Saturday, 24 November 2018

Razman Arif Nasution Jubir Tim Kampanye Nasional Jokowi Angkat Bicara Soal Bendungan Sei Gong, Ini Kata Dia


Razman Arif Nasution.

Dinamika Kepri, Batam –  Terkait pembangunan Bendungan Sei Gong , Galang, Batam, Kepri  yang diduga banyak menyimpan permasalahan dengan warga setempat, hingga digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Batam, Jubir Tim Kampanye Nasional Jokowi, Razman Arif Nasution angkat bicara, kata dia jika bersalah, siapapun orangnya tidak perduli, akan dihadapkan ke muka pengadilan.
 
“Siapapun anda, jika you main-main, akan kita dihadapkan ke muka pengadilan. Mau siapapun orangnya,  kita tidak takut, sampai ke tingkat Mahkama  Agung  akan kita kerjakan,” tegas Razman Arif Nasution saat mendampingi  pengacara M. Anwar dan 9 orang warga Sei Gong mendaftarkan gugatan menggugat pemerintah Indonesia ke Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (15/11/2018) lalu.

Menurutnya, pembangunan bendungan yang menjual atas nama kepentingan masyarakat itu, duganya telah menindas masyarakat yang lain. Kata dia, tak hanya rakyat biasa yang jadi korban, polisi yang masih aktif juga ikut menjadi korban dari pembangunan bendungan Sei Gong tersebut.

“Kalau memang bobrok, ya katakan bobrok jangan ditutup-tutupi. Ini yang namanya ‘Asal Bapak Senang itu’. Di depan pak Jokowi semuanya okey, namun nyatanya banyak  masalah yang dipendam. Jangan mengatasnamakan untuk kepentingan masyarakat lalu menindas masyarakat yang lain, itu tidak bisa. Bagaimana mungkin seorang polisi aktif saja bisa diperlakukan seperti ini, apalagi rakyat biasa. Intinya dalam hal ini, kita akan melakukan upaya perlawanan secara  hukum,” kata Razman.

Terkait gugatan yang telah didaftarkan ke PN Batam, kata Razman itu dilakukan untuk melakukan singkronisasi data –data, fakta-fakta di muka persidangan, sebab pihaknya juga tidak mau hanya mendengar dari sepihak.

Sedangkan untuk gugatan itu, pihak kuasa hukum penggugat, M.Anwar mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan semua bukti-buktinya untuk dibuka di muka persidangan.

"Untuk bukti-buktinya, itu sudah kita persiapkan. Ada sekitar 700 bukti diantaranya berupa surat pernyataan, Sket lokasi tanah, PBB, keterangan dari perangkat desa dan keterangan ganti rugi. Selain itu, lahan tersebut juga sudah dikuasai oleh para penggugat dari sejak tahun 1982," tutur M.Anwar.

Pembangunan Bendungan Sei Gong sebelumnya dimulai pada akhir 2015. Bendungan yang menelan investasi Rp 238,44 miliar itu memiliki luas genangan 355,99 hektar dengan kapasitas tampung 11,8 juta meter kubik, namun sejak berjalannya pembangunan, diduga banyak menyimpan permasalahan dengan para pemilik lahan, sehingga yang terlibat di dalamnya digugat warga  ke PN Batam.

Dari penelusuran awak media ini di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Batam, Sabtu (24/11/2018), gugatan tersebut telah dicantumkan dengan register nomor perkara 301/Pdt.G/2018/PN Btm, dan sidang pertamanya akan digelar mulai pukul 10:00 WIB pada Senin tanggal 7 Januari 2019 mendatang di PN Batam.

Adapun 9 orang nama-nama penggugat pemilik lahan Bendungan Sei Gong tersebut diantaranya, Gio Penni Tambunan, Patricia Magdalena, Joni Tarigan, Heriyadi, Juwadi, Heriyanto, Paiman, Sukoco dan Ato.

Sedangkan yang tergugat diantaranya, Kementrian PU dan Perumahan Rakyat Cq Direktorat Jendral Sumber Daya Air, Negara atau Pemerintah Daerah Cq Gubernur Provinsi Kepulauan Riau dan Badan Pengusahaan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.(Ag)