Wednesday, 21 November 2018

Sidang Tuntutan Terdakwa Ronald dan Dewi Bos PT. Dynamic Overseas Ditunda-tunda, Jaksa Rumondang: Minggu Depan Jadwalnya


Terdakwa Ronald Robert Alexzander Mangera dan Dewi Wulandari saat disidangkan di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Sidang agenda pembacaan tuntutan terhadap dua terdakwa Ronald Robert Alexzander Mangera Direktur Utama PT. Dynamic Overseas dan Dewi Wulandari Komisaris PT. Dynamic Overseas, di Pengadilan Negeri (PN) Batam, ditunda-tunda. Penundaan itu terjadi bahkan sampai tiga kali jadwal sidang.

Terkait penundaan berkali-kali itu, jaksa Rumondang Manurung, SH yang ikut menyidangkan perkara kecelakaan kerja itu, saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan, tertunda karena pihak terdakwa dengan pihak keluarga korban masih melakukan upaya kekeluargaan.

Baca juga: Ronald Direktur PT. Dynamic Overseas Disidangkan Kembali, Korban: Waktu itu Tak ada yang Mau Menolong Saya

 "Jadwalnya sidangnya akan dilakukan minggu depan. Penundaan itu karena pihak terdakwa dengan pihak korban sedang melakukan upaya kekeluargaan. Informasinya, kedua belah pihak sudah sepakat, dan perdamaiannya telah ditandatangani dihadapan notaris," ucap jaksa Rumondang, Rabu (21/11) siang.

Terkait benar tidaknya soal perdamaian di notaris itu, pihak keluarga David Christopher (korban kecelakaan kerja=red) saat dikonfirmasi awak media ini, enggan menjawabnya.

"Gimana ya mau bilangnya, saat ini belum bisa jawab karena kami masih fokus pada penyembuhan David, ini David baru saja dioperasi," kata Ibu korban melalui selularnya.

Di sidang sebelumnya, kedua terdakwa didakwa pidana pasal  360 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang kealpaan menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat.

Baca jugaTanggapi apa Hasil Permintaan Hakim ke PT.ASL Shipyard, PH Terdakwa: Belum ada Jawaban

Kedua terdakwa yang tidak ditahan itu, didudukan dikursi pesakitan, diduga telah melakukan kelalaian terhadap perkerjanya yang bernama David Cristopher.

Akibat dugaan kelalian itu, David saat bekerja melakukan pengelasan (welding) di Tangki COT 2 P Kapal MT. Succes Energy XXXII di lokasi PT. ASL Tanjung Uncang, mengalami kebakaran di seluruh tubuhnya. Akibat kebakaran itu, kondisi korban menjadi cacat seumur hidup.

Sebelumnya saat di persidangan, hakim Dr.Syahlan, SH., MH yang mengadili perkara ini, pernah meminta agar kedua pihak perusahaan PT. Dynamic Overseas dan  PT. ASL untuk memperhatikan keadaan korban, karena korban sangat membutuhkan biaya perobatan.(Ag)