Saturday, 15 December 2018

Buang Bayi ke Tempat Sampah, Elmayuni Nababan Dituntut 8 tahun Penjara Denda Rp 1 Miliar

  1 kali

Terdakwa Elmayuni Nababan saat berkonsulatasi dengan penasehat hukumnya.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Elmayuni Nababan sidang perkara pembuangan bayi ke tempat sampah yang mana bayi merupakan bayinya sendiri di Perum Muka Kuning Permai II Bungaran Timur No.419 Buliang, Batu Aji, Batam dituntut jaksa penuntut Nurhasaniati penjara selama 8 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidair 10 bulan kurungan penjara. Tuntutan itu dibacakan oleh jaksa pengganti Friesti Putri Gina saat agenda sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (12/12).

Sidang majelis hakim yang diketuai hakim Chandra didampingi anggota hakim Polosia dan hakim Redite, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam amar tuntutannya menyatakan, terdakwa Elmayuni Nababan terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan, kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian sebagaimana diatur dalam Pasal 80 ayat (3), (4) Jo Pasal 76 UU No.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Baca juga: Elmayuni Nababan Disidangkan, Pacar: Setelah Balik dari Malaysia, Dua Kali Kami Berhubungan Badan

"Menjatuhkan terdakwa Elmayuni Nababan  pidana 8 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa ditahan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan. Menyatakan terdakwa membayar denda sebesar Rp 1.miliar subsidair 10 bulan penjara," baca jkasa Friesti Putri Gina.

Selain itu, JPU juga menyatakan agar barang bukti berupa 1 buah pel lantai bertangkai warna merah,1 buah gunting kecil bergagang warna biru, 1 helai baju kaos warna biru dongker bertuliskan Manggo,1 helai sprei warna merah, beberapa pembalut merk Laurier berbungkus warna ping, beberapa potongan-potongan handuk warna oren bekas terbakar dan 1 buah busa springbet berlumuran darah, dirampas untuk dimusnahkan serta menetapkan supaya terdakwa dibebani untuk membayar biaya perkara sebesar seribu rupiah.

Terhadap tuntutan itu, setelah melakukan kordinasi dengan Eliswita penesahat hukumnya, kepada majelis hakim terdakwa mengatakan, dirinya akan melakukan pembelaan dengan cara tertulis.

Usai itu, kemudian hakim Chandra menunda sidang hingga tanggal  19 Desember 2018 mendatang dengan agenda pembelaan dari penasehat hukum terdakwa.(Ag)  

Apa reaksi anda tentang artikel ini?