DINAMIKA KEPRI.COM

Thursday, 19 September 2019

Untuk Pas Kecil, TNI AL di Lingga Ukur Kapal Ikan Milik Nelayan

Proses pengukuran kapal nelayan di Lingga.

Dinamika Kepri, Dabo Singkep - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dabo Singkep, bekerjasama dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Senayang, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga, melaksanakan pengukuran terhadap 50 buah kapal milik nelayan di Kampung Labuh Ujung Kecamatan Lingga Utara, Pantai Kampung Lansik Desa Belungkur Lingga dan Desa Kudung Kecamatan Lingga Timur Kabupaten Lingga Kepulauan Riau, Rabu (18/9).

“Kegiatan tersebut dalam rangka proses pembuatan Pas Kecil sebagai kelengkapan dokumen kapal bagi para nelayan di Desa tersebut dan merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap kapal berukuran di bawah 7 Gross Ton (GT)," ujar Pgs Paspotmar Lanal Dabo Singkep Kapten Laut (PM) Ferry Rungkat.

“Sebelum kita bekerja, pertama diberikan penyampaian secara teknis pelaksanaan pengukuran oleh petugas dari KUPP di Kantor Desa Belungkur Kecamatan Lingga Utara,” lanjtnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, Pengukuran pertama bersama para nelayan sebanyak  20 buah kapal, di Pantai Kampung Labuh Ujung dan Pantai Kampung Lansik Desa Belungkur, kemudian dilanjutkan ke Desa Kudung Kecamatan Lingga Timur sebanyak 10 buah kapal, dan terakhir sebanyak 20 buah kapal di Sungai Pinang Kecamatan Lingga Timur.

“Sebagai informasi bahwa  setelah pengukuran, akan ada proses lebih lanjut. Di Kantor KUPP Senanyang. Penyerahan surat Pas Kecil akan diberikan secara serentak kepada para nelayan pada tanggal 6 Oktober 2019, berkenaan dengan pelaksanaan Lingga Fun Fishing dalam rangka peringatan HUT ke-27 Lanal Dabo Singkep,” tutupnya. (Ril)

Jamaah UAS Banjiri Pengajian Bulanan di Pemprov Kepri

Ustadz Abdul Somad (tengah).  
Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Kharisma Ustadz Abdul Somad mampu mengumpulkan puluhan ribu jamaah pada momen tabligh akbar Pengajian bulanan Pemprov Kepri yang dilaksanakan di Masjid Nur Ilahi, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (17/9) malam.

Meskipun acara tabligh akbar dilaksanakan setelah shalat isya, namun masyarakat sudah berduyun-duyun mendatangi masjid Nur Ilahi Dompak sejak sore. Seluruh parkir kendaraan disekitar masjid penuh. Sisanya diluar area masjid. Bahkan banyak sekali yang sampai memarkirkan kendaraannya di bibir jembatan I Dompak. Lalu menuju masjid dengan menaiki tangga.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS. Arif Fadillah yang hadir mewakili Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto pada kesempatan ini mengatakan bahwa tabligh akbar merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Pemprov Kepri yang ke-17 tahun 2019 ini.

Plt. Gubernur, kata Arif, tidak dapat hadir karena sedang di Jakarta guna menghadiri rapat bersama Presiden di Istana Negara.

“Alhamdulillah ditengah padatnya jadwal undangan yang luar biasa ustadz Abdul Somad masih meluangkan waktunya untuk hadir ditengah-tengah kita pada malam hari ini. Ini adalah bagian dari anugerah di hari jadi Kepulauan Riau yang ke-17 ini,” kata Arif Fafillah.

Arif juga menjelaskan jika berbagai rangkaian kegiatan akan dilaksanakan dakam rangka peringatan hari jadi Kepri kali ini. Dia juga menegaskan jika Pemprov Kepri sangat berkomitment dalam mewujudkan Kepri menuju lebih baik kedepan.

“Dengan kebersamaan, kerja keras dan ikhlas. Kita semua harus terus bahu-membahu untuk menuju Kepri lebih baik lagi. Kepri dengan masyarakatnya yang cerdas, sejahtera dan berakhlak mulia,” kata Arif.

Suasana didalam masjid tampak penuh dan sesak. Bahkan di bagian atas (lantai 2) hingga disemua sisi terasnya.

Tabligh akbar yang diberi tema Kajian Hadist bersama Ustadz Abdul Somad tersebut. Pada kesempatan ini UAS menyampaikan ceramahnya selalu tidak lari dengan isi alqur’an dan hadist.

UAS mengingatkan jamaah agar selalu memiliki rasa malu. Tujuannya agar rasa malu itu mampu membentengi diri disetiap akan melakukan yang bertebtangan dengan norma-norma agama.

“Malu itu bagian dari iman. Jika masih punya rasa malu, tandanya imannya masih ada. Tapi jika usia sudah tidak lagi muda, tapi masih suka memakai pakaian yang ketiaknya bisa dilihat banyak orang. Itu tandanya tak ada lagi rasa malunya,” kata UAS disambut tawa.

Dan masih banyak lagi topik-topik bahasan yang disampaikan UAS dalam kesempatan ini dengan gayanya yang khas dan menghibur. (Ril)