Thursday, 29 November 2018

Dua Nahkoda Kapal Sudung Sitorus dan Razali Divonis 5 Bulan Penjara


Saat penangkapan kapal oleh Patkamla Sea Rider I Lanal Batam beserta tim WFQR di Perairan Sei Lekop, Batam,Kepri, Rabu (21/3/2018). 

Dinamika Kepri, Batam –  Dua terdakwa Sudung Sitorus dan Razali nahkoda kapal perkara  kejahatan pelayaran hasil tangkapan Patkamla Sea Rider I Lanal Batam beserta tim WFQR di Perairan Sei Lekop, Batam,Kepri dengan nomor perkara 945/Pid.B/2018/PN Btm, akhirnya divonis 5 bulan penjara denda Rp 5 juta subsudier 1 bulan penjara, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (29/11/2018).

Putusan itu lebih ringan 1 bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Nursahaniati yang sebelumnya menuntut kedua terdakawa Sudung Sitorus dan Razali  6 bulan penjara denda Rp 10 juta subsidier 1 bulan penjara.

Oleh majelis hakim yang diketuai oleh hakim Setyanto didampingi anggota hakim Chandra dan hakim Jasael , dalam amar putusan terdakwa Sudung Sitorus Nahkoda Kapal KM.Eka Wijaya dinyatakan terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, karena terdakwa telah berlayar tanpa memiliki surat persetujuan berlayar dari syahbandar dengan melanggar pasal 323 ayat (1) jo Pasal 219 ayat (1) UU RI No.17 Tahun 2008 tentang pelayaran.

Sedangkan barang bukti satu unit kapal  KM.Eka Wijaya serta dengan peralatannya, dan 300 koli muatan barang campuran, perintah hakim agar Dikembalikan kepada pemiliknya Karyadi.

Sama halnya dengan terdakwa Razali Nahkoda kapal KM. Doa Ibu, juga divonis sama yakni 5 bulan penjara denda Rp 5 juta subsudier 1 bulan penjara. begitu juga dengan barang bukti berupa kapal KM.Doa Ibu beserta peralatannya serta 200 koli muatan barang campuran, diperintahkan hakim agar dikembalikan kepada pemiliknya Rusli.

Kendati hakim menyatakan para nahkoda terbukti bersalah, namun barang bukti kapal dan  muatan barang isi kapal dikembalikan kepada para pemiliknya.

Sebelumnya pada Rabu (21/3/2018), Dua Kapal Motor (KM) masing-masing KM Eka Wijaya dan KM Doa Ibu tersebut, ditangkap tim Komando Kawasan Armada Barat (Koarmabar) di Perairan Sei Lekop, Batam, Kepri. Penangkapan itu dilakukan karena diduga mengangkut barang ilegal selundupan dari luar negeri.(Ag)