DINAMIKAKEPRI.COM

Nelayan Asal Desa Mepar yang Hilang Saat Melaut Ditemukan Meninggal

Nelayan Asal Desa Mepar yang Hilang Saat Melaut Ditemukan Meninggal
BNPB Lingga saat melakukan evakuasi jasad korban dari laut ke atas kapal.

Dinamika Kepri, Lingga - Seorang nelayan bernama Nasrun alias Yamen (38) asal Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau yang sebelumnya dikabarkan hilang saat melaut pada, Sabtu (8/8) lalu, kini telah ditemukan, namun telah meninggal dunia, Senin (10/8/2020) pagi. Jasad korban ditemukan terbujur kaku mengapung di atas air laut.

"Sudah ditemukan oleh warga Pulau Mepar. Kemudian dibawa menggunakan speed Basarnas Unit Lingga dan BNPB Lingga untuk dievakuasi," ujar Kapten Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lingga, Jamalul Pawais kepada wartawan, Senin (10/8/2020) pagi.

Ia menjelaskan, jasad Yamen ditemukan mengapung sekitar pukul 07.30 WIB di perairan Belakang Pulau Badas, Desa Mepar, tak jauh dari tempat kejadian jatuhnya korban.

"Proses pencarian juga melibatkan masyarakat nelayan Kelombok, Panggak Laut, Budus dan sekitarnya. Kemudian Satpol PP, TNI, Polri, BPBD serta Basarnas," ujarnya.

Setelah ditemukan, jasad korban kemudian dibawa ke kediamannya di Pulau Mepar untuk dikebumikan. (Ril)

Sekda Kepri Arif Fadillah: Spesimen Sampel Swab Gubernur Sudah Negatif

H. TS Arif Fadillah.

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Sekda Kepri yang juga Ketua Harian Tim Gugus Tugas Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kepri H. TS Arif Fadillah menyampaikan bahwa spesimen sampel swab Gubernur Isdianto sudah negatif. Namun saat ini, Gubernur masih melakukan karantina mandiri di Wisma Gedung Daerah Tanjungpinang.

“Alhamdulillah swab Pak Gubernur, Jumat  (7/8) lalu hasilnya sudah negatif tahap 1. Mudah-mudahan tahap berikutnya negatif lagi. Insya Allah sembuh dan dapat beraktifitas kembali. Mari kita doakan bersama,” kata Arif di Dompak, Tanjungpinang, Senin (10/8) pagi.

Saat ini, kata Arif, Gubernur Isdianto tetap karantina mandiri masih menunggu pengambilan sampel swab berikutnya. Jika hasil spesimen swab berikut negatif baru dapat beraktifitas seperti semula.

Karena masa karantina, aktivitas kerja masih dilakukan Isdianto melalui vicon. Bahkan dalam beberapat rapat koordinasi, pun dilakukan Isdianto dengan vicon. Termasuk dua kali rapat evaluasi Senin dengan Kepala OPD.

Arif sendiri terus berkoordinasi melalui ponsel untuk berbagai aktivitas perkantoran. Termasuk berbagai dokumen dan surat penting.

Selain Gubernur, Arif juga menyampaikan beberapa spesimen ajudan dan Kabag Protokol juga sudah negatif. Sekali lagi Sekda Kepri ini mohon doanya agar semua spesimen sampel warga hasilnya negatif.

“Doa kan yang terbaik untuk Kepri agar bisa melawan pandemi ini,” kata Arif.

Kata dia, untuk menghentikan penyebarab Covid-19, tentu peran semua pihak sangat dibutuhkan dengan disiplin yang ketat terhadap protokol kesehatan dengan menjaga jarak, selalu menggunakan masker dan tidak malas mencuci tangan dengan sabun. (Ril)

DPC AJO Indonesia Kabupaten Lingga Dibentuk, Edysam: Junjung Tinggi KEJ dan UU Pers

DPC AJO Indonesia Kabupaten Lingga Dibentuk, Edysam: Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers
Foto bersama pengurus dan anggota DPC AJO Indonesia Kabupaten Lingga, Kepri, Sabtu (8/8/2020).

Dinamika Kepri, Lingga - Dewan Perwakilan Cabang Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (DPC. AJOI) Kabupaten Lingga kembali menggelar rapat penetapan kepengurusan, Sabtu (8/8/2020).

Kegiatan rapat yang dilakukan di objek wisata pantai Atok Sergang itu di hadiri 16 media perwakilan Kabiro Lingga dengan 26 anggota.

Rapat inti pemantapan ini dilaksanakan yakni guna membahas pemantapan anggota dan pengurus DPC AJOI Kabupaten Lingga serta persiapan pelantikan/Pengukuhan pengurus.

Dalam kesempatan itu  Zulkarnain  selaku Ketua DPC AJO Indonesia Kabupaten Lingga terpilih mengatakan, rapat tersebut merupkan rapat inti sebelum pengukuhan.

"Ini adalah rapat inti yang mana dengan telah tersusunnya struktur kepengurusan organisasi, artinya kita akan mempersiapkan untuk pelantikan," kata Zulkarnain.

"Saya berharap agar pelantikan pengurus DPC AJOI ini dapat kita laksanakan sesuai dengan rencana sebagaimana yang telah disampaikan ketua DPD  AJOI Kepri untuk dua minggu kedepan. Saya berharap tidak ada kendala, maka kita laksanakan secara kolektif dengan  kawan – kawan media  perwakilan  Kabiro di Kabupaten Lingga yang akan Kita  laksanakan  dalam waktu dekat ini,” tutup Zulkarnain.

Awalludin salah satu Perwakilan Kabiro Media dari Keprinews.com menyampaikan agar semua anggota maupun pengurus yang tergabung di AJO Indonesia DPC Lingga dapat selalu kompak dalam segala hal dan dapat lebih mengedepankan kepentingan bersama.

"Organisasi ini bukan milik personal, tetapi milik kita semua.Jika ada yang tersakiti, maka seluruh anggota DPC yang merasakannaya. Tetapi bila ada kebahagia,  maka itu milik kita semua kita. Saya berharap AJOI Lingga Kedepannya selalu kompak dalam segala hal dan lebih mengedepan kan kepentingan umum dari kepentingan pribadi,” tuturnya.

"Oleh sebab itu mari bersama kita jaga nama baik organisasi yang akan kita bentuk ini dengan berpondasi transpansi, dan kebersamaan," tutupnya.

Tidak hanya itu, Edysam yakni salah satu senior dan orang yang dianggap orang dituakan di dalam organisasi ini juga mememesankan agar setiap yang tergabung tetap berpatokan pada koridor Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi AJO Indonesia.

"Kita harus tetap dalam koridor Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan UU pokok pers 1999," pesan Edysam mengakhiri. (Ril)

Ini Tanggapan Polda Kepri dan BTKL PP Terkait Catar Akpol yang Viral di Media Sosial

Ini Tanggapan Polda Kepri dan BTKL PP Terkait Catar Akpol Viral di Media Sosial
Dinamika Kepri, Batam – Menanggapi pemberitaan media sosial tentang seseorang yang mengikuti seleksi penerimaan calon Taruna Akpol Tahun 2020 yang merasa digagalkan karena terkonfirmasi Positif Covid -19 dan menanggapi berita yang sempat viral dan simpang siur tersebut, Polda Kepri menggelar konferensi pers di Media Center Polda Kepri.

Konferensi pers dihadiri Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S, Kabid Dokkes Polda Kepri dr. Muhammad Haris, Ketua BTKL PP Kota Batam Budi Santosa, Pengawas Eksternal dari LSM FKPM, Dimas dan para panitia Penerimaan Calon Taruna Akpol Tahun 2020, Sabtu (8/8/2020).

"Beberapa hari ini ramai diperbincangkan di media sosial terkait dengan adanya peserta seleksi pada penerimaan calon Taruna Akpol Tahun 2020 yang tidak diberangkatkan ke tingkat Panitia Pusat dikarenakan terkonfirmasi Positif Covid -19," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

"Berdasarkan hasil Swab PCR Test yang dilakukan oleh BTKL PP Kota Batam, untuk itu pada kesempatan ini kita akan mendengarkan secara teknis dan ilmiah dari BTKL PP sehingga hal ini dapat menjadi dasar untuk bisa dipahami oleh masyarakat termasuk juga penyampaian dari Pengawas Eksternal yang menyaksikan selama proses rekrutmen berlangsung," lanjutnya.

Kemudian Ketua BTKL PP Kota Batam Budi Santosa mengatakan, Sampel Swab PCR Test yang mereka dari Rumah Sakit Bhayangkara kemudian diperiksa di PCR di Laboratorium BTKL PP Kota Batam.

"Kita menerima Sampel Swab PCR Test pada Rabu tanggal 29 Juli 2020 sebanyak 43 sampel, dan sampel yang kami terima dari Rumah Sakit Bhayangkara tersebut, kami lakukan pemeriksaan. Disetiap sampel tersebut telah dilengkapi dengan data peserta dan foto copy KTP nya di tiap-tiap Sampel. Kemudian Sampel tersebut dilakukan pemeriksaan melalui PCR di Laboratorium BTKL PP Kota Batam pada hari yang sama. Kemudian Pada tanggal 30 Juli 2020 hasil telah keluar dan di Publish serta dikirim pada tanggal 31 Juli 2020," tutur Ketua BTKL PP Kota Batam, Budi Santosa SKM. M.K.K.K.


Selain itu, kata Ida, petugas pada Laboratorium BTKL PP Kota Batam mengatakan, pada pemeriksaan sampel di Laboratorium telah dilakukan registrasi dan proses pembongkaran specimen, pemberiaan ID dan label berdasarkan nomor Laboratorium. Setelah semua proses berjalan kita mendapatkan hasil yang mana saja negatif dan positif serta kita berikan tanda dan kemudian dikroscek kembali dengan nomor id pada label sampel.

"Dari semua proses tersebut maka keluarlah hasil validasi yang kemudian kita masukkan ke dalam system kita yang kemudian di publish kebagian tim publish," jelas Ida.

"Pemeriksaan yang kita lakukan ini berdasarkan dari Surat Keputusan Kementerian Kesehatan, didalam SK tersebut telah ditentukan Laboratorium mana saja yang dapat melakukan pemeriksaan Swab test dan kita dari BTKL PP Kota Batam yang ditunjuk untuk melakukan pemriksaan hasil Swab tersebut pada wilayah Provinsi Kepri dan kita juga telah masuk didalam standard serta mempunyai kualifikasi secara nasional, perlu diketahui tidak semua Laboratorium yang masuk kedalam kategori ini." tambah Budi Santosa.

Pengawas Eksternal dari LSM FKPM, Dimas mengatakan "Selama proses rekrutmen seleksi penerimaan calon Taruna Akpol Tahun 2020 berlangsung, kami dari pengawas Eksternal yang notabene orang luar dari institusi Polri melihat bahwa selama proses ini berjalan dengan Transparan dan Humanis, saya melihat langsung kedalam proses ini, dari bahan ujian sampai dengan hasil ujian yang dikerjakan oleh peserta seleksi hasil nya akan dikeluarkan pada hari yang sama dan langsung dsaksikan oleh para peserta.

Setiap proses seleksi dilakukan perekaman jadi saya menilai disini tidak ada cela untuk kecurangan dapat terjadi. Termasuk juga pada saat hasil test Swab keluar, kami bersama-sama datang untuk menjemput hasil dan bersama-sama juga mengantar serta menyerahkan hasil Swab test kepada masing-masing peserta seleksi." Jelas Dimas dari LSM FKPM.

"Lab BTKL PP telah melakukan Pemeriksaan Sampel Untuk kasus Covid - 19 ini hampir 12.000 Sampel dan masa inkubasinya Covid – 19 ini adalah 1 sampai dengan 14 hari kedepannya, jadi kemungkinan hasilnya dapat berubah atau pun tidak itu bisa saja terjadi, karena hal ini berkaitan dengan daya tahan tubuh seseorang selama masa inkubasi tersebut. Pemeriksaan dengan menggunakan alat yang berbeda, tentunya akan menunjukkan hasilnya berbeda pula, seharusnya apabila ada keraguan pada calon peserta seleksi tersebut dapat memeriksakan dirinya kembali ke Lab kami," tutup Ketua BTKL PP Kota Batam Budi Santosa. (Ril)

Khairul Akbar PH Tersangka Sekwan AR : Klien Kita Dijerat Pasal UU Tipikor

Khairul Akbar, SH.

Dinamika Kepri, Batam - Hasil penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam terkait dugaan korupsi anggaran belanja konsumsi pimpinan DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tahun anggaran 2017-2019 yang diperkirakan merugikan negara sekitar Rp 2 miliar, Kejari Batam akhirnya menetapkan inisial AR Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Batam menjadi tersangka, Kamis (6/8/2020).

Baca juga:  Sekwan DPRD Batam Ditetapkan Jadi Tersangka

Terkait hal itu kepada media, Khairul Akbar, SH selaku Penasehat Hukum (PH) tersangka inisial AR  mengatakan bahwa kleinnya dijerat undang-undang (UU) Tindak Pinada Korupsi (Tipikor).

"Klien kita dikenakan pasal 2 dan  3 UU Tipikor," kata Khairul Akbar di depan Gedunga Kantor Kejari Batam, Kamis (6/8/2020) sore.

Khairul Akbar juga mengatakan, tersangka AR akan ditahan di Rutan Kampung Jawa, Tanjungpinang, Kepri.

Baca jugaKajari Batam Pamit : Bila Ada Salah, Saya dan Keluarga Minta Maaf 

Terkait penetapan AR menjadi tersangka, Khairul menjawab belum bisa menjelaskannya, karena dirinya tidak sempat banyak bicara dengan tersangka AR.

"Saat ini saya belum bisa banyak bicara dengan klien kita, mungkin nanti setelah penahanan ada komunikasi lebih lanjut," tutupnya. (Ag)

Kajari Batam Pamit : Bila Ada Salah, Saya dan Keluarga Minta Maaf

Kajari Batam, Dedie Tri Hariyadi.
Dinamika Kepri, Batam -  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, Dedie Tri Hariyadi pamit kepada para wartawan.

Ia pamit karena masa tugasnya di Batam akan berakhir dan akan melanjutkan tugasnya ke tempat lain.

"Sekalian juga saya sampaikan di sini, bahwa saya akan pindah tugas, dan saya mohon pamit. Bila ada salah, saya dan keluarga minta maaf," kata Dedie usai menggelar konferensi pers tentang ungkap dugaan tindak pidana korupsi oknum PNS, di Lantai II, Gedung Kantor Kejari Batam, Kamis (6/8/2020) sore.

"Untuk Sertijabnya akan dilakukan pada tanggal 25 ini (Agustus 2020=red)," sambungnya.

Selain pamit kepada para wartawan, Kajari Dedie Tri Hariyadi juga menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada tim penyidik Kejari Batam, di mana selama kepemimpinannya, dalam melaksanakan tugas dapat bersinergi dengan baik.

Selain itu, Dedie juga menambahkan, ia mengatakan bahwa masa tugasnya sebagai Kajari, bertugas di Batam yang paling lama dibandingkan di daerah lain.

" Tugas di Batam paling lama yakni 1 tahun 9 bulan," ungkapnya.

Sebelumnya, Dedie Tri Hariyadi pernah menjabat sebagai Kejari Sumber Cirebon dan Kejari Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, kemudian bertugas di Batam.

Selanjutnya, Dedie Tri Hariyadi akan pindah tugas dengan jabatan sebagai Kepala Subdirektorat Pemantauan pada Direktorat Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung.

Sebagai penggantinya, pucuk pimpinan Kajari Batam akan digantikan oleh Polin Octavianus Sitanggang. (Ag)

Sekwan DPRD Batam Ditetapkan Jadi Tersangka

Tersangka AR saat digiring ke mobil tahanan. 
Dinamika Kepri, Batam - Hasil penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam terkait dugaan korupsi anggaran belanja konsumsi pimpinan DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tahun anggaran 2017-2019 yang diperkirakan merugikan negara sekitar Rp2 miliar, Kejari Batam akhirnya menetapkan inisial AR Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Batam menjadi tersangka.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kajari Batam, Dedie kepada wartawan saat melakukan konferensi pers di lantai II gedung Kejari Batam, Kamis (6/8/2020).

Kata Dedie, meski dalam hal ini sudah ada saksi yang telah mengembilkan sebagian kerugian negara, tidak menutupi kemungkinan bahwa akan ada tersangka lainnya.

"Kita tunggu saja tanggal mainnya," kata Dedie.

Untuk proses lebih lebih lanjut, pada hari ini tersangka AR  kemudian dibawa ke Tanjungpinang untuk dilakukannya penahanan.

"Untuk proses lebih lanjut, tersangka AR akan dibawa ke Tanjungpinang," ujar Dedie. (Ag)

6 Peserta Catar AAL Terbaik Kepri Diberangkatkan, Ini Pesan Kolonel Laut (P) Amrin Rosihan Hendrotomo

6 Peserta Catar AAL Terbaik Kepri Diberangkatkan, Ini Pesan  Kolonel Laut (P) Amrin Rosihan Hendrotomo
Foto bersama sebelum keberangkatan.

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Asisten Operasi Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut  (Asops Danlantamal) IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P)  Amrin Rosihan Hendrotomo mewakili Komandan Lantamal IV Tanjungpinang  Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto memberangkatkan 6 orang putra-putra terbaik Calon Taruna Akademi Angkatan Laut (Catar AAL) asal Panitia Daerah Kepri,

Pemberangkatan tersebut untuk mengikuti seleksi tingkat pusat. Acara  pemberangkatan dilakukan Lobby bawah Mako Lantamal IV Jl. Yos Sudarso No.1 Batu Hitam Tanjungpinang Kepri, Rabu pagi (05/8/2020).

Sebelum memberangkatkan ke di Lembaga Penyediaan Tenaga TNI Angkatan Laut (Lapetal) Malang Jawa Timur, Asops Danlantamal IV terlebih dahulu memberikan pengarahan dihadapan para Catar AAL tahun 2020  beserta para orang tuanya.

Dalam pengarahannya Asops Danlantamal IV mengatakan,  meminta supaya peserta yang berangkat selalu menjaga kesehatan masing-masing.

" Jaga kesehatan dan berhati-hati dijalan, patuhi dan ikuti arahan dari perwira pembimbing dan kepada para orang tua ikut mendorong agar putra-putranya dapat lulus seleksi tingkat  pusat di Lapetal Malang," pesan Kolonel Laut (P)  Amrin Rosihan Hendrotomo.

"Apabila nanti dinyatakan lulus oleh Panitia Pusat dan sudah pendidikan, disanalah dimulainya pembentukkan karakter Calon Taruna (Catar)," tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Aspers Danlantamal IV Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari, Paban Pam Gal Sintel Lant IV, Pabadya Diada Spers Lant IV. (Ril)

Jaringan Narkotika Dibekuk, Ditresnarkoba Polda Kepri Amankan BB Sabu, Pisau dan Senpi

Jaringan Narkotika Dibekuk, Ditresnarkoba Polda Kepri Amankan BB Sabu,Pisau dan Senpi
Barang Bukti (BB).

Dinamika Kepri, Batam – Sepucuk senjata api jenis Revolver caliber 38 dan 1.091 gram Narkotika jenis sabu berhasil diamankan oleh Ditresnarkoba Polda Kepri. Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S didampingi oleh Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriadi dan Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid saat konferensi pers di Media Center Bid Humas Polda Kepri, Kamis (6/8/2020).

"Pada Rabu tanggal 5 Agustus 2020, jam 20.00 Wib  Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri mendapatkan informasi tentang beredarnya Narkotika jenis sabu di wilayah Batu Aji, Kota Batam. Setelah mendapatkan informasi tersebut tim langsung bergerak ke lokasi, saat berada dilokasi tersebut tim berhasil mengamankan dua orang pelaku dengan inisial AK dan H yang diduga sebagai pelaku pengedar Narkotika jenis sabu," jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

"Saat dilakukan penangkapan inisial AK melakukan perlawanan terhadap Tim Opsnal dengan mengeluarkan sepucuk senjata api revolver caliber 38 dan mengarahkan senpi ini kepada anggota, anggota dengan cepat melakukan penyergapan lalu terjadi pergumulan dan anggota berhasil mengamankan sehingga yang bersangkutan tidak sempat menembakan senjata api yang ia miliki," sambungnya.
Jaringan Narkotika Dibekuk, Ditresnarkoba Polda Kepri Amankan BB Sabu,Pisau dan Senpi
Konferensi pers di Media Center Bid Humas Polda Kepri, Kamis (6/8/2020).
Lebih lanjut dijelaskan Kombes Pol Harry Goldenhardt S, katanya bersamaan dengan itu, kemudian tim melakukan penggeledahan terhadap tersangka berinisial H, pada tersangka inisial H ditemukan dua bungkus barang yang diduga Narkotika jenis sabu dan senjata tajam jenis Badik.

Kemudian diketahui bahwa Narkotika jenis sabu tersebut adalah sejenis Tawas dan dari hasil pemeriksaan terhadap inisial AK ditemukan kartu identitas dari salah satu institusi Negara yang diduga kartu identitas tersebut palsu kemudian kedua orang tersangka ini dibawa ke Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Atas kepemilikkan senjata api oleh inisial AK tersebut,  kata Kombes Pol Harry Goldenhardt S telah dilakukan koordinasi dengan Dit Reskrimum Polda Kepri untuk dilakukan nya Ivestigasi dan tindak lanjutnya diserahkan kepada Ditreskrimum Polda Kepri.

Tidak berhenti sampai disitu, selanjutnya tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri yang dipimpin oleh Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriadi melakukan pengungkapan terhadap kepemilikkan dan peredaran Narkotika jenis sabu.

"Tempat kejadian perkara berada diwilayah Sekupang, Kota Batam tim berhasil mengamankan 1.091 gram Narkotika jenis sabu dari 5 orang tersangka inisial SB, AQ, N, AA dan SI. Dari barang bukti tersebut benar bahwa itu adalah narkotika jenis sabu dan sudah dilakukan pemeriksaan dari Labfor Cabang Pekanbaru," jelas Kabid Humas Polda Kepri.

"Kita prihatin dengan maraknya peredaran dan penyalahgunaan Narkotika diwilayah Kepulauan Riau dan lebih membahayakan lagi para tersangka ini melengkapi dirinya dengan senjata api, bersyukur dari tim Opsnal kami cukup professional dalam mengamankan pelaku sehingga tidak ada petugas yang terluka," lanjutnya.

Ditambahkan Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriadi menjelaskan lokasi penangkapan, para tersangka ditangkap wilayah Sekupang dengan modus menyembunyikan Narkotika di dalam anus.

"Tersangka yang kita amankan di wilayah Sekupang. Ini modusnya adalah dengan memasukkan Narkotika tersebut kedalam anusnya dan Narkotika jenis sabu tersebut akan dikirim ke Lombok Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan Kapal Barang dan para tersangka lima orang ini kita lakukan penangkapan di Pelabuhan Beton Tanjung Riau Kecamatan Sekupang, Kota Batam," ungkpa Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriadi.

"Setiap orangnya memasukan dua paket narkotika jenis sabu kedalam anusnya. Dan untuk modus tersangka pengguna senjata api adalah tersangka ini sengaja melakukan perampokkan terhadap tim Opsnal kami dengan menawarkan Narkotika jenis sabu yang diketahui adalah Tawas, Saat kita menyerahkan uang tersangka langsung menodongkan senjata apinya," sambungnya.

Mengenai pasal yang akan dijeratkan terhadap para tersangka, Kombes Pol Harry Goldenhardt S mengatakan, para tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (10 Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Mati/Pidana Seumur Hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan untuk tersangka pengguna senjata api akan terus kita lakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk penerapan pasalnya. (Ril)

Kejari Batam Musnahkan BB Pangan, Narkotika dan Ribuan Kotak Rokok Merek Luffman

Kajari Batam, Dedie Tri Hariyadi saat pemusnahan di PT Desa Air Cargo, Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Rabu (5/8/2020). (F/kejoranews.com).

Dinamika Kepri, Batam - Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam melakukan pemusnahan Barang Bukti (BB) hasil kejahatan berupa Narkotika dan Rokok ilegal. Pemusnahan dilakukan di PT Desa Air Cargo, Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Rabu (5/8/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri  (Kajari) Batam, Dedie Tri Hariyadi mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut merupakan hasil dari putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inchrat).

"Barang bukti yang dimusnahkan hari ini merupakan pengungkapan dari berbagai macam kasus yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inchra) setelah putusan dari Pengadilan," kata Dedie disela-sela acara pemusnahan.

Didie merincikan, adapun barang bukti yang dimusnahkan tersebut terdiri dari, bahan Pangan ilegal sebanyak 8.527 picis dari terpidana Supandi.

Sementara Narkotika yang dimusnahkan terdiri dari jenis sabu seberat 5.780,023 gram, daun ganja seberat 886,7 gram dan ekstasi sebanyak 485 butir dengan berat 126,29 gram.

“Selain pangan dan Narkoba, sebanyak 1300 kotak rokok merek Luffman juga turut dimusnahkan. Barang bukti yang musnahkan hari ini ditaksir senilai miliaran rupiah," ujar Dedie.

Didie juga menjelaskan bahwa saat ini, Narkotika masih menjadi salah satu perkara yang mendominasi penanganannya oleh aparat penegak hukum. Kata dia, tingginya jumlah perkara Narkotika diakibatkan masih banyaknya pengguna di Kota Batam.

Pemusnahan ini, lanjut Didie, dilaksanakan di PT Desa Air Cargo dengan cara dibakar atau dihanguskan dengan menggunakan mesin inncenerrator yang ramah lingkungan.

Selain itu, sambungnya, lokasi untuk tempat pemusnahan juga berada jauh dari pemukiman warga, sehingga pengolahan limbah barang bukti tersebut tidak mengganggu atau merusak ekosistem yang ada.

Turut hadir dalam pemusnahan, selain dihadiri Kajari Batam, acara pemusnahan itu dihadiri juga perwakilan dari Pemko Batam, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Dinas Kesehatan, perwakilan BPOM Kepri, Kepala BNNK Batam, perwakilan dari Polresta Barelang dan sejumlah tamu undangan dari instansi terkait lainnya. (Ril/KJ)
Scroll to top