DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 21 August 2019

TNI AL Gelar Latihan Tempur Pertahanan Pangkalan

Suasana Latihan Tempur Pertahanan Pangkalan di Lantamal IV.


Dinamika Kepri, Tanjungpinang -  Dua pesawat tempur tak dikenal menghujani peluru ke Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV ( Mako Lantamal IV) tepat pukul 14.30 WIB, Selasa (20/8/25019).

Sirine peringatan tanda bahayapun langsung menggelegar memecah langit, ratusan prajurit Lantamal IV yang saat itu sedang bergelut dengan rutinitasnya, dengan sigap  keluar Markas dan langsung berlari menuju gudang senjata, yang letaknya tidak jauh dari kantor prajurit.

Dalam waktu lima menit , seluruh  prajurit  Lantamal IV dan Prajurit Batalyon Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan IV), dengan kekuatan penuh sudah bersiaga diberbagai sudut dengan senjata serbu siap tembak.

Tak lama berselang, kembali dua pesawat musuh yakni, satu helikopter dan satu pesawat jet tempur  melintas terbang rendah di atas Mako Lantamal IV dengan menembakkan serangan senjata dari udara.

Komandan Lantamal IV gerak cepat memberikan komando gencarkan serangan balik kepada musuh, perintah tersebut membuat prajurit yang sudah siap melakukan perlawanan  dan  membalas  serangan tembakan dari darat.

Di bawah panasnya terik matahari, baku tembak dari udara dan darat tak terelakkan lagi, serangan balik Lantamal IV terus buru pesawat pesawat musuh yang melintas diatas Pangkalan.

Akibat muntahan peluru pesawat asing tersebut belasan prajurit Lantamal IV mengalami luka tembak dan terkapar, tembakan peluru musuh juga mengakibatkan ledakan di gudang perbekalan Lantamal IV, beruntung petugas bantuan pemadam kebakaran yang tiba di Markas Lantamal IV dibantu prajurit dan pemadam kebakaran  Lantamal IV berhasil memadamkan api, sehingga dapat mengamankan gudang perbekalan dan gudang senjata.

Sekitar dua jam baku tembak dengan pesawat musuh berlangsung, akhirnya para prajurit Lantamal IV berhasil memukul mundur dan menjatuhkan satu pesawat tersebut.  Sedangkan sejumlah prajurit yang mengalami luka-luka dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diberikan pertolongan medis.

Peristiwa serangan udara oleh helikopter dan jet tempur ke Mako Lantamal IV merupakan puncak latihan tempur yang di gelar oleh Tim Komando Latihan (Kolat),  Komando Armada I (Koarmada I) selaku tim uji, dan  unsur yang melaksanakan adalah para prajurit  Lantamal IV, dalam rangka untuk kesiapan ancaman serangan musuh yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Sebelumnya simulasi tempur digelar, juga dilaksanakan berbagai latihan antara lain PDD Khas TNI AL, PBB, Peraturan penempatan penjagaan, Dakura PHH, Menembak, Deputasi Pemakaman, Jajar Kehormatan dan Pertahanan Pangkalan serangan bahaya Udara.

Mengutip pernyataan Komandan Pangkalan Utama Angakatan Laut IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah,  pada acara pembukaan Latihan uji terampil Gladi Tugas Tem¬pur Pangkalan (Gla¬gaspur) tingkat P1 dan P2 mengatakan, bahwa latihan tempur pangkalan ini digelar untuk melatih kesiapan dan kesigapan para prajurit dalam mempertahankan  Pangkalan Militer dari serangan darat maupun udara.

"Latihan tempur ini untuk menguji ketrampilan prajurit TNI AL Lantamal IV dalam kesiapan dan kesigapan para prajurit untuk menghadapi  dari serangan musuh, sehingga sewaktu-waktu apabila diserang musuh, seluruh prajurit akan siap mempertahankan markas dan mengalau musuh," ujar Danlantamal IV. (Ril)

Tuesday, 20 August 2019

Beli HP Hasil Curian, Ekizon Philip Disidangkan Terancam 4 Tahun Penjara

Terdakwa Ekizon Philip alias Eki Bin Erwin.

Dinamika Kepri, Batam -  Ekizon Philip alias Eki Bin Erwin, pembeli Handphone (HP) hasil curian dari lapak kaki lima pasar Jodoh, Batam disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (20/8/2019).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Immanuel Karya, mendakwa terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan Pasal 480 ayat (1) KUHPidana.

Dari pasal yang didakwakan jaksa, terdakwa Ekizon Philip terancam hukuman 4 tahun penjara.

Dalam perkara ini terdakwa dikuatkan dengan Barang Bukti (BB) 1 HP merek Xiomi.

Setelah pembacaan dakwaan, sidang dilanjutkan ke sidang pemeriksaan saksi Yuhelda (korban=red) dan dua saksi penangkap dari pihak kepolisian.

Kepada majelis hakim diketuai Renni Pitua Ambarita didampingi dua hakim anggota, Marta Napitupulu dan Egi Novita ini, saksi polisi mengatakan, terdakwa ditangkap karena diduga melakukan penadahan dengan membeli 1 HP merek Xiomi yang mana HP tersebut merupakan barang hasil jambret milik saksi korban, Yuhelda.

Ekizon ditangkap pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2019 sekitar pukul 21.00 Wib, di lapak Pasar Jodoh Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Kepri.

Sedangkan untuk pelaku penjual HP dan pelaku jambret yang sebelumnya merampas tas milik korban berisi 2 HP, KTP, ATM dan uang Rp 2,5 Juta, kata saksi polisi sampai saat ini masih DPO.

Menanggapi keterangan saksi, terdakwa  membenarkannya. Dan yang lebih mengejutkan majelis hakim, meski terdakwa mengaku baru sekali itu melakukannya, namun dalam pengakuannya lagi, terdakwa sudah pernah di penjara dalam kasus yang sama.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim lalu menunda sidang satu ke depan dengan agenda membacakan tuntutan. (Ag)