DINAMIKA KEPRI

Saturday, 18 May 2019

Begini Perhitungan Besaran THR Bagi Pensiunan Menurut PP No. 36 Tahun 2019

Ilustrasi.

Dinamika Kepri, Batam - Dalam rangka menjamin kesejahteraan Penerima Pensiun, maka pemerintah mengaturnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2019 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan.

Penulis ini sengaja memisahkan pembahasan dari masing-masing subyek yang menjadi nomenklatur peraturan pemerintah tersebut di atas, untuk memudahkan pemahaman dan mempersingkat halaman dalam penyajiannya yang normatif.

Penerima Pensiun menurut Pasal 1 angka 5 PP No. 36 Tahun 2019 adalah:
  1. Pensiunan Pegawai Negeri Sipil.
  2. Pensiunan Prajurit Tentara Nasional Republik Indonesia.
  3. Pensiunan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  4. Pensiunan Pejabat Negara.
  5. Penerima pension janda, duda, atau anak dari penerima pensiun PNS, Prajurit TNI, Anggota Polri, dan Pejabat Negara.
  6. Penerima pensiun orang tua dari PNS yang tewas.
Berdasarkan Pasal 2 PP No.36 Tahun 2019 dinyatakan bahwa Penerima Pensiun diberikan tunjangan hari raya.

Besaran Tunjangan Hari Raya

Besaran pembayaran tunjangan hari raya bagi pegawai negeri sipil diatur dalam Pasal 3 PP No. 36 Tahun 2019 sebagai berikut:
  1. Tunjangan hari raya dibayarkan sebesar penghasilan satu bulan yang didasarkan pada nilai atau besaran penghasilan yang telah dibayarkan dua bulan sebelum hari raya. 
  2. Apabila pada saat pembayaran tunjangan hari raya dibayarkan lebih kecil dari pengasilan yang diterima pada dua bulan sebelum hari raya, maka selisih kekurangan pembayaran tunjangan hari raya karena perubahan pengahasilan tersebut tetap akan dibayarkan.
Penghasilan

Kategori penghasilan yang besarannya menjadi dasar pembayaran tunjangan hari raya bagi Penerima Pensiun adalah sebagai berikut menurut Pasal 3 ayat (3) PP No. 36 Tahun 2019.
  1. Pensiun pokok.
  2. Tunjangan keluarga, dan/atau 
  3. Tunjangan tambahan penghasilan.
Penghasilan yang menjadi dasar pembayaran tunjangan hari raya tidak dikenakan potongan iuran dan/atau potongan lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, namun tetap dikenakan pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan ditanggung oleh pemerintah (Pasal 3 ayat (5) dan ayat (6) PP No. 36 Tahun 2019).

Pengasilan yang tidak dimasukan sebagai dasar pembayaran tunjangan hari raya  adalah sebagai berikut: (Pasal 3 ayat (4) PP No. 36 Tahun 2019).
  1. Tunjangan bahaya.
  2. Tunjangan resiko.
  3. Tunjangan pengamanan.
  4. Tunjangan profesi atau tunjangan khusus guru dan dosen atau tunjangan kehormatan.
  5. Tambahan Pengasilan bagi guru pegawai negeri sipil.
  6. Insentif kusus.
  7. Tunjangan selisih penghasilan.
  8. Tunjangan penghidupan luar negeri.
  9. Tunjangan lain yang sejenis dengan tunjangan kompensasi atau tunjangan bahaya serta tunjangan atau insentif yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan atau peraturan internal kementerian/lembaga dan penghasilan lain diluar sebagaimana penghasilan yang menjadi dasar pembayaran tunjangan hari raya.
Tata Cara Pembayaran Tunjangan Hari Raya

Tata cara pembayaran tunjangan hari raya adalah sebagai berikut:(Pasal 4, Pasal 5 PP No. 36 Tahun2019).
  1. Pembayaran tunjangan hari raya dibayarkan paling cepat 10 hari kerja sebelum hari raya.
  2. Tunjangan hari raya dapat dibayarkan setelah tanggal hari raya apabila belum dapat dibayarkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  3. Apabila menerima lebih dari satu pengasilan, maka jumlah penghasilan yang dibayarkan sebagai dasar pembayaran tunjangan hari raya adalah penghasilan yang terbesar.
  4. Apabila menerima lebih dari satu tunjangan hari raya, maka yang lainnya dianggap sebagai utang dan harus dikembalikan kepada negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  5. Apabila berstatus  sebagai penerima tunjangan hari raya, dan juga berstatus sebagai penerima pensiun janda/duda atau penerima tunjangan janda/duda, maka berikan tunjangan hari raya sekaligus dengan tunjangan hari raya penerima pensiun janda/duda atau tunjangan hari raya penerima tunjangan janda/duda.
  6. Pembayaran tunjangan hari raya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Penting untuk diingat bahwa yang dimaksud dengan  hari raya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2019 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya Kepada Pegawai Negeri Sipil , Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan, adalah Hari Raya Idul Fitri, maksudnya adalah bagi Penerima Pensiun  nonmuslim juga menerima tunjangan hari raya yang dibayarkan pada saat hari raya Idul Fitri.


Ditulis: Rendra Topan.

Info, Pencegahan dan Pengobatan Cacar Monyet Monkeypox

Penyakit monkeypox. Foto – Wikipedia.

Dinamika Kepri, Batam - Heboh, penyakit Cacar Monyet Monkeypox kembali heboh dan mendapatkan perhatian masyarakat dan dunia medis ketika 28 April 2019 lalu, WN Nigeria (38) teridentifikasi kena cacar monyet.

Orang tersebut diketahui terkena penyakit itu ketika baru tiba di Singapura. Penyakit langka tersebut disebabkan virus yang penularannya melalui hewan ke manusia.

Info awal penyakit monkeypox kali pertama diidentifikasi pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo (dulu Zaire).

Sejak tahun 1970, monkeypox terjadi pada 10 negara Afrika, Republik Demokratik Kongo, Rep Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leone, Gabon dan Sudan Selatan.

Monkeypox di luar Afrika terjadi pada tahun 2003 di Amerika Serikat (AS), dan tahun lalu ditemukan dua kasus di Inggris dan satu di Israel.

Penularan cacar monyet ini terjadi akibat kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit atau mukosa pada hewan yang terinfeksi (kera, tikus dan tupai). Selain itu, makan daging hewan terinfeksi (masak tidak matang) juga faktor risiko terkena virus.

Penularan sekunder dari manusia ke manusia, akibat kontak langsung dengan lendir dari saluran pernapasan orang yang terinfeksi, lesi kulit orang yang terinfeksi/benda yang terkontaminasi cairan  dari tubuh pasien atau dari lesi.

Penularan melalui partikel pernapasan, butuh kontak tatap muka berkepanjangan, sehingga anggota rumah tangga orang terinfeksi berisiko terkena lebih besar.

Gejala Monkeypox.

Masa inkubasi cacar monyet (interval infeksi s/d timbul gejala) 5 s/d 21 hari.
Infeksi terbagi dua periode:
  • Periode invasi (0-5 hari) ditandai demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, mialgia (nyeri otot) dan asthenia yg intens (kekurangan energi)
  • Periode erupsi kulit ( 1-3 hari setelah muncul demam) berbagai ruam muncul, mulai wajah menyebar ke bagian tubuh.

Wajah (95% kasus), dan telapak tangan dan telapak kaki (75% kasus) paling terpengaruh. Evolusi ruam maculopapules (lesi dg basis datar) ke vesikel (lepuh isi cairan kecil), pustula, diikuti kerak terjadi sekitar 10 hari.

Mungkin perlu waktu tiga minggu sebelum semua itu lenyap dari kulit. Jumlah lesi bervariasi dari sekian s/d beberapa ribu, mempengaruhi membran mukosa mulut (70% kasus), genitalia (30%), konjungtiva (kelopak mata) (20%), serta kornea (bola mata).

Beberapa pasien alami limfadenopati parah (bengkak kelenjar getah bening) sebelum muncul ruam ... ciri khas cacar monyet dibanding penyakit serupa lainnya.

Pencegahan agar tidak tertular cacar monyet :
  • Hindari kontak dengan tikus dan primata terinfeksi, serta batasi paparan langsung thd darah dan daging yg tidak dimasak dgn baik.
  • Batasi kontak fisik dengan orang terinfeksi atau hindari bahan terkontaminasi.
  • Pakai sarung tangan dan pakaian pelindung saat merawat orang sakit atau tangani hewan yang terinfeksi.
  • Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pengobatan dan vaksin

Tidak ada perawatan khusus atau vaksin untuk cacar monyet. Wabah cacar monyet sejauh ini masih dapat dikendalikan. Vaksinasi cacar terbukti 85 persen efektif mencegah cacar monyet di masa lalu.

Penyakit cacar monyet biasanya sembuh sendiri dari gejala 14 s/d 21 hari. Kasus parah terjadi lebih sering pada anak2 dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan dan tingkat keparahan komplikasi pasien.

Untuk kasus kematian terjadi bervariasi yakni 10% kasus sebagian besar adalah anak-anak. Artikel ini diadopsi dari berbagai sumber.(Ril)