Friday, 4 January 2019

Puluhan Tahun Bisnis Arang Bakau di Barelang Bertahan, Diduga ada Oknum yang Melindungi

 

Dapur arang.
Dinamika Kepri, Batam - Bisnis arang Bakau di Barelang, Batam, Kepri, kini semakin marak dan tidak terbendung lagi, Jumat (4/1/2019).

Selama puluhan tahun beroperasi, namun tidak ada penegak hukum manapun di indonesia ini yang berani untuk menindaknya.

Dari banyaknya titik pembakaran arang saat ini di ujung pulau itu, pertahunnya diperkirakan telah menghabiskan jutaan ton kayu pohon bakau.

Seperti di salah satu pemukiman di Dapur 6 di Sembulang Barelang, di tempat itu terdapat puluhan tungku pembakaran kayu bakau.

Setiap tungkunya, sekali membakar perhitungannya bisa memuat 4 ton kayu bakau.

Menurut warga di sana, pembakaran kayu bakau telah berlansung sejak lama, dan itu katanya merupakan mata pencarian sehari - hari bagi warga di sana.

Terlihat, di setiap halaman rumah warga di sana, selalu dihiasi tumpukan-tumpukan kayu bakau siap bakar.

Arang bakau siap jual.
Saat melihat banyaknya tumpukan kayu bakau di tempat itu, serasa kita seperti bukan di negara indonesia. Lebih cocoknya seperti di negeri antah berantah.

Ketika Pemerintah indonesia aktif melindungi hutan mangrouve dan gencar melakukan penanaman Bakau untuk menahan erosi dan mengantisipasi hantaman tsunami, namun mafia arang di Barelang, Batam, Kepri, malah bebas sesuka hati menebangi hutan bakau di kepuluan yang ada di Kepri.

Ada dugaan para pengusaha arang kayu bakau itu telah mendapatkan imun kekebalan hukum dari oknum penerima upeti, sehingga hukum manapun di negeri ini, tidak ada lagi yang mampu untuk menindaknya.(Ag)