DINAMIKA KEPRI

Tuesday, 18 June 2019

Gubernur Kepri: Pembangunan di Natuna tak akan Pernah Berhenti

Dinamika Kepri, Natuna - Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan pembangunan tak akan pernah berhenti apalagi untuk Natuna dan kabupaten kota lainnya. Pembangunan yang dilakukan Pemprov tak akan pernah berakhir adan akan sangat panjang dan terus menerus.

“Masih banyak lagi yang harus dibangun. Dengan bersilaturahmi, kita jadikan komunikasi untuk menata dan membangun negeri yang kita cintai ini. Pemerintah saling sinergi. Masyarakat terus mendukung,” kata Nurdin dalam rangkaian kunjungan kerja empat hari di Natuna, Senin (17/6).

Nurdin yang didampingi Sekdaprov H TS Arif Fadillah,  seperti tak menyediakan waktu istirahat karena terus beraktivitas dari subuh ke malam hari. Apalagi selama empat hari di Natuna sejak Jumat (14/6) lalu.

Begitu menjejakkan kaki di negeri paling utara NKRI ini, Nurdin langsung melakukan Safari Jumat di Masjid Agung Ranai. Usai shalat, Nurdin bersikaturahmi dengan ratusan jamaah. Dari Masjid Agung, Nurdin bergerak ke RSUD Natuna.

Setelah melakukan peninjauan, Nurdin langsung bergerak ke Sedanau. Setelah melakukan perjalanan darat dan laut, aktivitas di Sedanau langsung dilakukan. Di antaranya bersilaturahmi dan menjemput aspirasi masyarakat.

“Terima kasih kami sudah merasakan peningkatan infrastruktur dan hasil pembangunan yang lainnya walaupun belum sempurna,” kata Ketua LAM Sedanau.

Di Sedanau, Nurdin meninjau pembangunan jalan provinsi. Nurdin juga meninjau Tol Laut yang sedang bersadar dan siap mengangkut orang dan barang dari Natuna. Sejumlah anak-anak PAUD juga dimotivasi Nurdin di sela-sela meninjau Tol Laut.

Aktivitas Safari Subuh dilaksanakan di Masjid An Nur Ranai Natuna, Masjid Jami Ranai Kota. Demikian juga aktivitas Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya di berbagai Masjid sekaligus menjemput aspirasi dan mencsrikan solusi. Di antara masjid-masjid itu adalah Masjid Al Manar Sepempang, Masjid Ibnu Salim Ranai Darat.

Pada Sabtu (15/6), sejak pagi Nurdin menghadiri Halalbihalal Pemprov Kepri bersama masyarakat Natuna di Pantai Kencana. Sejumlah proyek diresmikan dalam rangkaian acara tersebut.

Nurdin juga meresmikan Gedung SLB Natuna dan  Gedung Serbaguna SMA Negeri 2 Natuna. Sektor olah raga juga mendapat perhatian Nurdin dalam kunjungan itu. Di antaranya pada pertandingan Futsal Ranai Natuna dan Bola Voley di malam hari.

Kawasan perikanan yang dikunjungi Nurdin akhir 2017 kini disinggahi lagi. Apa yang dijanjikan pada tahun itu sebagai besar sudah dibangun. Tinggal satu lagi yang sedang dilelang tahun ini. Jalan, Jambat Labuh, Kantor UPTD, semua sudah selesai. Aktivitas Ahad Nurdin dilanjutkan dengan membuka Festival Pulau Senoa.

Menurut Nurdin, perhatian pembangunan untuk Natuna ini sangat istimewa. Tak hanya sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten, pemerintah pusat juga memberi perhatian serius.

Banyak potensi Natuna yang terus dikembangkan. Sinergi antara pemerintah akan membuat pembanguna itu semakin tepat. Apalagi Nurdin pun ikut turun bersilaturahmi menjemput aspirasi dan mencarikan solusi.

“Masyarakat sehat, masyarakat kuat dan masyarakat baik maka daerah pun akan maju dan sejahtera,” kata Nurdin.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadilah melaporkan halal bihalal Pemprov Kepri disejalankan dengan peresmian proyek strategis serta penyerahan bantuan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) Guru tidak tetap atau non ASN di Kabupaten Natuna. Dalam suasana Syawal 1440 H, pada hari kemenangan yang sangat berbahagia, Arif mengajak semua memperkokoh persaudaraan di daerah yang bercirikan kepulauan.

“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan bathin. Pemerintah Provinsi melaksanakan ini sangat berarti penting dalam menjaga silaturahmi yang tentunya senantiasa menjaga hubungan seluruh daerah guna pereratkan hubungan, dengan demikian maka semua bentuk koordinasi juga akan menjadi lebih mudah kita dilakukan,” kata Arif.

Proyek strategis ini, lanjut Arif ialah merupakan pembangunan yang sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan.

Pemerintah Provinsi sendiri sangat berkomitmen melakukan percepatan pembangunan disegala bidang, apalagi pembangunan dan peningkatan infrastrutur yang ada wilayah Kepulauan Riau.

“Kegiatan ini selesai pada tahun 2018 kemarin, jadi pada hari ini akan diresmikan langsung oleh Gubernur sebanyak lima secara simbolis. Maka proyek proyek strategis yang lainnya dinyatakan dapat dioperasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat langsung,” tambah Arif.

Adapun proyek strategis yang diresmikan antara nya Tiga jembatan di ruas jalan Bukit Leman-Trans Batubi dengan total anggaran Rp16,5 miliar dengan rincian Jembatan Sungai Curing panjang 35 meter dan lebar 9 meter, Jembatan Sungai Tengah I panjang 35 meter dan lebar 9 meter.

Jembatan Sungai Tengah II panjang 20 meter dan lebar 9 meter. Pembangunan Gedung Serba Guna SMAN 2 Bunguran Timur dengan pagu anggaran Rp925 juta yang berukuran 12 x 18 meter persegi terdiri dari ruang kamar mandi, WC 2 unit dan ruang ganti pakaian 1 unit.

Pembangunan Kantor Pengawasan SDKP yang total anggaran 1,95 miliyar yang bersumbet Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 dengan luas bangun 20 x 28 meter.

Dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Natuna, ada beberapa proyek yang masih perlu pengerjaan lanjutan antara lain ialah Peningkatan Jalan Bukit Leman-Trans Batubi-tanjung Kudu Sedanau dengan besar anggaran Rp39,2 miliar dengan pembangunan sebanyak 3 tahap dari tahun 2016 sampai 2018 dengan panjang jalan 7,40 Kilometer.

Pembangunan Jalan Trans Batubi-Kelarik dengan anggaran sebesar Rp42,2 miliar selama 3 tahap dari tahun 2016 sampai 2018 yang panjang jalan terealisasi sepanjang 28,27 kilometer dari total 48,27 kilometer.

Pengembangan dan Peningkatan Pelabuhan Penagi dengan total anggaran Rp50,5 miliar selama 3 tahap dari tahun 2017 sampai 2019, nilai pengembangan 2017-2018 sebesar Rp25,5 miliar yang semula dermaga 10 x 70 meter bertambah menjadi 12 x 105,55 meter sehingga panjang totalnya 175,55 meter.

Pembangunan Unit Sekolah Baru SLB Kabupaten Natuna dengan total anggaran Rp2,2 miliar yang luas lahan 10.000 meter persegi yang terdiri dari ruang aula, ruang terapi, ruang majelis guru, ruang mushalla, ruang UKS, 4 buah ruang praktek.

Selain peresmian proyek tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri pada tahun 2019 akan membangun beberapa kegiatan di Kabupaten Natuna yaitu Pembangunan Jalan Desa Pulau Tiga menuju Desa Selading Kecamatan Pulau Tiga.

Pembangunan Jembatan Sungai Tengah III Ruas Jalan Bukit Leman-Trans Batubi. Peningkatan Jalan Padang Angus-Cemaga. Pembangunan Pelabuhan Nyi Nyit Kecamatan Pulau Tiga. Pengadaan Sarana Prasarana Tambatan Perahu di Pering.

Dalam kesempatan ini juga penyerahan SK GTT non ASN dengan total sekitar 200 orang dan penyerahan bantuan kegiatan nilai keagamaan sebesar 298,8 juta rupiah kepada guru TPQ sebanyak 462 orang, guru MDT (Madrasyah Diniyah Ta’miliyah), guru MDA (Madrasyah Diniyah Awaliyah) sebanyak 60 orang Penyuluh Agama Islam non ASN sebanyak 48 orang serta imam masjid, Hafizs quran sebanyak 6 orang.

Selain itu, penyerahan bantuan berupa Handraktor 6 unit, Kultivator 2 unit dan Pompa Air 5 unit dengan penerima ialah 1.

Unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) Cipta Karya, Desa Payak Kecamatan Serasan Timur menerima Handraktor 2 unit 2.

Unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) Karya Sejahtera, Desa Tapau Kecamatan Bunguran Tengah menerima Kultivator 1 unit 3.

Unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) Pelawan, Desa Semedang Kecamatan Batubi menerima Handraktor 2 unit dan Pompa Air 5 unit 4.

Unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) Bangkit, Desa Batubi Jaya Kecamatan Bunguran Batubi menerima Handraktor 2 unit dan Kultivator 1 unit.

Sekretaris Daerah Natuna, Wan Siswandi mengapresiasikan Pemerintah Provinsi yang tidak membedakan dengan masyarakat yang jauh, dimana Natuna adalah daerah wilayah Kepri yang terjauh paling ujung utara indonesia

“Kami menyambut baik sebesar besarnya kepada Pemerintah Provinsi Kepri, yang mana beliau (Gubernur) tidak ada beda membeda antara masyarakat satu dengan lainnya. Bahwasanya tiada pilah mempilah suatu daerah dengan daerahnya,” kata Wan Siswandi

Pemerintah Natuna, lanjut Wan Siswandi sangat berharap uluran uluran kegiatan yang sangat besar karena untuk pembangunan di Natuna sangat tinggi pembiayaan anggaran guna tercapainya pembangunan yang maksimal.

“Kami sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah Provinsi, yang sangat besar anggaran yang untuk membangun natuna. Maka dengan ini kita ingin bersama sama satu pikiran dalam pembangunan dan pengembangan daerah yang sangat luas pulau ke pulau lainnya,” kata Wan. (Ril)

MS Penampung PMI ilegal Ditangkap Polisi

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Drs. S. Erlangga dan  Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha, saat press rilis di Mapolda Kepri,  Senin (17/6).

Diamika Kepri, Batam -  Sebanyak 21 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tujuan Malaysia, berhasil digagalkan oleh pihak kepolisian dari Ditreskrimum Polda Kepri, Sabtu (15/62019) malam.

Ke-21 PMI ilegal tersebut terdiri dari 15 orang laki-laki dan 6 orang perempuan, dan statusnya dalam hal ini, dijadikan sebagai saksi korban.

Rencana keberangkatan ke-21 PMI itu berhasil dihentikan Polisi setelah sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat, demikian terang Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kepri Kombes Pol. Drs. S. Erlangga kepada media, Senin, (17/06/2019).

"Pada hari Sabtu (15/6) sekira pukul 21.00 WIB, anggota Subdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa diduga adanya calon PMI Ilegal yang telah datang dari Nusa Tenggara Timur ( NTT) dan akan tiba di Batam," ungkap Erlangga.

Lanjutnya, setelah itu dilakukan penangkapan terhadap 1 orang inisial MS (laki-laki) beralamat di Kampung Lembang Jaya Batu Besar, Nongsa, Batam.

MS diamankan karena diduga sebagai pelaku yang mengurus atau menampung 21 orang PMI Ilegal tersebut, dan membawa MS ke kantor Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri guna proses penyidikan lebih lanjut.

Kata Erlangga lagi, PMI itu akan dibawa ke Malaysia melalui jalur laut tanpa dokumen resmi.

Dari MS, Polisi mengamankan barang bukti berupa 1 unit Mobil Inova warna Silver yang diduga digunakan untuk mengangkut PMI dan 2 unit handphone.

"Untuk pasal yang dilanggar adalah Pasal 80, Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Ancaman hukuman paling Lama 10 tahun penjara," tutup Erlangga didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, saat press rilis di Pendopo Polda Kepri, Nongsa, Batam. (Ril)