Monday, 5 November 2018

Tanggal Masa Perpanjangan Penahanan Terdakwa Erlina di SIPP PN Batam Berubah


Saat ini. Foto Screen Shoot dari SIPP PN Batam.
Dinamika Kepri, Batam - Terkait status masa perpanjangan penahanan terdakwa Erlina dari hakim Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru, dalam perkara terdakwa dugaan penggelapan dalam jabatan dengan kerugian bunga uang sebesar Rp 4 juta di bank BPR Agra Dhana, di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Batam, kini tampak berubah.

Sebelumnya, masa penahanan terdakwa Erlina dari PT Pekanbaru, di SIPP PN Batam dicantumkan mulai tanggal 16 Oktober 2018 hingga 14 Desember 2018 (masa penahanan 60 hari=red), dan kini telah berubah menjadi mulai dari tanggal 15 Oktober 2018 hingga 13 November 2018 (masa penahanan 30 hari=red).

Baca juga: Diduga Diperas Habis-habisan, Tak Sanggup Setor Rp 1,2 Miliar Erlina Dilaporkan

Kendati itu sudah dirubah di SIPP PN Batam, namun sampai saat ini bahwa surat penahanan yang dipegang oleh Rutan Baloi, Batam untuk menahan terdakwa Erlina, masih menggunakan surat pertanggal 16 Oktober 2018 hingga 14 November 2018 (masa penahanan 30 hari=red).

Sebelumnya. Foto Screen Shoot dari SIPP PN Batam.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan kelas II A Baloi, Batam, Mulyani, ketika dikonfirmasi awak media ini terkait hal itu, ia mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini belum menerima adanya perubahan.

"Belum mas, sampai saat ini kami belum menerima adanya perubahan," jawab Mulyani singkat melalui pesan singkat selularnya, Senin (5/11) siang.

Surat perpanjangan penahanan terdakwa Erlina yang sebelumnya dikeluarkan oleh PT Pekanbaru. Masa penahanan terhitung sejak tanggal 16 Oktober 2018 hingga 14 November 2018 (masa penahanan 30 hari=red).

Sama halnya pihak Penasehat Hukum terdakwa, Manuel P Tampubolon, saat dikonfirmasi awak media ini, juga menjawab kalau pihaknya sampai saat ini belum menerima surat mengenai adanya perubahan itu.

Baca juga: Selain Salah Ketik, Hakim Mangapul Akui Kelebihan Masa Penahanan Terdakwa Erlina

"Belum ada, surat yang kami terima masih surat yang sebelumnya. Kalaupun itu ada, mungkinkah Pengadilan Tinggi Pekanbaru mengeluarkan surat penetapan perpanjangan penahanan terdakwa sampai tiga kali? Karena sudah ada dua surat penetapan perpanjangan penahanan terdakwa yang sudah dikeluarkan, yang pertama terdakwa ditulis bejenis kelamin laki-laki berkebangsan perempuan, dan yang kedua sama seperti yang pegang oleh Kepala Lapas Perempuan kelas II A Baloi, Batam," ujar Manuel P Tampubolon.

Mengenai adanya perubahan tanggal penetapan perpanjangan penahanan terdakwa Erlina di SIPP PN Batam, awak media ini juga mencoba mengkonfirmasi hal tersebut melalui pesan singkat selular ke Ketua PN Batam, Dr. Syahlan, SH, MH, mempertanyakan, apakah data yang sudah tercantum di SIPP PN Batam sebelumnya, dapat dirubah? Sampai berita ini dimuat pada pukul 15:05 Wib, Senin (5/11), Ketua PN Batam belum memberikan jawaban.

Baca juga: Terdakwa Estereliana Importir Pangan Ilegal Divonis 2 Bulan Penjara

Soal adanya perubahan di SIPP itu, panitera PN Batam, Netti Sihombing ketika dikonfirmasi awak media ini, ia mengatakan, ia tidak mengetahuinya.

"Kurang tahu, nantilah, tunggu saya tanyakan dulu kepada hakimnya," jawabnya singkat.

Sampai berita ini diunggah, belum ada jawaban dari panitera Netti Sihombing.

Pantuan media ini, tampaknya perkara terdakwa Erlina makin lama waktu berjalan, riaknya semakin menimbulkan bias ke seluruh penjuru arah hingga masuk ke Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Batam, situs kebanggan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) situs dari kebanggaan Mahkamah Agung ini, sepertinya sudah tidak bisa dipercaya lagi, diduga karena data yang dicantumkan di dalamnya, kerap tidak real dengan kenyataannya, salah satunya seperti data terdakwa Estereliana kasus pangan yang kini sudah terpidana vonis 2 bulan denda Rp 10 juta.

Baca juga: Terdakwa Erlina: Saya Tidak Bersalah karena Bekerja sesuai SOP

Di SIPP PN Batam, detail penahanan Estereliana sebelumnya semasih status terdakwa, dicantumkan ditahan, namun kenyataannya saat menjalani proses sidang, Estereliana tidak pernah ditahan sama sekali.

Foto Screen Shoot detail penahanan Estereliana dari SIPP PN Batam.
Kembali ke terdakwa Erlina, sebelumnya register perkara terdakwa berubah dari Pid.B ke Pid.Sus, kata hakim Mangapul Manalu menyidangkan terdakwa Erlina, itu salah ketik.

Sama halnya mengenai surat balasan permohonan parpanjangan penahanan terdakwa Erlina dari Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru yang mencantumkan terdakwa berjenis kelamin laki-laki dan berkebangsaan perempuan, kata hakim Mangapul Manalu, itu juga salah ketik.

Pertanyaannya, apakah perubahan tanggal masa penahanan terdakwa Erlina di SIPP PN Batam saat ini juga salah ketik?.

(Ag)