Wednesday, 28 November 2018

Di Sidang Terdakwa J.Rusna Muncul Nama Baru, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Orang yang Bernama Ilyas


Terdakwa J.Rusna (baju merah) saat menjalani persidangan di PN Batam, Selasa (27/11).

Dinamika Kepri, Batam -  Hakim Pengadilan Negeri Batam yang menyidangkan perkara dugaan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) terhadap J.Rusna Direktur PT.Tugas Mulia, meminta kepada jaksa penuntut Samuel Pangaribuan, agar menghadirkan orang yang bernama Ilyas di agenda sidang berikutnya.

Permintaan itu diucapkan oleh Ketua majelis sidang hakim Marta Napitupulu, didampingi dua anggota hakim anggota Reni Pitua Ambarita dan Egi Novita, usai melakukan pemeriksaan terhadap saksi Paulus Baun.

Saksi sendiri  adalah terdakwa dari rentetan perkara tersebut, yang mana sebelumnya telah dituntut jaksa terbukti bersalah melanggar pasal 2 Jo Pasal 17 undang – undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan tuntutan 4 tahun penjara denda Rp 120 juta subsider kurungan 3 bulan penjara.

Nama Ilyas disebut di dalam persidangan di mana setelah hakim Pitua Ambarita menanyakan saksi siapa Ilyas dan apa kertekaitannya dengan perkara tersebut.

Menurut saksi Piter Sonlay ayah dari korban Mariana menyebutkan bahwa Ilyas adalah orangnya terdakwa dan pernah datang kepadanya menawarkan untuk perdamaian dengan membawa uang Rp 22 juta sembari menyodorkan surat perjanjian kesepakatan untuk ditanda tangani bersama tujuannya agar soal perhitungan gaji korban dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Dan anehnya, surat perjanjian itu ditanda tangani saksi Piter Sonlay namun uang perdamaian yang dititipkan terdakwa J.Rusna melalui Ilyas itu, tidak diberikan Ilyas kepada saksi selaku pihak keluarga korban.

Pengakuan saksi kepada majelis hakim, surat perdamaian itu memang telah ditanda tanganinya namun ia tidak berani meminta uang perdamaian itu karena ia selalu diancam Ilyas.

"Namanya Ilyas, saya diancamnya yang mulia," kata Piter Sonlay, Selasa (27/11).

Mendengar pengakuan dari saksi, hakim Pitua mengatakan bahwa di dalam perkara tersebut, duganya ada pihak-pihak lain juga terlibat.

"Kepada jaksa penuntut, mohon di sidang berikutnya agar orang yang bernama Ilyas ini, dihadirkan dipersidangan," pinta hakim Martha.

Untuk pasal yang didakwakan oleh jaksa penuntut, terdakwa J.Rusna didakwa ancaman pidana dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 17 undang – undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam dakwaan jaksa penuntut sebelumnya menyatakan bahwa perbuatan terdakwa yang mempekerjakan Mariana Sonlay yang masih berumur 16 tahun sangat melanggar hukum.(Ag)