Wednesday, 6 February 2019

Posting Ujaran Kebencian di FB, Elsandry Simanjuntak Divonis 10 Bulan Penjara


Elsandry Simanjuntak.

Dinamika Kepri, Batam - Elsandry Simanjuntak alias Bu Sri pemosting ujaran Kebencian terhadap suatu agama di media sosial Facebook (FB) divonis 10 Bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN), Rabu (6/2/2019) sore.

Oleh majelis hakim yang diketuai hakim Syahlan didampingi dua hakim anggota, hakim Jasael dan hakim Chandra, dalam amar putusan menyatakan terdakwa Elsandry Simanjuntak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, ras dan antar golongan (SARA), sebagaimana diancam pidana dalam pasal 45 A ayat (2) UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo pasal 28 ayat (2) UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp10 juta subsidiair selama 3 bulan kurungan," baca hakim Syalan.

Terhadap putusan itu, kepada majelis hakim, terdakwa menyatakan, menerimanya. Begitu juga dengan jaksa penuntut Samuel Pangaribuan menggantikan jaksa Zulna Yosepha, juga mengatakan, menerimanya.

" Terima yang mulia," kata Samuel Pangaribuan.

Mengenai vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa yakni sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut sebelumnya.

Sebelumnya, perkara ini berawal saat terdakwa memosting kata-kata yang mengandung ujaran kebencian terhadap suatu agama di Media Sosial Facebook Group Wajah Batam.

Akibat postingannya itu, ia pun akhirnya mendapat protes dan kecaman dari pengguna FB lainnya dan lalu dengan sendirinya ia menyerahkan diri ke Polresta Barelang.

Sebelumnya, saat di sel dijeruji besi PN Batam menunggu jadwal sidang, ketika diwawancara awak media ini, terdakwa mengatakan, tidak tahu kalau postingannya itu akan memasukan dirinya ke dalam penjara.

"Aku mengaku salah karena sudah membuat postingan demikian. Awalnya aku tidak mengira akan seperti ini jadinya. Saya juga tidak tahu kalau saya memosting itu di group tersebut. Saya kira itu di FB nya Musa ternyata tidak. Saya membuat itu karena saya terpancing emosi dari status seseorang bernama Musa. Saya baca dia menghina kepercayaan saya, makanya saya membalasnya. Tak lama setelah memosting itu, saya pun mendapat komentar protes dan kecaman, bahkan ada yang mengancam saya, karena saya takut, makanya saya menyerahkan diri ke polisi," kata terdakwa sedih waktu itu.

Selain itu, ia juga mengaku tidak pernah meminta bergabung ke group tersebut.

"Tak tahu juga siapa yang memasukan saya ke group itu. Seingat saya tak pernah minta gabung ke group itu. Jangankan itu, menggunakan FB saja saya masih kurang memahami. Saya bisa main FB, itu pun karena didaftarkan orang konter HP, " ucap ibu yang sudah lanjut usia itu.

Terkait vonis yang dijatuhkan hakim terhadapnya, hakim Syahlan mengatakan, vonis itu sudah lebih ringan dibandingkan vonis yang dijatuhkan hakim terhadap Ahok dan Ahmad Dani.

Tak hanya itu, hakim Syalan juga mengingatkan terdakwa agar tidak mengulangi perbuatan itu lagi.

" Saya mengaku salah yang mulia, dan saya janji tidak akan mengulanginya lagi," ucap Elsandry.(Ag)