Friday, 2 November 2018

Terdakwa Estereliana Importir Pangan Ilegal Divonis 2 Bulan Penjara


Terpidana 2 bulan penjara, Estereliana Ginting. 
Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Estereliana Boru Ginting sidang perkara kasus import pangan tampa dokumen (ilegal) dari luar negeri dengan nomor perkara 680/Pid.Sus/2018/PN Btm, akhirnya divonis 2 bulan penjara denda Rp 10 juta, Jumat (2/11) siang, di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Oleh hakim, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pidana undang - undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim yang diketuai hakim Redite Ika Septina didampingi hakim Hera Polosoa Destiny dan Rozza ini, lebih berat 1 bulan dari tuntutan jaksa penuntut yang sebelumnya menuntut terdakwa 1 bulan kurungan penjara.

Baca jugaAlasan Hakim Belum Siap, Putusan Vonis Terdakwa Estereliana Batal Dibacakan

Sebelumnya, terdakwa ini dijerat dengan ancaman pidana pasal 31 ayat 1 Jo pasal 5 huruf (a) dan (c) undang-undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan, atau kedua, ancaman pidana dalam pasal 31 ayat 1 Jo pasal 9 ayat 1 undang - undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

Foto screen shoot, sumber SIPP PN Batam.
Yang anehnya, selain Estereliana divonis 2 bulan kurungan penjara denda Rp 10 juta, di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Batam, dicantumkan bahwa sebelum divonis, status Estereliana ditahan.

Itu yang dicantumkan di SIPP PN Batam sewaktu masih berstatus terdakwa, namun pada realitanya, Estereliana tidak pernah ditahan, karena saat sidang-sidangnya digelar di PN Batam, Estereliana tidak pernah memakai baju tahanan sebagaimana seperti tahanan lainnya, bahkan pada saat sidang putusan ini.(Ag)