Friday, 2 November 2018

Terdakwa Yulia Kasus TPPU Dituntut 4 Penjara Denda Rp 1 Miliar


Terdakwa Yulia Suryani alias Angin.
Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Yulia Suryani alias Angin perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil transaksi Narkotika, dituntut 4 tahun penjara dan didenda Rp 1 milliar subsider 6 bulan kurungan penjara.

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Susanto Martua saat sidang terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (1/11).

Terhadap tuntutan itu, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Elisuwita dari Posbakum, kepada majelis hakim yang diketuai hakim Chandra didampingi hakim anggota, Reditte dan Hera Polosia, mengatakan akan melakukan pembelaan (pledoi) terdakwa di agenda sidang berikutnya.

Terdakwa yang juga berstatus terpidana 20 tahun penjara itu, disidangkan kembali karena diduga sebagai perantara jaringan mafia narkoba antar lintas negara Indonesia-Malaysia dengan peran tugas mengatur pembayaran transaksi narkoba terhadap bandar yang berada di Malaysia dengan mendapat upah Rp 250 juta setiap pertransaksinya

Terdakwa Yulia diduga merupakan jaringan Ahmad Junaidi yang telah divonis 20 tahun penjara di tahun 2017 yang lalu.

Waktu itu Ahmad Junaidi ditangkap BNNP Kepri dengan barang bukti 4 Kilogram (Kg) sabu. Dari pengembangan itu, nama Yulia Suryani disebut.

Dalam melakukan transaksi pembayaran, terdakwa mengunakan rekening Bank Mandiri dan Bank BRI dan selama 2 tahun berlangsung yakni dari tahun 2014 hingga tahun 2016.

Dari dugaan hasil pencucian uang tersebut, terdakwa Yulia Suryani berhasil membeli barang-barang mewah yakni berupa 1 unit sepeda motor merek Yamaha type RN 22 warna biru dengan nomor rangka plat B 4279 TED, 1 unit sepeda motor merk Kawasaki Type EX250L (Ninja 250) warna merah BP- 6586- GJ, 1 unit sepeda motor merk Kawasaki Type EN 650B warna abu-abu BP- 6384- GO dan 1 unit kendaraan roda 4 merek Honda Accord warna hitam, BP-1061-ZG, dijadikan barang bukti, dirampas untuk negara.

Selain itu sebidang tanah dan bangunan rumah beralamat di Komplek Hawaii Garden, Batam Center Blok Q No.11, Batam Kota, Batam dengan luas tanah 132 M2 dan luas Bangunan 36 M2 juga dirampas untuk negara. (Ag)