Delapan kali Dijadwalkan, Namun Bos PT. Dynamik Overseas ini tak Kunjung Dituntut Jaksa, Ada Apa Ya? - DINAMIKAKEPRI.COM

Saturday, 22 December 2018

Delapan kali Dijadwalkan, Namun Bos PT. Dynamik Overseas ini tak Kunjung Dituntut Jaksa, Ada Apa Ya?

  4 kali

Terdakwa Ronald Robert Alexzander Mangera dan Dewi Wulandari saat disidangkan di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam – Kendati sudah delapan kali sidang tuntutan dijadwalkan, namun sidang pembacaan tuntutan terhadap dua terdakwa, Direktur Utama (Dirut) dan Komisaris PT. Dynamik Overseas (PT. DO) Ronald Robert dan Dewi Yulandari yang sebelumnya didakwa pidana pasal  360 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang kealpaan menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, sampai saat ini, tak kunjung dilakukan oleh jaksa penuntut, Rumondang Manurung, Kamis (20/12/2018).
 
Delapan kali jadwal sidang artinya bukanlah waktu yang singkat. Jadwal sidang tuntutan itu sudah dijadwalkan sejak hari Selasa, 30 Oktober 2018 yang lalu, namun sampai  Kamis 20 Desembar 2018 ini, tak kunjung dilakukan jaksa. Ada apa ya?

Beberapa kali dikonfirmasi awak media ini tentang penundaan itu, jawab Rumondang tetap sama seperti sebelumnya, yakni karena pihak keluarga korban dan terdakwa masih melakukan upaya perdamaian di Notaris.

"Belum, karena kedua bela pihak masih melakukan perdamaian di notaris. Lagian jangan cuma tanya aku sajalah, tanyakan juga kepenasehat  hukum terdakwanya," jawab Rumondang.

Bintoro Arif Waskito, SH.
Ketika hal itu dikonfirmasi awak media ini ke Bintoro Arif Waskito, SH penasehat hukum kedua terdakwa, ia membenarkannya, bahwa pihak terdakwa dan pihak keluarga korban telah melakukan perdamian di hadapan notaris.

“Benar, saya dengar juga demikian, katanya kedua bela pihak telah melakukan perdamaian di Notaris. Bahkan kita selaku penasehat hukum (PH) kedua terdakwa masih menunggu kelanjutannya. Kami juga tidak mau hal ini berlarut-larut," pungkas Bintoro Arif Waskito, Selasa (18/12) lalu usai mengahadiri sidang lain dari ruang utama, di Pengadilan Negeri (PN) Batam. 

Menurutnya, mengenai soal perdamaian itu, mereka dari pihak PH terdakwa tidak dilibatkan. Sedangkan soal kenapa sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa ditunda-tunda oleh jaksa penuntut, kata dia, baiknya tanyakan langsung ke jaksa yang bersangkutan.

Rumondang Manurung, SH.
Terhitung, perkara ini sudah disidangkan sejak Kamis, 31 Mei 2018 yang lalu. Proses sidangnya sudah berjalan hampir  6 bulan, namun tak kunjung selesai. Dengan waktu selama itu, beruntung kerena kedua terdakwa  tidak ditahan.

Kedua terdakwa yang tidak ditahan itu didudukan dikursi pesakitan diduga telah melakukan kelalaian terhadap perkerjanya yang bernama David Cristohper.

Akibat dugaan kelalian itu, David saat bekerja melakukan pengelasan (welding) di Tangki COT 2 P Kapal MT. Succes Energy XXXII di lokasi PT. ASL Tanjung Uncang, mengalami kebakaran di seluruh tubuhnya. Akibat kebakaran itu, kondisi korban menjadi cacat seumur hidup.

Dr. Syahlan, SH.,MH
Sebelumnya di persidangan, hakim Dr.Syahlan yang mengadili perkara ini, juga pernah meminta agar kedua pihak perusahaan PT. Dynamic Overseas dan  PT. ASL supaya memperhatikan keadaan korban, karena korban sangat membutuhkan biaya perobatan.

Perintah hakim agar terdakwa memperhatikan keadaan korban, itu sangat benar.

Mengenai telah berulangkalinya pembacaan tuntutan terhadap kedua terdakwa tertunda-tunda, mudah-mudahan itu terjadi karena memperhatikan keadaan korban, bukan karena memperhatikan keadaan yang lain-lain.(Ag)


Editor: Agus Budi Tambunan.

Apa reaksi anda tentang artikel ini?