Tuesday, 20 November 2018

Ditpolairud Polda Kepri Ungkap Penyeludupan Burung dan Kura-kura ke Batam



Kombes Pol Benyamin Sapta T. Sik., M.si, saat menunjukan barang bukti kepada media.
Dinamika Kepri, Batam - Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolair) Polda Kepri melakukan Konferensi Pers ungkap kasus tindak pidana tentang penyeludupan konservasi sumber daya alam Hayati dan ekosistemnya dari Perairan Sungai Lelai Botania, Batam, di Pendopo Polda Kepri, Senin (19/11).

Didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, dihadiri KA KSDA, Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta T. Sik., M.si, kepada media menerangkan, pada hari Jumat tanggal 16 november 2018 sekira pukul 18.00 wib, berdasarkan hasil penyelidikan dilapangan Personel Ditpolairud Polda Kepri, telah melakukan penangkapan terhadap 1 unit Mobil Pick Up dan 1 unit Speed Boat yang diawaki oleh Inisial T selaku nakhoda dan inisial S sebagai ABK.

Saat ditemukan, Kapal tersebut bermuatan 11 ekor burung jenis Kakak Tua Warna Putih sebanyak 7 ekor, jenis Nuri Bayan Betina Bulu Merah sebanyak 2 ekor dan jenis Nuri Bayan Jantan Bulu Hijau sebanyak 2 ekor dan kura - kura sebanyak 51 ekor.

Kemudian, 1 unit speed boat tanpa nama warna biru bermesin temperl merk mercury 1 x 40 pk dibawa keluar oleh personel Ditpolairud Polda Kepri dan bertemu dengan Kapal Patroli Polisi XXXI - 1005 Ditpolairud Polda Kepri pada posisi koordinat 1° 9' 035" N - 104° 4' 261" E, dan 1 unit speed boat tersebut berikut muatan dan crew di Adhock menuju Mako Ditpolairud Polda Kepri guna proses pemeriksaan lebih lanjut.


Diterangkan, berdasarkan hasil koordinasi dan identifikasi yang biasa dilakukan oleh petugas KSDA Riau seksi Konservasi Wilayah II Batam dengan hasil indentifikasi, semua burung-burung itu masuk dalam konservasi yang dilindungi. Sedangkan terhadap barang bukti kura - kura sebanyak 51 ekor statusnya konservasi tidak masuk dilindungi.


Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a, huruf c undang-undang republik indonesia nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya jo pasal 55 ayat (1) ke - 1 KUHPidana, dengan ancaman penjara 5 tahun kurungan.(Ril)