Thursday, 6 December 2018

Alasan Mau Menikah, Terdakwa Wahyu Kasus Sabu Minta Keringanan


Terdakwa Wahyu Agung.
Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Wahyu Agung sidang perkara kepemilikan Barang Bukti (BB) Nakotika jenis sabu seberat 50,15 gram, dituntut 8 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (6/12).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai  hakim Yona Lamerosa didampingi anggota hakim Martha dan hakim Rozza, dan Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Eliswita, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nani Herawati, dalam amar tuntutan menyatakan, bahwa terdakwa Wahyu Agung Setiadi terbukti bersalah.

"Menyatakan bahwa terdakwa Agung Wahyu Setiadi Guntoro alias Agung Bin Muhammad Rosadi terbukti bersalah melanggar pidana sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, terdakwa dituntut 8 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara," baca jaksa Nani Herawati.

Terhadap tuntutan itu, usai melakukan kordinasi dengan penasehat hukumnya, kepada majelis hakim, terdakwa meminta agar diberikan keringanan hukuman, alasannya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama

"Saya minta keringan hukuman yang mulia. Selain saya mau menikah, saya juga mengaku bersalah, menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi," ucap terdakwa Wahyu ke majelis hakim.

Usai mendengarkan permintaan dari terdakwa itu, majelis hakim lalu menunda sidang lanjutan hingga ke pekan depan dengan agenda pembacaan putusan terhadap terdakwa.

Sebelumnya, terdakwa diamankan Ditres Narkoba Polda Kepri tanggal 21Juli 2018 malam,  di pinggir jalan Kampung Melayu Bukit Jodoh, Sungai Panas, Batam.(Ag)