DINAMIKAKEPRI.COM

Monday, 25 March 2019

Pantau Perbatasan Jelang Pemilu, Kabaharkan Polri Kunker ke Polda Kepri

Kabaharkan Polri, Komjen Pol Drs. Meochgiyarto, SH., M.Hum. (F/cakranews.id).

Dinamika Kepri, Batam - Guna memantau pengamanan perbatasan menjelang Pemilu 17 April 2019, Kabaharkan Polri, Komjen Pol Drs. Meochgiyarto, SH., M.Hum, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Markas Kepolisian Daerah Kepri, Senin (25/3/2019).

Dilansir cakranews.id, dalam kunjungannya ke Polda Kepri, rombongan Kabaharkam Polri datang dengan menggunakan pesawat Polri jenis Bescraf dengan nomor B-190.

Turut ikut dalam rombongan antara lain, Irjen Pol Bambang Purwanto SH, MH, Brigjen Drs. Ermi Widyatno, MM, Brigjen Drs. Edi Setio M.Si, Kombes Pol Drs. Aridan Jeremia, Kombes Pol Drs. Oka Eswara, Kombes Pol Drs. Suroso, AKBP Drs. Nolly Mandagi, M.A, AKBP Netra Naswita, AKP Bambang Askar, SH, MH, Brigadir Agus Mikel dan Brigadir Yogi Iskandar, SH

Kedatangan rombongan Kabaharkam di bandara udara internasional Hang Nadim, Batam pada pukul 14.30 WIB  disambut Waka Polda Kepri, Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah didampingi Irwasda, Kombes Pol Purwolelono, S.IK, MM, bersama Dir Pol Air Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta, Dir Pam Ovit Kombes Pol Harri Sindur,N, Dir Sabrhara, Kapolresta Barelng, Kombes Hengki, dan Kapolsek KKB AKP Nidya Astuty S.IK.

Kunjungan kerja Kabaharkam bersama rombongan Mabes Polri ini ke Mapolda Kepri adalah bertujuan untuk memberikan pengarahan Harkatpuan PAM Perbatasan Operasi Mantapbrata 2019.

Dalam arahannya, Kabaharkam Polri mengingatkan kepada jajarannya agar tetap fokus menghadapi dan mengawal pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 yang tinggal tiga minggu lagi.

Kabaharkam Polri berharap agar petugas Polri senantiasa berpatroli, baik secara langsung maupun secara online, untuk mengantisipasi munculnya gangguan di setiap tahapan pelaksanaan Pemilu.

“Jelang pelaksanaan proses pencoblosan Pemilu dan Pileg 2019, hal utama yang harus di antisipasi dan dikelola oleh Polda Kepri, berkaitan dengan berbagai permasalahan yang timbul pada awal pelaksanaan tahapan Pemilu 2019. Masalah-masalah tersebut, seperti pemilih ganda pada DPT Nasional, kisruh pendaftaran Parpol peserta Pemilu 2019, hoaxs tentang tujuh kontainer surat suara, hingga black campaign dan negative campaign,” ungkap Kabaharkam pada kegiatan di Gedung Lancangkuning Polda Kepri.

Jenderal Polri berpangkat tiga bintang emas itu, meminta kepada personel Bhabinkamtibmas yang menjadi andalan Polri dalam pemetaan potensi kerawanan dan pencegahan tindak kejahatan, Kabaharkam Polri secara khusus berpesan agar tetap melaksanakan program sambang Door to Door System (DDS).

"Satu hari, Bhabinkamtibmas melakukan DDS sebanyak lima kepala keluarga (KK). Dilakukan selama 5 hari dalam seminggu, Senin-Jumat. Sehingga dalam 1 bulan, Bhabinkamtibmas bisa menyentuh sebanyak 110 KK, 5 x 22 hari. Untuk itu Bhabinkamtibmas diberikan tunjangan sebesar Rp1,1 juta per bulan,” tutur Komjen Pol Moechgiyarto.

Ia juga meminta, dalam setiap hari kunjungannya, Bhabinkamtibmas mampu melakukan pemetaan situasi Kamtibmas di wilayahnya.

Wilayah hukum Bhabinkamtibmas sendiri dibagi menjadi tiga: Desa Binaan, Desa Sentuhan, dan Desa Pantauan.

“Seorang Bhabinkamtibmas dapat merangkap bertanggung jawab atas tiga wilayah tersebut, namun tidak boleh rangkap jabatan,” tegasnya.(Ril).

Dinyatakan Bersalah, Hotman Hutapea Dituntut Jaksa 6 Bulan Masa Percobaan 1 Tahun

Terdakwa Ir.Hotman Hutapea. (F/SK)

Dinamika Kepri, Batam - Pada sidang agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (25/3/2019), terdakwa Ir. Hotman Hutapea dalam sidang perkara tindak pidana Pemilu, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 6 bulan dengan masa percobaan 1 tahun denda  Rp 10 tuta subsider 1 bulan kurungan.

Baca jugaBerkas Perkara Hotman Hutapea Ketua DPC Partai Demokrat Dinyatakan Lengkap

Oleh JPU, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan perbuatan melanggar UU Pemilu sebagaimana diatur di lasal 521 juncto pasal 280 ayat (1 ) huruf h.

Setelah mendengarkan pembacaan tuntutan dari JPU, majelis hakim dipimpin hakim Jasael Manulang, memberi waktu kepada terdakwa untuk berkonsultasi dengan Pensehat Hukum (PH) nya  mengenai soal tuntutan itu.

Baca jugaHotman Hutapea Jalani sidang Pertama

Tidak terima dengan tuntutan itu, PH terdakwa kepada majelis hakim terdakwa menyatakan, pihaknya akan melakukan pembelaan (pledoi).

"Kami sepakat untuk melakulan peledoi yang mulia," kata PH terdakwa.

Setelah mendengarkan jawaban dari PH terdakwa, majelis hakim lalu kembali menunda sidang dan akan melanjutkan sidang besok, Selasa, 26 Maret 2019 dengan agenda sidang mendengarkan pledoi dari terdakwa.(Ril)