Thursday, 15 November 2018

Soal Kelangkaan BBM di Batam, Dirreskrimsus Polda Kepri: Jika ada yang Bermain akan Ditindak Tegas

 

Konferensi Pers soal kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), di Pendopo Polda Kepri, Kamis (15/11).

Dinamika Kepri, Batam - Terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Batam saat ini, Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Rustam Mansur, SIK melakukan Konferensi Pers, di Pendopo Polda Kepri, Kamis (15/11).

Adapun pihak-pihak yang ikut diundang dalam konferensi Pers ini, selain para awak media, juga mengundang PS. Ksbbid PID Bidhumas Polda Kepri, Kepala Region Pertamina, Kadis Sosial yang diwakili oleh Kabid Fakir Miskin, Kadis UKM Kota Batam, Kadisperindag Kota Batam, Kadishub Kota Batam dan Kadis Perikanan Kota Batam.

Disampaikan Dirreskrimsus Polda Kepri,  adapun tujuan Polda Kepri mengundang pihak-pihak terkait perihal kelangkaan BBM ini,  karena yang terjadi adalah tugas bersama.

"Karena ini tugas kita bersama, maka kita akan menjelaskannya bersama, agar kepanikan tidak terjadi di tengah masyarakat. Polda bekerja sama dengan stakeholder yang ada untuk mengatasi situasi yang terjadi saat ini. Selain adanya kelangkaan BBM, juga ikut bekerja sama untuk mengatasi masalah antrian BBM yang panjang di beberapa tempat di SPBU, di Kota Batam," katanya.

Menanggapi soal kelangkaan BBM tersebut, pihaknya tetap bekerja sesuai aturan yang diamanahkan pemerintah.

"Sesuai undang-undang nomor 22 tahun 2001, pertamina ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan BBM jenis Solar Bersubsidi sesuai dengan kebutuhan masyarakat," kata Kepala Region Pertamina.

Terkait panjangnya antrian belakangan ini di beberapa SPBU, ia menambahkan bahwa saat ini berusaha untuk mengatasinya.

"Pertamina juga sedang menormalisasi sesuai dengan kebutuhan real masyarakat, karena kami melihat dengan angka 89 kilo liter perhari untuk data kebutuhan di tahun 2017. Pada tahun 2016 hanya 86 kilo liter perhari dibandingkan dengan sekarang sebanyak 142 kilo liter perhari. Pada bulan September 2018 itu terlalu tinggi, sehingga kita melakukan normalisasi di bulan Oktober sebanyak 119 Kilo liter perhari rata-rata," ucapnya.

"Kami sampaikan juga, sesuai Perpres 191 tahun 2014, sudah jelas dituangkan kriteria-kriteria konsumen yang boleh gunakan solar bersubsidi. Maka itu mari kita bersama-sama mengedukasi masyarakat terhadap produk non subsidi seperti Dexlite, agar masyarkat mendapatkan produk yang lebih bagus," tutupnya.

Terkait pertambahan kendaraan di Batam, Dirreskrimsus Polda Kepri juga menjelaskannya.

"Sebagai informasi, pertambahan kendaraan di Kota Batam dari hasil koordinasi dengan Dit Lantas adalah pertambahannya berkisar di angka 2 ribu sekian perbulannya, dan kita menghimbau kepada masyarakat agar dapat tenang terhadap situasi seperti ini," terangnya.

Menurutnya, jika melihat adanya antrian yang panjang di SPBU, Polda Kepri langsung proaktif melakukan pengecekan bertujuan untuk mengantisipasi adanya gangguan.

"Jika di dalam istilah kepolisian, hal seperti ini adalah merupakan adanya potensi gangguan, maka sebelum menjadi ambang gangguan apalagi gangguan nyata, kita langsung melakukan pengecekkan dan koordinasi dengan Pertamina," jelas Dirreskrimsus.

Ia juga mengingatkan, katanya jika ada yang sengaja bermain-main dengan BBM, pihaknya akan segera melakukan menindak tegas.

"Jika ada permainan di sana, kita akan melakukan penindakkan sesuai dengan ketentuan hukum dan jenis pelanggarannya,"tuturnya.(Ril)