DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 21 August 2019

Kasi Pidum Kejari Batam Diminta P21 kan Berkas Perkara Tersangka Bo Ji, Roy Wright: Jangan Ditahan-tahan

Kuasa hukum A Lim Ala A Boi, Roy Wright, SH.,MH.


Dinamika Kepri, Batam - Roy Wright, SH kuasa hukum A Lim Ala A Boi (korban=red), meminta agar Kasi Pidum Kejari Batam segera mem P21 kan berkas perkara tersangka Sanlong alias Bo Ji, kasus dugaan penipuan Rp 15 miliar terhadap kliennya A Lim Ala A Boi, agar dapat disidangkan. Hal itu disampaikannya kepada awak media ini di sela-sela waktunya usai mengikuti sidang lain di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (20/8/2019).

"Sudah dua bulan berkas tersangka Bo Ji itu ada pada Kasi Pidum Kejari Batam, namun sampai saat ini belum di P21 kan. Kalau itu ditahan-tahan, kapan lagi disidangkan? Kasihan korban. Kerugiannya Rp. 15 miliar, dan bukan jumlah uang yang sedikit. akibat ulah tersangka, sekarang korban sudah bangkrut jatuh miskin. Pinjam uang tapi bayar pakai pakai cek kosong yang tidak ada uangnya. Korban jatuh miskin, malah tersangkanya yang jadi kaya," kata Roy penasaran.

Kata Roy lagi, sejak dilaporkan 6 tahun lalu ke Polresta Barelang, terhitung sudah 5 tahun Sanlong alias Bo Ji ditetap polisi jadi tersangka.

"Dulunya Bo Ji itu dilaporkan ke Polresta Barelang. Kalau LP nya sudah 6 tahun, kalau penetapan tersangkanya sudah 5 yang tahun. Tapi itulah, sampai sekarang belum disidangkan juga. Setahu saya, berkasnya sudah bolak-balik keluar masuk kekejaksaan dan balik lagi ke polisi, alasannya belum lengkap, masih butuh kajian," ungkapnya.

Menurut sepengetahuannya, jika jadi disidangkan, yang menuntut tersangka itu dipersidangan adalah Jaksa Rumondang Manurung.

" Yang aku tahu, perkara itu nanti jaksanya Rumondang Manurung. Cuma yang menjadi pertanyaan, kapan di P21 kan, padahal sudah dua bulan di meja Kasi Pidum," katanya lagi.

Ketika ditanya awak media ini, atas dasar apa Sanlong alias Bo Ji itu dilaporkan ke polisi, jawab Roy karena Bo ji duganya telah melakukan penipuan terhadap kliennya A Lim Ala A Boi dengan cara memberikan pembayaran pinjaman dengan mengunakan cek kosong.

"Bo Ji dilaporkan karena diduga telah melakukan penipuan sejumlah uang 15 miliar milik A Lim Ala A Boi dengan cara meminjam, dan saat mengembalikan pinjamannya, Bo Ji mengunakan cek kosong," pungkasnya.

Lebih rinci diterangkannya, kata Roy, saat ini tersangka Bo Ji sudah memiliki pelabuhan ikan sendiri di Telaga Punggur, Batam, sedangkan korban jatuh miskin tidak punya apa-apa lagi.

"Akibat ulah Bo Ji, korban jatuh miskin tidak punya apa-apa lagi, Sedangkan Bo Ji, sudah punya pelabuhan kapal ikan sendiri di Punggur," ujar Roy.

"Alasan Bo Ji meminjam uang waktu itu, katanya untuk biaya operasi kapal, beli minyak dan alasan keperluan lainnya. Klien saya percaya begitu saja, karena tak lama dipinjam tersangka kemudian mengembalikan pinjaman dengan menggunakan cek. Setalah itu pinjam lagi, begitulah berulang-ulang. Karena merasa percaya, cek dari dari tersangka itu dikumpul-kumpul tidak langsung dicairkan, dan saat hendak dicairkan, ternyata tidak bisa, uangnya kosong. Di situlah ketahuannya, setelah itu Bo Ji dilaporkan ke polisi," lanjutnya mengisahkan.

Sebelum mengakhiri, Roy Wright berharap agar berkas perkara tersangka Bo Ji itu dapat segera di P21 kan Kasi Pidum Kejari Batam supaya perkara itu dapat berlanjut kepersidangan, dan pihak si pelapor, tidak terlalu lama menunggu. (Ag)

TNI AL Gelar Latihan Tempur Pertahanan Pangkalan

Suasana Latihan Tempur Pertahanan Pangkalan di Lantamal IV.


Dinamika Kepri, Tanjungpinang -  Dua pesawat tempur tak dikenal menghujani peluru ke Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV ( Mako Lantamal IV) tepat pukul 14.30 WIB, Selasa (20/8/25019).

Sirine peringatan tanda bahayapun langsung menggelegar memecah langit, ratusan prajurit Lantamal IV yang saat itu sedang bergelut dengan rutinitasnya, dengan sigap  keluar Markas dan langsung berlari menuju gudang senjata, yang letaknya tidak jauh dari kantor prajurit.

Dalam waktu lima menit , seluruh  prajurit  Lantamal IV dan Prajurit Batalyon Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan IV), dengan kekuatan penuh sudah bersiaga diberbagai sudut dengan senjata serbu siap tembak.

Tak lama berselang, kembali dua pesawat musuh yakni, satu helikopter dan satu pesawat jet tempur  melintas terbang rendah di atas Mako Lantamal IV dengan menembakkan serangan senjata dari udara.

Komandan Lantamal IV gerak cepat memberikan komando gencarkan serangan balik kepada musuh, perintah tersebut membuat prajurit yang sudah siap melakukan perlawanan  dan  membalas  serangan tembakan dari darat.

Di bawah panasnya terik matahari, baku tembak dari udara dan darat tak terelakkan lagi, serangan balik Lantamal IV terus buru pesawat pesawat musuh yang melintas diatas Pangkalan.

Akibat muntahan peluru pesawat asing tersebut belasan prajurit Lantamal IV mengalami luka tembak dan terkapar, tembakan peluru musuh juga mengakibatkan ledakan di gudang perbekalan Lantamal IV, beruntung petugas bantuan pemadam kebakaran yang tiba di Markas Lantamal IV dibantu prajurit dan pemadam kebakaran  Lantamal IV berhasil memadamkan api, sehingga dapat mengamankan gudang perbekalan dan gudang senjata.

Sekitar dua jam baku tembak dengan pesawat musuh berlangsung, akhirnya para prajurit Lantamal IV berhasil memukul mundur dan menjatuhkan satu pesawat tersebut.  Sedangkan sejumlah prajurit yang mengalami luka-luka dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diberikan pertolongan medis.

Peristiwa serangan udara oleh helikopter dan jet tempur ke Mako Lantamal IV merupakan puncak latihan tempur yang di gelar oleh Tim Komando Latihan (Kolat),  Komando Armada I (Koarmada I) selaku tim uji, dan  unsur yang melaksanakan adalah para prajurit  Lantamal IV, dalam rangka untuk kesiapan ancaman serangan musuh yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Sebelumnya simulasi tempur digelar, juga dilaksanakan berbagai latihan antara lain PDD Khas TNI AL, PBB, Peraturan penempatan penjagaan, Dakura PHH, Menembak, Deputasi Pemakaman, Jajar Kehormatan dan Pertahanan Pangkalan serangan bahaya Udara.

Mengutip pernyataan Komandan Pangkalan Utama Angakatan Laut IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah,  pada acara pembukaan Latihan uji terampil Gladi Tugas Tem¬pur Pangkalan (Gla¬gaspur) tingkat P1 dan P2 mengatakan, bahwa latihan tempur pangkalan ini digelar untuk melatih kesiapan dan kesigapan para prajurit dalam mempertahankan  Pangkalan Militer dari serangan darat maupun udara.

"Latihan tempur ini untuk menguji ketrampilan prajurit TNI AL Lantamal IV dalam kesiapan dan kesigapan para prajurit untuk menghadapi  dari serangan musuh, sehingga sewaktu-waktu apabila diserang musuh, seluruh prajurit akan siap mempertahankan markas dan mengalau musuh," ujar Danlantamal IV. (Ril)