Tuesday, 13 November 2018

J.Rusna Direktur PT.Tugas Mulia Didakwa Tindak Pidana TPPO


Terdakwa J.Rusna.
Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa J.Rusna Direktur PT. Tugas Mulia, perkara dugaan tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Batam, Selasa (13/11/2018) sore, dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Samuel Pangaribuan.

Dalam sidang, Ketua majelis jakim Marta Napitupulu, didampingi dua anggota hakim anggota Reni Pitua Ambarita dan Egi Novita, terdakwa didampingi dua orang penasehat hukumnya, Edward Simatupang dan Paringgunan Simarmata.

Dalam dakwaan yang dibacakan Samuel Pangaribuan, terdakwa diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 17 undang – undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam dakwaan JPU, menyatakan bahwa perbuatan Rusna, mempekerjakan Mardyana Sonlay yang masih berumur 16 tahun sangat melanggar hukum.

Mendengarkan seluruh dakwaan dari JPU, Rusna secara lisan kepada hakim mengatakan, kalau sirinya tidak melakukan perbuatan sebagaimana di dakwaan JPU.

Terhadap dakwaan itu, setelah terdakwa melakukan kordinasi dengan penasehat hukumnya, Edward Simatupang kepada hakim mengatakan,  bahwa pihaknya tidak akan melakukan eksepsi.

"Kami tidak akan melakukan eksepsi (bantahan), maka sidang dilanjutkan ke pemeriksaan saksi yang mulia," ucap Edward Simatupang.

Setelah mendengar dakwaan JPU terhadap terdakwa, majelis hakim lalu menunda sidang hingga ke pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sebelumnya, Rusna ditangkap atas laporan Romo karena diduga mempekerjakan anak di bawah umur yakni Mardyana Sonlay.

J.Rusna merupakan Direktur PT Tugas Mulia yang bergerak di bidang usaha penyalur tenaga kerja lokal.

Dalam kasus ini, anak buah Rusna bernama Paulus Baun alias Amros yang merupakan paman korban juga sudah disidangkan dan dituntut JPU 4 tahun penjara.

J.Rusna dan Paulus Baun didudukan di kursi pesakitan adalah berkat laporan dari himpunan Safe Migran dari 8 organisasi kemanusian, KKPPMP, Yayasan Embun Pelangi, Rumah Faye, Dunia Viva Wanita, Lintas Nusa, Libak, Gerhana dan P2TP2A ke Polda Kepri sebelumnya.(Ag)