Monday, 5 November 2018

Begini Kronologis Penangkapan Dua Tersangka OTT Inisial TS dan ESH


Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga bersama Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Rustam Mansur, SIK saat konfersnsi Pers, di Pendopo Polda Kepri, Senin (5/11).

Dinamika Kepri, Batam - Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga bersama Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Rustam Mansur, SIK  melakukan konferensi Pers ungkap Kasus Tindak Pidana Korupsi berupa Suap “Uang Kelancaran” dari PT. Garuda Mahakam Pratama kepada Kepala KSOP Pulau Sambu Batam.

Konferensi Pers pengungkapan berdasarkan Laporan Polisi : LP-A/148/XI/2018/SPKT-Kepri tanggal 3 November 2018 tersebut dilakukan di Pendopo Polda Kepri, Senin (5/11).

Kepada awak media Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga menerangkan kronologis kejadiannya.

Kata dia, berawal dari informasi masyarakat tentang adanya pemberian uang dari pihak perusahaan agen pelayaran kepada pihak Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pulau Sambu Batam.

Bahwa semenjak dijabat oleh kepala Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pulau Sambu Batam yang baru (sejak bulan agustus 2018), pihak PT. Garuda Mahakam Pratama ada memberikan “uang kelancaran” di dalam melaksanakan kegiatan keagenannya kepada Kepala KSOP Pulau Sambu Batam, yang mana proses pemberian uangnya selalu dilakukan di Jakarta, yang mana jadwal pemberian uang dilakukan pada setiap akhir bulan sedangkan untuk bulan Agustus dan bulan September 2018 telah diberikan.

Lalu pada hari Kamis tanggal 1 November 2018, tim lidik gabungan dari Ditreskrimsus dan Ditintelkam Polda Kepri mendapat informasi bahwa kepala cabang PT. Garuda Mahakam Pratama telah memesan tiket pesawat Garuda Indonesia untuk berangkat ke Jakarta pada pada hari jumat pukul 14.40 Wib dengan maksud untuk menemui dan menyerahkan sejumlah uang kepada kepala KSOP  Pulau Sambu Batam.

Barang bukti.
Melihat kondisi tersebut diatas, selanjutnya tim lidik gabungan Polda Kepri melakukan pembuntutan sejak mulai keberangkatan dari Batam sampai dengan akhirnya pada pukul 19.30 Wib dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di restoran eat&eat food market Gandaria City Mall Jakarta Selatan.

Dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut telah ditemukan uang sebesar US$ 9.200,- (Sembilan Ribu Dua Ratus Dollar Amerika).

Uang itu disimpan di dalam amplop warna putih dan telah diserahkan oleh kepala cabang PT. Garuda Mahakam Pratama kepada kepala KSOP Pulau Sambu Batam.

Atas dasar penangkapan tersebut, selanjutnya tim sidik Ditreskrimsus Polda Kepri melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi (penangkap) serta telah melakukan penggeledahan di kantor PT. Garuda Mahakam Pratama dan kantor syahbandar dan otoritas pelabuhan (KSOP) Pulau Sambu Batam.

Adapun barang bukti yang disita dari tersangka insial TS antara lain
Tas samping merk elle warna hitam, Handphone merk samsung galaxi S6 warna grey beserta kartu, Handphone merk blackberry bold warna putih beserta kartu dan uang tunai sebesar US$ 9.200 dalam bentuk pecahan US$ 100.

Sedangkan barang bukti dari tersangka inisial ESH alias E antara lan, Tas samping merk samsonite red warna hitam, Handphone merk samsung galaxi S9 plus warna hitam beserta kartu, Handphone merk samsung galaxi S7 edge warna hitam beserta kartu dan Bording pass tiket pesawat atas nama tersangka (BTH-JKT).

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 5 ayat (2), pasal 11, pasal 12 huruf A atau huruf B, pasal 5 ayat (1) huruf A atau huruf B, pasal 13 UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(Ril)