DINAMIKAKEPRI.COM

Diduga Peras Pengemis, Empat Oknum Sat Pol-PP Diamankan Polisi

 

Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK.

Dinamika Kepri, Batam –  Empat orang oknum yang bekerja di Dinas Sosial Kota Batam berinisial MR, S, KS dan JP yang diduga melakukan pemerasan terhadap pengemis, yang mana videonya sempat sempat viral di media sosial pada hari Senin tanggal 19 Oktober 2020 kemarin, akhirnya diamankan Polisi oleh Tim Opsnal Subdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Kepri.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK. didampingi oleh Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., MH. dan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno saat konferensi pers, Selasa (20/10/2020).



"Dapat dilihat bersama, bahwa kita telah mengamankan empat orang oknum Sat Pol-PP yang ditugaskan di Dinas Sosial Kota Batam, keempat oknum tersebut  bertugas untuk melakukan kegiatan penertiban dan ataupun penegakkan hukum terhadap Peraturan Daerah. Sampai saat ini tim kami terus melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan terhadap empat orang oknum ini, pemeriksaan dilakukan terkait dengan viralnya dibeberapa media sosial tentang pemerasan yang dilakukan oleh oknum tersebut," ujar Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto.


Selain itu, Kombes Pol Arie Dharmanto juga menjelaskan tentang kronologis kejadiannya. 


"Kronologisnya adalah pada saat melakukan tugasnya, keempat orang oknum ini mengamankan beberapa orang pengemis, salah satunya yang berada dihadapan kita yaitu pak Selamat. Saat diamankan, pak selamat cukup histeris mengingat kondisinya yang terbatas dan tidak bisa berbuat apa-apa. Selain berteriak dan menyampaikan bahwa ia telah menjadi korban pemerasan dari beberapa orang yang diduga oknum Sat Pol PP. Mendasari hal tersebut, kita lakukan pendalaman dan penyelidikan sehingga berhasil mengamankan empat orang oknum tersebut," terang Kombes Pol Arie Dharmanto. 


"Dari hasil keterangan pak Selamat bahwa ia sudah beberapa kali ditangkap oleh Sat Pol PP dan dimintai uang dari Rp. 100.000 sampai dengan Rp. 300.000, dan kejadian terakhir uang milik korban sebesar Rp. 50.000 diambil oleh oknum berinisial S," sambungnya.


Lanjut Kombes Pol Arie Dharmanto menambahkan, keempat oknum tersebut saat ini tengah masih dalam tahap pemeriksaan, dan tidak menutupi kemungkinan ada yang lain terlibat dalam hal tersebut.

 

"Untuk keempat orang oknum ini masih terus kita lakukan proses pemeriksaan, dan tidak menutup kemungkinan kita akan mengarah pada oknum lainnya yang keterlibatannya dalam hal ini lebih dominan. Untuk Modus Operandi para pelaku yaitu dengan berpura-pura menangkap para pengemis, setelah berhasil diamankan, para pengemis ditakut-takuti akan dibawa kekantor dinas sosial, tetapi apabila tidak mau dibawa maka harus memberikan uang hasil mengemisnya. Atas tindakannya pelaku dapat dikenakan dengan Pasal 368 kuhpidana," tutupnya. (Ril)

Samsul Bahri Ingatkan: Pelanggan yang Telat Bayar Meteran Listriknya akan Disegel

 

Vice President of Public Relation bright PLN Batam, Samsul Bahri.

Dinamika Kepri, Batam – Vice President of Public Relation bright PLN Batam, Samsul Bahri kembali mengingatkan pelanggan, katanya jika ada pelanggan melakukan keterlambatan pembayaran listrik selama sebulan, maka pihak bright PLN Batam akan melakukan penyegelan meteran listrik pelanggan.


Sedangkan bagi pelanggan yang terlambat membayar selama 2 bulan maka akan dilakukan pemutusan sementara hingga tunggakan dilunasi, dan bagi pelanggan yang telat bayar sampai tiga bulan lamanya, maka perseroan akan melakukan tindakan dengan pembongkaran rampung meteran.



"Bagi pelanggan yang terjadi penyegelan dan pemutusan meteran sementara, penyambungan dapat dilakukan kembali jika pelanggan telah melunasi tunggakan dan biaya keterlambatannya," kata Samsul Bahri, Senin (19/10/2020).


"Sedangkan bagi pelanggan yang terjadi pembongkaran rampung, maka pelanggan baru dapat menikmati listrik kembali jika sudah melunasi tunggakan dan membayar ulang biaya pasang baru," lanjutnya.


Untuk menghindari hal-hal tersebut, Samsul mengingatkan, agar seluruh pelanggan bisa membayar tepat waktu di mana bright PLN Batam sendiri memberikan tenggat waktu pembayaran hingga tanggal 20 setiap bulannya.


Sedangkan bagi pelanggan yang sudah membayar tepat waktu, tak lupa, Samsul memberikan apresiasi yang tinggi. 


Kata dia, bagi pelanggan yang tertib waktu dalam pembayaran, maka perseroan memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan layanan dan kebutuhan listrik masyarakat.


“Kami berterima kasih kepada pelanggan PLN yang telah tertib dalam melakukan pembayaran rekening listrik. Dengan membayar listrik tepat waktu, pelanggan akan semakin mudah menikmati listrik,” ujar Samsul.


Tambah Samsul, untuk memudahkan pelanggan dalam pembayaran rekening listrik, pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile Banking, E-Banking dan aplikasi E-Commerce. 


Kata dia lagi sebelum mengakhiri, selain dengan aplikasi handphone, pelanggan juga dapat membayar tagihan listrik melalui ATM, Kantor Pos, Minimarket dan loket pembayaran terdekat di daerah masing-masing. (Ril)

Jalin Silaturahmi, Lukita Undang Temu Puluhan Pimpinan Redaksi Media

 

Calon Walikota Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (tengah) saat menyampaikan kata sambutan.


Dinamika Kepri, Batam - Bersama Ketua DPRD Batam Nuryanto, Calon Walikota Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengundang dan melakukan silaturahmi dengan puluhan pemimpin redaksi media di Kota Batam.


Pertemuan silaturahmi itu dilakukan di Kafe Bunaken, Lt 2 Batam Center, Batam, Senin, (19/10/2020) malam.


Kepada para pimpinan media, dalam sambutannya Lukita Dinarsyah Tuwo menyampaikan visi misinya untuk membangun Batam.


Ia juga mengatakan, jika dirinya terpilih menjadi Wali Kota Batam, sesuai janjinya, ia akan meningkatkan ekonomi Batam.


"Jika saya diamanatkan masyarakat memimpin Batam, yang utama ditingkatkan itu adalah ekonomi. Meski ada orang yang meragukan peningkatan ekonomi hingga 7 persen karena pendemi Covid-19, tapi saya optimis di tahun ketiga saya menjabat itu akan bisa tercapai," kata Lukita.


Hingga berita ini dimuat pada pukul 19:50 Wib, kegiatan silaturahmi ini masih berlangsung. (Ag)

Bisnis Abu-abu Antara Legal dan Ilegal

 

Ilustrasi warna abu-abu.

Dinamika Kepri, Batam - Kita sering mendengar kata Bisnis Abu-abu. Kata bisnis berasal dari kata business (bahasa inggris=red).


Kata tersebut di indonesia merupakan kata merujuk pada pengembangan di bidang usaha. Sedangkan kata abu-abu adalah merupakan kata dari suatu warna.


Abu-abu adalah warna pencampuran antara hitam dan putih. Dilansir Wikipedia bahasa indonesia, abu-abu sebenarnya bukanlah warna, seperti juga hitam dan putih. Abu-abu hanyalah tingkat itensitas warna jika diterjemahkan dalam komposisi hitam-putih.


Kata bisnis dan abu-abu, bila dipisahkan kata perkata, akan memiliki pengertian masing-masing, namun jika kedua kata tersebut digabungkan, maka pengertiannya akan merujuk kepada arti ketidakpastian.


Lalu apa artinya bisnis abu-abu?


Bisnis abu-abu adalah suatu usaha atau bisnis yang dilakukan orang atau perorangan dengan cara antara legal maupun ilegal. 


Bisnis abu-abu adalah usaha yang memiliki legalitas, namun pada yang prakteknya dijalankan tidak sesuai aturan legalitas usaha. (Ag)

Diduga Produksi Sabu, Kamar di Apartemen Nagoya Mansion Digerebek Polisi

 


Dinamika Kepri, Batam - Satres Narkoba Polresta Barelang pada hari Kamis (15/10/2020) lalu melakukan penggrebekan di Kamar 609 Apartemen Nagoya Mansion Tower A, Batam, Kepri.


Penggerebekan itu dilakukan karena diduga dijadikan tempat atau home industri untuk produksi pembuatan diduga sabu.


Penggerebekan itu dipimpin langsung oleh Kapolresta Barelang AKBP Yos Guntur didampingi Kasat Narkoba Polresta Barelang Kompol Abdul Rahman bersama Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan.


Kedua tersangka.


Hal itu disampaikan Kompol Abdul Rahman saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Barelang, Senin (19/10/2020) sore.


Kompol Abdul Rahman menjelaskan, penggerebekan itu merupakan pengungkapan tindak lanjut dari informasi yang sudah dihimpun dalam sebulan terkahir.


"Bahwa informasi tersebut menyebutkan ada home industri Narkotika jenis sabu-sabu di Apartemen Nagoya Mansion," ungkap Abdul.


"Berdasarkan informasi yang dihimpun satu bulan terakhir, akhirnya tepat pada Kamis (15/10/2020) sekira pukul 14.30 Wib, kita langsung melakukan penggerebekan home industri tersebut," lanjut Abdul.


Saat penggerebekan itu, polisi mengamankan dua orang pria dan barang bukti yakni beberapa alat yang digunakan dalam pembuatan Narkotika jenis sabu-sabu.


Kedua tersangka yakni berinisial FJ (37) beralamat di Pondok Pratiwi Sekupang dan inisial MS (23) warga Danau Indah Punggur Nongsa, sedangkan satu orang lagi berinisial NV alias BE masih DPO.


"Dari keterangan kedua tersangka, mereka mengaku hanya sebagai pekerja. Mereka hanya bekerja atau membantu," kata Kompol Abdul Rahman. 


Terkait dengan bos home industri sabu-sabu tersebut, sejauh ini polisi belum dapat memberikan informasi. 


"Kita masih melakukan pendalaman," katanya.


Menurut pengakuan dari dua tersangka, hasil produksi sabu-sabu yang mereka buat belum sempat diedarkan. 


"Kenapa belum sempat diedarkan, karena ada beberapa hasil produksi belum siap pakai, artinya masih ada proses-proses lebih lanjut seperti pengeringan, penguraian dan lainnya," jelas Abdul.


Lebih jauh dijelaskannya, aktifitas proses pembuatan sabu-sabu itu masih perdana dilakukan oleh kedua tersangka. Sementara keberadaan kedua tersangka di apartemen tersebut, masih satu malam. (Ril)

Scroll to top