Monday, 7 January 2019

Kapal Tanker MT Teguh 9 Berisi Muatan HSD Ditangkap TNI AL


Danlantamal IV dan rombongan saat melakukan pengecekan barang bukti bahan bakar minyak sulingan (High Speed Diesel) di atas kapal, Senin (7/1).

Dinamika Kepri, Bintan - Kapal Tanker MT Teguh 9 berbendera Malaysia berbobot 1680 GT bermuatan  bahan bakar minyak sulingan (High Speed Diesel) sebanyak 1762,130 KL beserta 13 orang ABK dan Nahkoda Kapal, ditangkap unsur Satuan Kapal Patroli Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Satrol Lantamal IV) Kapal Angkatan Laut (KAL) Anakonda II-4-61.

Kapal tersebut ditangkap di Perairan Utara Teluk Jodoh pada hari Sabtu 5 Januari 2019 saat berlayar dari Pelabuhan Tanjung Pelepas Johor Malaysia saat menuju Pulau Sambu, Batam, Kepri.

Atas penangkapan itu, kepada media Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno mengatakan, penangkapan tersebut berawal ketika KAL Anakonda II-4-61 sedang melaksanakan operasi keamanan laut di Wilayah Kerja Lantamal IV.

"Saat melakukan operasi keamanan laut, KAL Anakonda II-4-61 menemukan kontak visual berupa kapal tanker. Mendapati itu,  KAL Anakonda II-4-61 segera melakukan identifikasi kontak melalu AIS, namun tidak menemukan data kapal tanker tersebut, diduga AIS kapal itu sengaja dimatikan," terang Eko Suyatno saat melakukan konferensi pers  di geladak MT. Teguh 9 di Dermaga Fasharkan Mentigi Tanjung Uban, Bintan, Kepri, Senin (7/1).

Lanjutnya, setelah itu upaya komunikasi terus dilakukan dengan menggunakan radio FM chanel 14 dan 16 namun tetap tidak direspon oleh kapal tersebut.

Melihat tak ada respon, Komandan  KAL Anakonda II-4-61 lalu memerintahkan untuk melakukan prosedur Pengejaran Penangkapan dan Penyelidikan (Jarkaplid).

Dari pengejaran itu, kapal berhasil dihentikan dan lalu diamankan untuk dilakukan pemeriksaan.

Kapal tanker tersebut diamankan di posisi 010 12’ 750” Lintang Utara dan 1030 56’ 076” Bujur Timur di Perairan Utara Teluk Jodoh.

"Dari hasil pemeriksaan itu, ditemukan bahwa kapal tersebut tidak mengaktifkan AIS nya saat berlayar, Port Clearance palsu, ABK tidak disijil dan pasport tidak distempel oleh pejabat imigrasi," ujar Danlantamal IV.

Danlantamal IV juga menambahkan, katanya dari temuan tersebut, selain menemukan muatan bahan bakar High Speed Diesel (HSD), patut diduga kapal MT Teguh 9 itu telah melakukan pelanggaran terhadap UU Pelayaran di Perairan Indonesia.

Dari hasil temuan itu, selanjutnya kapal tersebut digiring menuju Dermaga Fasharkan Mentigi Tanjung Uban, guna proses pemeriksaan lanjutan.(Ril)