Wednesday, 28 November 2018

Penyeludup Hewan dan Tumbuhan Asal Negeri Jiran Divonis Ringan


Terpidana Teddy Yogatama dan Agustiar Bin Rahman saat digiring petugas usai menjalani sidang putusan, di PN Batam, Rabu (28/11)

Dinamika Kepri, Batam - Dua terdakwa Teddy Yogatama dan Agustiar Bin Rahman, penyeludup hewan dan tumbuhan dari Negeri Jiran Malaysia, Rabu (28/11) di Pengadilan Negeri (PN) Batam, akhirnya divonis 1 tahun penjara denda Rp 50 juta
subsidier 3 bulan kurungan.

Oleh majelis hakim yang diketuai hakim Dr.Syahlan didampingi anggota, hakim Candra dan hakim Redite, dihadiri jaksa penuntut Mega Tri Astuti dan penesehat hukum terdakwa, Abraham Rodo, dalam amar putusan hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana mengangkut barang impor tanpa dilengkapi dengan manifest, sebagaimana dalam dakwaan Pasal Pasal 102 huruf (a) undang-undang RI nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas undang-undang nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Terhadap putusan itu, setelah melakukan kordinasi dengan penasehat hukumnya, kedua terpidana kepada majelis hakim menyatakan, menerima putusan itu.

"Terima yang mulia," jawab kedua terpidana serentak.

Putusan perkara dengan vonis 1 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim terhadap kedua terpidana, yakni lebih ringan 4 bulan dari tuntutan jaksa, yang sebelumnya menuntut 1 tahun 4 bulan penjara.

Terhadap putusan, jaksa penuntut kepada kepada majelis hakim, menyatakan, pikir-pikir.

"Pikir-pikir yang mulia," jawab Mega.

Atas putusan putusan itu, hakim memerintah agar kedua terpidana tetap ditahan.

Sedangkan untuk barang  berupa satwa dan tumbuhan berupa, 909 ekor kura – kura, 24 ekor iguana, 6 ekor burung perkutut, 12 ekor burung Love Bird, 1 ekor anak buaya dan 12 picis tanaman hias, perintah hakim agar diserahkan ke pihak kepenakaran agar dikembang biakan. (Ag)