjara, divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 15 juta subsidier 1 bulan kurungan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu, (12/12/2018).

Vonis yang dijatuhkan hakim terhadap terdakwa itu lebih ringan 1 tahun dari tuntutan jaksa penunut.

Oleh majelis hakim yang diketuai hakim Syahlan, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar melanggar pasal 323 ayat (1) Jo pasal 219 ayat (1) undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

"Menyatakan terdakwa Andi Arwis Bin Daeng Paranai diatas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Nahkoda yang berlayar tanpa memiliki Surat Persetujuan Berlayar yang dikeluarkan oleh Syahbandar dengan menjatuhkan pidana  penjara selama 1 tahun, dan pidana denda sebesar Rp.15 juta dengan ketentuan, apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan penjara," baca Hakim dalam amar putusan.

"Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, dan menetapkan agar terdakwa tetap ditahan," sambungnya.

Sedangkan untuk barang bukti berupa kapal KM Jasa Tania GT.29 beserta seluruh dokumen kapal dalam perkara ini, perintah hakim agar dikembalikan kepada pemiliknya, Andi Anis.

Terhadap putusan itu, terdakwa menyatakan, menerimanya.

Dalam perkara ini, terdakwa Andi Arwis sebelumnya diamankan oleh petugas polisi dari Kapal Patroli Ditpolairud Polda Kepri saat berlayar menggunakan KM Jasa Tania GT 29 melintas di perairan Selat Dempo, Galang, Batam, Kepri atau pada kordinat 0°-37’-588”N-104°14’929”, Rabu 25Juli 2018 dini hari sekitar pukul 3:30 Wib.

Waktu itu terdakwa diamankan petugas, karena tidak bisa menunjukan SPB dari Syahbandar Batam. Tak hanya itu, muatan isi kapal yang hendak dibawa terdakwa tujuan Nipah Panjang Jambi tersebut, juga tidak dilengkapi dengan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) dari Bea dan Cukai Kota Batam.

Kemudian terdakwa beserta anak buah kapal (ABK) dan kapal KM Jasa Tania GT.29 beserta muatannya berupa 40 buah kasur besar, 100 buah kasur kecil, 30 buah kasur bujang, 15 kodi karpet, 3 buah ranjang besi dan 14 buah meja besi dan barang-barang lainnya, lalu dibawa ke kantor Ditpolairud Polda Kepri untuk penyidikan lebih lanjut.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?