Thursday, 15 November 2018

Replik JPU atas Pledoi Terdakwa Tjipta Fudjiarta sama seperti Tuntutan


Terdakwa Tjipta Fudjiarta.
Dinamika Kepri, Batam - Sidang lanjutan terdakwa Tjipta Fudjiarta perkara dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan dan pemalsuan akta otentik di PT.BMS, Hotel BCC, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, dengan agenda sidang pembacaan replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kamis (15/11) siang.

Sebelumnya pada hari Rabu tanggal 24 Oktober 2018, di sidang agenda tuntutan, terdakwa Tjipta Fudjiarta dinyatakan terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan sebagaimana dalam dakwaan pertama kesatu yaitu Pasal 378 KUHPidana, akan tetapi perbuatan itu bukanlah merupakan suatu tindak pidana (onslag), dan meminta agar terdakwa dilepaskan, dan dibebaskan dari segala tuntutan hukum sebagaimana didakwakan dalam dakwaan pertama.

Selain itu, menyatakan terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan sebagaimana dalam dakwaan kedua pasal 266 ayat (1) KUHPidana, akan tetapi perbutan itu bukanlah merupakan suatu tindak pidana (onslag).

JPU saat itu meminta agar melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum sebagaimana didakwakan dalam dakwaan kedua dan memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya dalam keadaan seperti semula.

Ada pun kesimpulan dari replik yang dibacakan JPU, Samsul Sitinjak pada sidang hari ini, kesimpulannya yakni tetap pada tuntutan sebelumnya.

Terhadap replik tersebut, penasehat hukum terdakwa, Hendi Devitra kepada majelis hakim yang diketuai hakim Taufik Nenggolan, didampingi hakim Yona dan Jasael, mengatakan akan melakukan duplik secara tertulis.

Setelah agenda replik ini dianggap selesai, majelis hakim lalu menunda sidang hingga ke hari Rabu tanggal 21 November 2018 mendatang dengan agenda sidang pembacaan duplik dari penasehat hukum terdakwa.(Ag)