Tuesday, 4 December 2018

Paulus Baun Perkara TPPO Divonis 4 Tahun Penjara Denda Rp 120 Juta


Paulus Baun.
Dinamika Kepri, Batam - Terbukti bersalah melanggar pasal Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), terdakwa Paulus Baun divonis 4 tahun penjara denda Rp 120 juta subsidier 2 bulan penjara, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (4/12/2018) sore.

Terhadap putusan itu, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Eduard Kamaleng kepada majelis hakim mengatakan pikir-pikir.

"Pikir-pikir yang mulia," kata Eduard Kamaleng kepada majelis hakim.

Dalam amar putusan, sesuai dakwaan kesatu Jaksa Penuntut Umum (JPU), majelis hakim diketuai hakim Martha Napitupulu didampingi anggota hakim Pitua Ambarita dan hakim Egi Novita, dihadiri jaksa pengganti, Samuel Pangaribuan, menyatakan terdakwa Paulus Baun alias Amros alias Sadrak Banoet terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan kepada terdakwa yaitu melanggar dakwaan kesatu pasal 2 Jo pasal 17 undang – undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHPidana.

Terkait vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa, lebih ringan tuntutan subsidier 1 bulan dari tuntutan JPU sebelumnya yang menuntut terdakwa 4 tahun dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan  denda  Rp 120 juta subsidair 3 bulan kurungan penjara.

Adapun hal yang memberatkan terdakwa, kata hakim bahwa selama sidang, terdakwa berbelit-belit.

Sedangkan hal yang meringankan terdakwa, kata hakim, bahwa selama persidangan, terdakwa selalu berkelakuan sopan.

Terkait putusan itu, Pastor Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus dari Save Migran yang juga ikut menyaksukan persidangan ini, usai sidang kepada media mengatakan, kalau pihaknya tetap menghargai putusan majelis hakim.

"Kita tetap menghargai putusan majelis hakim," ujar Romo sebelum bersaksi di sidang terdakwa J.Rusna rentetan dari perkara Paulus Baun.

Sebelumnya, Paulus Baun dilaporkan ke polisi oleh para aktivis kemanusian Save Migran, dari  Rumah Faye, Yayasan Embun Pelangi, Gerhana, Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri, LIBAK, Linus, Dunia Viva Wanita, dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Batam.

Paulus Baun dilaporkan ke polisi karena diduga telah melakukan tindak perdagangan orang cara memperkerjakan ponakannya sendiri yang bernama Mardyana Sunlay yang saat itu, masih berumur 14 tahun sebagai pembantu rumah tangga di Batam melalui penyalur tenaga kerja PT. Tugas Mulia.(Ag)