Wednesday, 5 December 2018

Berlayar Tanpa SPB, Andi Arwis Nahkoda KM Jasa Tania GT 29 Dituntut 2 Tahun Penjara


Terdakwa Andi Arwis Bin Daeng.
Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Andi Arwis Bin Daeng Paranai, Nakhoda kapal KM Jasa Tania GT 29 sidang perkara tentang kejahatan pelayaran, dituntut jaksa 2 tahun penjara denda Rp 25 juta subsidier 2 bulan kurungan penjara.

Tuntutan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti dihadapan majelis hakim yang diketuai hakim Dr.Syahlan didampingi anggota hakim Chandra dan hakim Martha Napitupulu, serta dihadapan terdakwa saat sidang agenda tuntutan, di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (4/12/2018).

Dalam tuntutan tersebut, JPU menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 323 ayat (1) Jo pasal 219 ayat (1) undang-undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

Terdakwa dituntut bersalah karena telah melakukan tindak pidana dengan berlayar tanpa memiliki izin Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Syahbandar. 

Setelah mendengarkan tuntutan, kepada majelis hakim, terdakwa Andi Arwis melakukan pembelaan dengan meminta agar ia diberikan keringanan hukuman, dengan alasan ia telah insyaf, dan berjanji kedepannya tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Usai terdakwa menyapaikan pembelaannya, majelis hakim lalu menunda sidang hingga Rabu tanggal 12 Desember 2018 mendatang dengan agenda pembacaan putusan terhadap terdakwa.

Dalam perkara, 1 unit kapal KM jasa GT 29 dan dokumen kapal serta dokumen penting milik terdakwa dijadijkan sebagai barang buktinya.

Terdakwa Andi Arwis sebelumnya diamankan oleh petugas polisi dari Kapal Patroli Ditpolairud Polda Kepri saat berlayar menggunakan KM Jasa Tania GT 29 melintas di perairan Selat Dempo, Galang, Batam, Kepri atau pada kordinat 0°-37’-588”N-104°14’929”, Rabu 25Juli 2018 dini hari sekitar pukul 3:30 Wib.

Waktu itu terdakwa diamankan petugas, karena tidak bisa menunjukan SPB dari Syahbandar Batam. Tak hanya itu, muatan isi kapal yang hendak dibawa terdakwa tujuan Nipah Panjang Jambi tersebut, juga tidak dilengkapi dengan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) dari Bea dan Cukai Kota Batam.  

Kemudian terdakwa beserta anak buah kapal (ABK) dan kapal KM Jasa Tania GT.29 beserta muatannya berupa 40 buah kasur besar, 100 buah kasur kecil, 30 buah kasur bujang, 15 kodi karpet, 3 buah ranjang besi dan 14 buah meja besi dan barang-barang lainnya, lalu dibawa ke kantor Ditpolairud Polda Kepri  untuk penyidikan lebih lanjut.(Ag)