Thursday, 22 November 2018

Terdakwa 1,6 Ton Sabu Sujud ke Hakim Agar tidak Divonis Mati


Terdakwa Chen Maisheng sujud kepada hakim agar tidak divonis mati.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Chen Maisheng salah satu dari 4 orang terdakwa perkara 1,6 ton sabu dari Kapal MV. Min Liang Yuyun yang sebelumnya dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut, sebelum sidang agenda replik dimulai, dihadapan majelis hakim bersujud agar tidak dijatuhi hukuman mati.

Dengan bersujud sembari menunjukan kertas bertuliskan tulisan Mandarin dari dirinya berharap agar tulisannya itu dibacakan dipersidangan. Terdakwa Chen Maisheng yang lanjut usia itu, juga terlihat meneteskan air mata.

Baca juga: Nahkoda dan ABK MV. Min Liang Yuyun Pengangkut Sabu 1,6 Ton Sabu Dituntut Hukuman Mati

Melihat hal itu, Hakim Candra yang memimpin persidangan lalu menghentikan aksi dramatis terdakwa tersebut.

Terkait tulisan Mandarin yang ditulis oleh terdakwa, hakim Candra meminta penerjemah terdakwa untuk mengartikannya ke bahasa indonesia.

"Mohon untuk pernerjemah tulisan itu agar diterjemahkan ke bahasa indonesia. Hasilnya diserahkan ke majelis hakim," pinta Candra ke penerjemah terdakwa.

Para terdakwa perkara 1,6 ton sabu.
Selanjutnya, tampa dihadiri penasehat hukum para terdakwa, sidang agenda replik pun dilanjutkan.

Kata hakim Candra dalam persidangan, sidang akan tetap dilanjutkan mengingat karena masa penahanan para terdakwa sesuai kewenangan hakim waktunya sudah mau habis.

Baca juga: Sidang Lanjutan 1,6 Ton Sabu, Saksi: Kepada Polisi RRC Terdakwa Chen Hui Akui Kesalahannya

Menjawab atas pledoi penasehat hukum terdakwa, dibacakan jaksa penuntut Rumondang Manurung, inti dari poin replik yakni tetap pada tuntutan sebelumnya, menuntut para terdakwa agar dihukum mati.

Setelah replik dibacakan, majelis hakim lalu menunda sidang hingga ke pekan depan, tanggal 26 November 2018 mendatang dengan agenda duplik dari penasehat hukum terdakwa.

Ke empat orang terdakwa adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Cina, Chen Hui, Chen Yi, Chen Maisheng dan Yao Yin Fa.

Para terdakwa ditangkap aparat indonesia dari kapal MV. Min Liang Yuyun saat melintas di perairan Pulau Pemping Kota Batam (Kepri) dengan muatan membawa 1,6 ton Narkotika jenis sabu.

Atas perbuatan para terdakwa sebagaimana yang dituntutkan oleh jaksa penuntut disidang sebelumnya, menyatakan bahwa para terdakwa bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dalam dakwaan primair dengan menuntut para terdakwa pidana mati.(Ag)